Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rajab, Isra Mikraj dan Spirit Penerapan Syariat

Tuesday, January 20, 2026 | Tuesday, January 20, 2026 WIB Last Updated 2026-01-20T14:47:48Z




Oleh Ummu Aiza 

Aktivis Muslimah


Rajab dan Isra Mikraj sering diperingati oleh umat Islam sampai saat ini. Isra Mikraj adalah perjalanan Nabi saw. yang diperjalankan Allah SWT pada malam hari, dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) (Isra), lalu naik ke langit ke tujuh hingga Sidratul Muntaha (Mikraj) untuk menerima perintah salat lima waktu. Disamping Malaikat Jibril dengan tunggangan Buraq, bertemu dengan para Nabi terdahulu dan menyaksikan kenesaran Allah SWT. Peristiwa ini terjadi saat Nabi saw. bersedih (Tahun Kesedihan) sebagai penghibur dan penguatan risalahnya.

Liputan6.com, Jakarta - Peringatan hikmah Isra Mikraj 2026 menjadi momen penting bagi umat Islam untuk merenungkan kembali makna mendalam dari peristiwa agung yang dialami Nabi Muhammad saw. Peristiwa spiritual luar biasa ini akan diperingati pada Jumat 16 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 hijriyah.

Momen ini mengandung nilai spiritual yang sangat relevan dengan tantangan kehidupan di era modern saat ini. Memahami hikmah Isra Mikraj 2026 ini tidak hanya sebatas mengingat peristiwa sejarah, tetapi juga menggali pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Jumat 16-01-2026)

Benar sekali, peristiwa Isra Mikraj Rasulullah saw. harus menjadi pelajaran dan perenungan bagi kita semua. Akan tetapi umat Islam hari ini kebanyakan memaknainya sebagai perintah ibadah salat saja, ataupun sebagai ibadah mahdhah semata. Padahal bukan hanya perkara salat, lebih dari itu sebab salat adalah kinayah yang dipakai dalam hadis larangan memerangi imam selama masih menegakkan salat adalah menegakkan hukum Allah SWT.

Selain itu, dengan diterapkannya hukum sekuler secara global saat ini, jelas merupakan penentangan terhadap hukum dari Allah SWT (al-Quran). Kenapa demikian? karena jelas, hukum yang dipakai dan diterapkan saat ini bukan hukum yang berasal dari Allah SWT.

Dan ditinggalkannya syariat Islam akan membawa bencana bagi politik, ekonomi struktural, bencana sosial kemanusiaan, dan bencana alam. Dan semua itu sudah kita rasakan sampai saat ini. Firman Allah SWT, "Jika mereka berpaling (dari Syariah-Nya) maka ketahuilah bahwa Allah berkehendak untuk menimpakan musibah kepada mereka disebabkan oleh sebagian dosa-dosa mereka. Sungguh kebanyakan manusia adalah kaum yang fasik (TQS al-Maidah : 49).

"Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (Hukum) Allahbagi kaum yang yakin? (TQS al-Maidah : 50).

Harus kita fahami, bahwa dari runtuhnya Khilafah Tahun 1924 lalu, merupakan bencana besar bagi umat. Setelahnya dunia menderita dibawah kepemimpinan Kapitalisme global. Maka menegakkan kembali hukum Allah dan kepemimpinan Islam menjadi sangat urgen.

Rajab dan Isra Mikraj adalah momen membumikan kembali hukum Allah, yaitu dengan cara kembali kepada aturannya (syariah Islam), serta mencampakkan hukum sekulerisme dan menerapkan syariat Islam secara kafah.

Penjajahan di Palestina, tempat perjalanan Mikraj Rosulullah saw. yang jatuh ketangan entitas Yahudi harus dibebaskan. Begitupun penderitaan saudara-saudara kita yang menjadi minoritas Muslim di negeri-negerinya, seperti Muslim Uighur, Rohingya, Kasmir, dan lainya harus dihentikan.

Dan semua itu akan terwujud tatkala Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Dan tegaknya Khilafah Islam akan mengembalikan kemuliaan Islam dan umat Islam, serta mendapat keberkahan yang Allah turunkan dari langit dan bumi.

"Jika saja penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan  kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka telah mendustakan (ayat-ayat Kami), karena itu Kami menyiksa mereka disebabkan oleh perbuatan mereka itu (TQS al-A'raf : 96).

WalLahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update