Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Urgensi Jamaah Dakwah Islam Ideologis dalam Membina Ibu dan Generasi Muda Menjadi Pelopor Perubahan

Monday, January 05, 2026 | Monday, January 05, 2026 WIB Last Updated 2026-01-05T08:42:27Z

Oleh: Ummu Zhiya 

Di tengah derasnya arus perubahan global, umat Islam menghadapi tantangan serius dalam menjaga jati diri dan perannya sebagai agen perubahan. Generasi muda dan kaum ibu dua elemen kunci dalam keberlangsungan umat justru menjadi kelompok yang paling rentan tergerus arus sekularisasi dan kapitalisme. Kondisi ini menuntut adanya solusi mendasar, bukan sekadar tambalan moral atau seruan individual, melainkan pembinaan ideologis yang terarah dan sistemik.


 Generasi Kehilangan Arah, Ibu Kehilangan Peran

Sekularisasi generasi muda berlangsung masif, baik di dunia nyata maupun ruang digital. Media sosial, industri hiburan, dan sistem pendidikan hari ini lebih banyak membentuk pola pikir pragmatis, hedonis, dan individualistik. Akibatnya, pemuda Muslim kian jauh dari identitasnya sebagai hamba Allah dan calon pelopor perubahan umat. Mereka tumbuh sebagai konsumen tren, bukan pembawa risalah.

Kondisi kaum ibu pun tak kalah memprihatinkan. Peran strategis mereka sebagai ummun wa rabbatul bayt pendidik generasi dan penjaga peradaban mengalami degradasi serius. Sistem kapitalisme memaksa banyak ibu terjebak dalam beban ekonomi dan standar hidup materialistik, sementara negara abai memberikan perlindungan dan pembinaan yang memadai. Ibu tidak lagi diposisikan sebagai pilar peradaban, melainkan sekadar tenaga produktif dan target pasar industri.

Hegemoni Kapitalisme dan Sekularisme atas Umat

Digitalisasi yang kerap dipuja sebagai kemajuan sejatinya berada di bawah hegemoni kapitalisme global. Platform digital bukan hanya alat ekonomi, tetapi juga sarana efektif penyebaran ideologi batil yang menjauhkan umat dari pemikiran Islam ideologis. Nilai-nilai liberalisme, relativisme moral, dan kebebasan tanpa batas dikemas menarik, lalu diserap tanpa filter oleh generasi muda dan kaum ibu.

Negara sekuler turut memperparah keadaan. Dengan paradigma pemisahan agama dari kehidupan, negara memandang generasi muda dan kaum ibu semata sebagai objek komersial dan demografis. Pembekalan Islam kaffah dikesampingkan, diganti dengan pendidikan nilai-nilai netral agama yang justru melahirkan generasi kehilangan orientasi hidup.

Akar persoalan ini terletak pada adopsi sekularisme dan kapitalisme sebagai dasar bernegara. Selama agama dibatasi pada ranah privat, Islam tidak akan pernah hadir sebagai solusi kehidupan. Akibatnya, problem umat terus berulang, sementara generasi dan ibu dibiarkan bertarung sendiri di tengah sistem yang menindas.

Urgensi Jamaah Dakwah Islam Ideologis

Di tengah dominasi sistem kapitalisme, kehadiran jamaah dakwah Islam ideologis menjadi kebutuhan mendesak. Jamaah ini bukan sekadar komunitas pengajian atau gerakan moral, tetapi wadah pembinaan (tatsqif) yang membentuk kepribadian Islam dan kesadaran politik umat, khususnya ibu dan generasi muda.

Allah SWT berfirman:

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

(QS. Ali Imran: 104)

Ayat ini menjadi landasan syar’i akan kewajiban adanya jamaah dakwah yang memiliki visi ideologis dan tujuan perubahan sistemik. Jamaah inilah yang membina umat agar memahami Islam bukan hanya sebagai ibadah ritual, tetapi sebagai ideologi yang mengatur seluruh aspek kehidupan.

Rasulullah ﷺ telah mencontohkan metode dakwah yang jelas dan terstruktur. Pada fase Makkah, beliau memulai dengan pembinaan intensif (tatsqif) terhadap individu-individu terpilih, membentuk generasi yang kokoh akidah dan pemikirannya. Tahap ini dilanjutkan dengan interaksi luas bersama umat, hingga berujung pada istilamul hukmi penyerahan kekuasaan untuk menerapkan Islam secara menyeluruh.

Metode inilah yang relevan untuk diterapkan hari ini. Kaum ibu dibina agar kembali memahami perannya sebagai pendidik generasi dan penjaga nilai Islam dalam keluarga. Generasi muda dipersiapkan menjadi pelopor perubahan, bukan sekadar penonton sejarah. Keduanya dipersatukan dalam jamaah dakwah Islam ideologis yang memperjuangkan tegaknya Islam kaffah sebagai sistem kehidupan.

Kebangkitan umat tidak lahir dari gerakan sporadis atau kesalehan individual semata. Ia membutuhkan pembinaan ideologis yang terorganisir dan berkesinambungan. Di sinilah urgensi jamaah dakwah Islam ideologis sebagai motor perubahan yang membina ibu dan generasi muda agar siap mengemban risalah Islam dan memperjuangkan kebangkitan peradaban.

Selama sistem kapitalisme dan sekularisme masih bercokol, pembinaan umat bukan pilihan, melainkan kewajiban. Karena hanya dengan Islam kaffah yang diperjuangkan secara kolektif dan ideologis, umat Islam dapat kembali mengambil peran sebagai khairu ummah umat terbaik yang memimpin peradaban, bukan sekadar mengikutinya.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update