Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kembalikan Identitas Generasi untuk Kebangkitan Hakiki

Monday, January 05, 2026 | Monday, January 05, 2026 WIB Last Updated 2026-01-05T01:11:47Z




Oleh Dra. Rahma 

Praktisi Pendidikan 


Milenial merupakan kekuatan kebangkitan dan eksistensi peradaban. Namun, saat ini generasi menghadapi berbagai persoalan serius, seperti bunuh diri, perundungan, kekerasan sadis, isu kesehatan mental, narkoba, judol, pinjol, pergaulan bebas, dan HIV/AIDS. Masalah-masalah tersebut membuat generasi saat ini, khususnya Gen Z, tersudut.

Berbagai label negatif disematkan pada Gen Z, seperti terlalu bergantung pada teknologi, kurang sabar, instan, kurang komitmen, antisosial, rentan stres, malas, dan suka rebahan. Klasifikasi generasi -Baby Boomers, Gen X, Y, Z-justru memperkuat kesenjangan generasi (generation gap), yang berkontribusi mendiskreditkan Gen Z. Semua ini terjadi di tengah dominasi sekularisme kapitalisme. Padahal, Gen Z adalah calon pemimpin masa depan dengan potensi besar sebagai penggerak perubahan. Mereka harus disela-matkan dari jebakan kapitalisme sekuler.

Generation gap adalah perbedaan nilai, sikap, dan perilaku antar kelompok usia. Meski hidup dalam ideologi sekuler kapitalisme, generasi menunjukkan karakter sosial, psikologis, dan spiritual berbeda akibat perubahan dunia: krisis politik, krisis ekonomi, dan kemajuan teknologi (internet, media sosial, Al).

Lebih dari satu abad sekularisme kapitalisme telah merusak generasi. Sekularisme memisahkan agama dari kehidupan publik, sedangkan kapitalisme menekankan materialisme. Media kapitalis sekuler memanfaatkan generation gap sebagai alat branding generasi: Gen Z melek teknologi, pragmatis, mencintai diri sendiri; Milenial optimis, loyal, fokus pencapaian. Strategi ini menjadikan tiap generasi pasar potensial.

Akibatnya, timbul individualisme ekstrem, hilangnya keteladanan, dan pembersamaan antar-generasi menurun. Generation gap bukan fenomena alami, melainkan produk ideologis kapitalisme sekuler untuk merusak identitas generasi Muslim, sehingga potensi mereka sebagai penerus risalah Rasulullah saw. terancam. Generasi muda kehilangan arah, tidak memahami Islam kaffah, terjerumus kerusakan, dan mudah dibajak ideologi sekuler.

Dalam Islam, generasi dipandang sebagai rangkaian yang saling terkait, bukan kesenjangan. Islam menekankan saling menasihati antar-generasi berdasarkan syariat untuk mewujudkan amal salih. Perbedaan usia dan pengalaman adalah hikmah untuk saling melengkapi.

Rasulullah saw. membangun komunitas solid tanpa memisahkan usia. Akidah dan syariat Islam menjadi penyatu lintas generasi. Setiap generasi memiliki iman dan peran penting dalam perjuangan dakwah dan pembangunan peradaban. Beliau memberdayakan semua usia-anak-anak, remaja, dewasa, hingga tua-sesuai kapasitas untuk mewujudkan peradaban Islam di Madinah.

Keberhasilan Rasulullah saw. terletak pada peleburan  generasi dalam jemaah (hizbullah), menghadapi tantangan sistem jahiliyah, perpecahan suku, dan kerusakan moral. Beliau menanamkan akidah, syariat, dan perjuangan dengan kasih sayang dan teladan. Semua generasi dianggap sama: insan, hamba Allah, dan khalifah fil ard (pemimpin peradaban). Setidaknya ada empat strategi yang dapat dilakukan untuk mengembalikan identitas generasi. Pertama, pembinaan intensif dengan menanamkan akidah kokoh, keteladanan, dan pembersamaan dalam menghadapi masalah hidup.

Kedua, dialog iman. Menjelaskan akidah, syariat, dan khilafah dengan bahasa yang mudah dipahami, seperti GPS kehidupan. Tidak dogmatis, tetapi membuka ruang diskusi.

Ketiga, konstruksi ideologi Islam. Menegaskan Islam sebagai solusi rasional dan spiritual atas krisis hidup, mencakup politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hukum.

Keempat, kolaborasi lintas generasi. Memanfaatkan generasi muda digital native untuk dakwah di media sosial, dengan arahan jamaah ideologis, sehingga menciptakan opini masif dan kuat.

Dengan langkah-langkah ini, identitas generasi dapat dikembalikan untuk mewujudkan kebangkitan peradaban Islam yang hakiki. Wallahu'alam bi al-shawwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update