Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Guru dikeroyok Siswa, Cermin Pendidikan Sekuler

Wednesday, January 28, 2026 | Wednesday, January 28, 2026 WIB Last Updated 2026-01-28T13:22:03Z

Oleh: Isheriwati, SPdi 


Selasa (13/1/2026) seorang guru (Agus) berjalan didepan kelas dan mendengar salah satu siswanya menegurnya dengan kata-kata tidak pantas. Siswa itu menegur dengan tidak hormat dan tidak sopan dengan meneriakkan kata tidak pantas kepada gurunya.

Mendengar ucapan itu, guru (Agus ) masuk kedalam kelas tersebut meminta siswa dikelas itu untuk mengaku siapa yang mengucapkan kalimat tak pantas tersebut. Salah satu siswapun mengaku dan menantang dirinya, sehingga Ia pun menampar siswanya itu." saya masuk kelas memanggil siapa yang meneriakkan saya seperti itu. Dia langsung menantang saya, akhirnya saya refleks menampar muka dia " ujarnya.

Menurut Agus, tindakan itu sebagai bentuk Pendidikan moral. Namun siswa tersebut bereaksi marah. kejadian bergulir sampai dimediasi oleh guru-guru lainnya.

Sejumlah siswa mengaku Agus telah menghina salah satu murid dengan perkataan ' miskin ' yang memicu keributan tersebut, namun menurut Agus perkataan itu konteks motivasi dan tidak bermaksud menghina. Dari pengeroyokan itu Agus mengalami memar badan dan pipinya.

Kisah diatas hanyalah sekelumit fakta rusaknya generasi saat ini. yang menjadikan tanda tanya besar adalah beragam kurikulum pernah dijajal namun tak membuahkan hasil yang memuaskan.  

   Kasus diatas menjadi bukti generasi sekarang semakin tak terkendali. Penganiayaan dan pelaporan terhadap orangtua kepada guru kerap terjadi tanpa dilakukan klarifikasi atau sekedar berdiskusi mencari solusi secara kekeluargaan. Susah benar mendidik generasi saat ini. Tutur kata tak lagi menunjukkan penghormatan kepada sang guru. Berani melawan hinggga tega membunuh sang guru tatkala diingatkan. 

Pada akhirnya, guru hanya sekedar mengajar, bukan mendidik karena sudah dirundung keputusasaan. Orangtua yang kurang perhatian terhadap anak mereka, pasrah saja kepada sekolah tanpa memonitor perkembangan pendidikannya di sekolah. Yang penting sarana administrasi sudah terpenuhi, pikir mereka. 

Sempurnalah kehancuran kepribadian generasi. Guru tak perhatian, orangtua tak memberi kasih sayang. Negara tak menjamin pelayanan pendidikan yang dibutuhkan.

Memang susah mendidik generasi disistem sekuler sekarang ini. Mereka hanyalah korban. Yang mereka butuhkan adalah perhatian dan kelembutan dari tangan-tangan teladan, guru dan orangtua.

Di tengah langkanya peran negara, kesadaran pendidiklah yang dibutuhkannya. Kasih sayang orangtualah tempat bernaungnya. Namun, apa daya, lagi-lagi sistem merusak mereka. 

Sistem sekuler hari ini adalah sistem jahat yang telah menelanjangi iman setiap insan. Islam tak lagi dijadikan pedoman dalam kehidupan. Keimanan pun dinomorduakan. Islam hanya sebagai agama ritual sekedar wujudkan rukun Islam. Rukun Iman hanya terucap di lisan. Minim dalam perbuatan. Berharap generasi membaik tatkala sistem sekuler yang diterapkan hanyalah khayalan.

Pendidikan hendaknya menjadikan peserta didik memahami Islam sebagai jalan hidup, kurikulum pendidikan haruslah yang berlandaskan aqidah Islam. sehingga lahir generasi yang tinggi akhlaknya, cerdas akalnya, dan kuat imannya.

Sementara sistem pendidikan sekuler menjadikan aqidahnya sekulerisme, yang hanya melahirkan persoalan generasi yang kian brutal dan minus kepribadian.

Hanya sistem pendidikan Islamlah yang mampu menjadikan generasi yang beradab, berta'dzim kepada guru sehingga menjadi siswa yang betul-betul memiliki kepribadian islam yang kuat, yang jauh dari kata: "Murid mengeroyok guru " justru kebalikannya murid selalu menghormati guru.

Kondisi diatas hanya akan terwujud jika sistem pemerintahannya pun juga sistem islam, negara memastikan kulikulum berlandaskan akidah islam, setiap mata pelajaran diarahkan untuk membentuk kepribadian islam.

Sistem pemerintahan islam tak sekedar sebagai juru selamat kita semua tapi juga dunia. Sistem Khilafah sebutannya. Selama 13 abad, sistem Khilafah mampu membangun generasi beriman, berilmu dan bermartabat.

Maka sudah seharusnya sistem pemerintahan Islamlah yang harus diterapkan agar tidak terjadi lagi kasus kekerasan dalam lingkungan sekolah maupun di segala lini kehidupan.

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update