Oleh: Muzayyanah 
(Guru, Indramayu)

Gaza masih membara. Gempuran rudal Israel laknatullah kembali meluluh lantakkan bangunan di  Gaza. Korban berjatuhan. Kebanyakan adalah wanita dan anak-anak. Bahkan banyak di antara mereka tewas tertimbun bangunan yang hancur oleh hantaman rudal Israel.

Tak harus menjadi muslim untuk bisa memahami kebiadaban  Israel ini. Cukup menjadi manusia. Siapapun bisa memahami kejahatan luar biasa yang dilakukannya.

Tapi seperti serangan-serangan sebelumnya. Tak ada perlawanan yang sebanding terhadap penjajah Israel. Dunia membisu. PBB yang mengaku sebagai pemersatu bangsa-bangsa tak nampak ada tindakan nyata. Bahkan pemimpin-pemimpin negara muslim pun tak menunjukkan reaksi berarti.

Kalaupun ada reaksi dari penguasa negara muslim, hanya berupa kecaman yang seperti basa-basi. Paling banter mereka kirimkan bantuan obat dan makanan. Tak ada tindakan berarti yang akan menghentikan kebiadaban Israel. Tindakan yang menjamin serangan Israel tak kan terulang lagi.

Apa sebenarnya penyebab utama kebiadaban Israel atas Palestina ini terjadi berulang kali. Tak nampak tanda-tanda bangsa yahudi itu akan mengakhiri kebrutalannya di Palestina. 

Sesungguhnya masalah utama di Palestina adalah keberadaan Israel yang menjajah Palestina. Selama Israel masih eksis, maka derita Palestina tak kan habis. 

Negara Israel dibangun di atas tanah Palestina. Mereka  awalnya tak punya wilayah. Melalui gerakan Zionisme Bangsa Yahudi ini berjuang mewujudkan satu tanah air untuk mereka. Mereka memilih Palestina. Dengan dukungan Inggris berdirilah negara Israel di atas tanah Palestina pada tahun 1948. Sejak saat itu konflik Israel Palestina berlangsung hingga saat ini.

Serangan-serangan militer sering dilakukan Israel ke wilayah Palestina. Pun pengusiran-pengusiran penduduk Palestina dilakukan Israel secara terang-terangan. Penduduk Palestina tak tinggal diam. Mereka terus berjuang mempertahankan setiap jengkal tanah Palestina. 

Tanah Palestina adalah tanah kharajiyah, tanah kaum muslimin yang ditaklukkan melalui peperangan. Haram hukumnya menyerahkan tanah kaum muslimin kepada penjajah. Setiap muslim yang memahami ini tentu akan berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan tanah ini dari cengkeraman penjajah.

Adalah suatu keanehan jika solusi yang ditawarkan oleh PBB yang juga diaminkan oleh kebanyakan penguasa muslim adalah pembentukan dua negara. Palestina dan Israel. Solusi ini tak akan pernah mampu menyelesaikan konflik Palestina-Israel. 

Israel tak mungkin mau berbagi dengan Palestina karena yang mereka inginkan adalah menguasai sepenuhnya. Bangsa yahudi ini pun tak pernah mematuhi perjanjian yang telah disepakati. Berulang kali perjanjian dibuat. Berulang kali pula mereka melanggarnya.

Sebenarnya Israel bukanlah negara yang besar dan kuat. Mereka menjadi seolah-olah kuat karena negara-negara besar di belakangnya. AS diketahui sebagai pendukung utama Israel. Dukungan melalui diplomasi di PBB, bahkan dukungan dana. Terbukti setiap tindakan tegas yang akan dijatuhkan PBB pada Israel, selalu akan diveto AS. Hasilnya Israel menjadi leluasa melakukan aksi penjajahannya di tanah Palestina. 

Bila kuatnya Israel adalah karena negara super power di belakangnya. Maka perlawanan yang sepadan untuk menghentikan penjajahan Israel di Palestina  hanyalah bila dilakukan oleh sebuah negara super power juga. Dialah Khilafah Islamiyah. Sebuah negara yang menyatukan seluruh kaum muslimin dalam satu kepenimpinan.

Masalah Palestina adalah masalah kaum muslimin, bukan hanya masalah bangsa Palestina. Karena kaum muslimin itu bagaikan satu tubuh. Bila satu bagian tubuh sakit, bagian tubuh yang lain pun ikut merasakan sakit. Maka Palestina tak boleh dibiarkan sendiri menghadapi dan menyelesaikan masalahnya. 

Maka tak cukup hanya dengan mengirimkan bantuan dana, bahan makanan, obat-obatan. Palestina memerlukan bantuan militer untuk menghadapi penjajahan Israel yang setiap saat meluncurkan serangan militer ke wilayah Palestina. 

Memang bantuan militer itu tak bisa diharapkan dari penguasa-penguasa muslim saat ini. Hanya khalifah yang memimpin khilafah yang akan mewujudkannya. Oleh karena itu kaum muslimin harus bersatu, berjuang mewujudkan negara pemersatu kaum muslimin ini. Dakwah yang sesuai metode Rasulullah saja yang akan mewujudkannya. Dakwah pemikiran, tanpa kekerasan. Wallahu a'lam bish-shawab.
 
Top