Oleh Iin Parlina
Ibu Rumah Tangga
Setiap tahun di indonesia, kita memperingati bulan Keselamatan dan Kesejahteraan Kerja (k3) Nasional. Ini adalah waktu khusus untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga keamanan dan kesehatan ditempat kerja kita semua, dari karyawan hingga manajemen puncak harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Menekankan K3 ditempat kerja sangat penting untuk menjamin setiap orang bisa bekerja dalam kondisi yang baik dan pulang dengan selamat ke rumah setiap hari. Keselamatan dan Kesehatan kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaanya, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut, keselamatan dan kesehatan kerja juga merupakan suatu usaha untuk mencegah setiap perbuatan atau kondisi tidak selamat, yang dapat mengakibatkan kecelakaan.
Berdasarkan undang-undang, jaminan keselamatan dan kesehatan kerja itu diperuntukkan bagi seluruh pekerja yang bekerja disegala tempat kerja, baik dibarat, didalam tanah, dipermukaan air, didalam air maupun diudara, yang berada didalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia, jadi pada dasarnya, setiap pekerja di indonesia berhak atas jaminan keselamatan dan kesehatan kerja.
Jika terjadi pelanggaran terhadap UU keselamatan dan kesehatan kerja misalnya pengusaha tidak menyediakan alat keselamatan kerja atau perusahaan tidak memeriksakan kesehatan dan kemampuan fisik pekerja maka akan menghadapi ancaman pidana. UU ini memuat ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak 15.000.000(lima belas juta rupiah) bagi yang tidak menjalankan ketentuan UU tersebut.
Inilah ciri khas potret hasil buah sistem kapitalisme yang menjadikan buruh sebagai tumbal untuk mencapai keuntungan yang maksimal. Sehingga tidak memedulikan rakyat semakin menderita dan terus dijadikan korban praktik pengusaha. Hal lain pula didukung support sistem dari negara yang selalu takluk pada kepentingan oligarki untuk siap melayani meski resiko dan kerugian ditanggung oleh rakyatnya. Bersikap lemah dan tidak tegas atas hak sanksi terhadap perusahaan yang lalai. Itulah wujud bentuk negara yang terjajah dan terjerat sistem kapitalisme yang sekarang sudah mengakar kuat dinegeri kita. Rakyat akan terus menerus tertekan dan harus siap menjadi sasaran target korban ke depan. Sungguh bukti nyata kegagalan sistem kapitalisme telah nampak, tak ada jaminan keselamatan bagi para pekerja.
Islam mempunyai pandangan sendiri mengenai pekerjaan. Bahwasannya pekerjaan adalah ibadah yang wajib dilaksanakan bukan hanya semata-mata kebutuhan melainkan kewajiban yang harus dijalankan agar terbebas dari kemurkaan Allah SWT. Pernah suatu ketika khalifah Umar Bin Khattab menegur pemuda yang suka tiduran ke mesjid tanpa bekerja, contoh tersebut menggambarkan bahwa islam tidak menyukai penganutnya hanya berpangku tangan saja. Tidak berarti juga negara lepas tangan atas keperluan rakyatnya meskipun rakyat bisa mandiri menangani segala kebutuhan hidupnya.
Fungsi Negara adalah pengatur dan pengurus semua kepentingan umat. Maka dari itu jikalau ada rakyat yang kesulitan dalam bekerja atau dalam hal yang lain, maka negara wajib memberikan solusi permasalahanya. Negara juga mempunyai peran penting untuk selalu siap jadi garda terdepan melindungi rakyatnya dalam hal yang membahayakan. Tidak seperti halnya sistem sekarang ini, jaminan keselamatan diserahkan kepada masing-masing individu para pekerja meskipun terlihat jelas ada resiko yang menimpanya, menerima dengan tangan terpaksa sebab tidak ada pilihan lain selain bertahan untuk mencukupi kebutuhan hajat hidup.
Satu-satunya jalan solusi agar terbebas dari sistem penjajahan hanyalah kembali pada aturan pencipta. Jika aturan islam kaffah diterapkan maka penjajahan harus ditiadakan, karena islam mengajarkan kemaslahatan bukan kemudharatan. Dari sinilah islam akan menyisihkan rintangan yang menghalangi kepentingan umat bukan kepentingan penguasa ataupun pengusaha . Demikianlah islam mewariskan dari generasi ke generasi dengan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman bekalan hidup didunia agar umatnya mengambil pelajaran karena bentuk Allah itu sayang pada makhluknya. Allah SWT Berfirman: " Sungguh, kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur'an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran."(QS. Qamar:17).
wallahu alam bisshawab…

No comments:
Post a Comment