Oleh: Suryani
ANTARA – Kementrian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengutuk keputusan sewenang-wenang israel untuk membatalkan izin kerja 37 organisasi kemanusiaan internasional yang beroperasi di wilayah palestina yang diduduki, khususnya di jalur Gaza.
Melalui pernyataan, kemlu menolak alasan israel atas pemberlakuan larangan tersebut, menekankan bahwa organisasi-organisasi ini memberikan dukungan kemanusiaan, layanan kesehatan, dan lingkungan yang penting bagi warga palestina, terutama di Gaza, di tengah agresi israel praktik taktik kelaparan dan serangan terhadap kamp-kamp pengungsi ditepi barat.
Israel sangat ingin menguasai tanah Palestina dan ini bukan hanya mencakup agama tetapi sangat kompleks jika disandingkan dengan keuntungan ekonomi. Sebagai penguat saja seperti dikutip dalam situs KOMPAS.com dimana Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan 158 perusahaan yang terlibat dalam pemukiman ilegal israel di wilayah palestina, termasuk yerusalem timur. Kantor komisaris tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyatakan perusahaan tersebut berasal dari 11 negara berbeda. Perusahaan-perusahaan tersebut berfokus pada kegiatan bisnis yang berkaitan dengan kontruksi, real state, pertambangan, dan penggalian. Jadi, bisa dikatakan tanah palestina merupakan tanah yang menguntungkan bagi israel sehingga tidak mudah bagi mereka untuk melepasnya dan ini dikaitkan dengan lamanya israel berusaha untuk merebut tanah palestina bahkan solusi-solusi sebelumnya tidak dapat memerdekakan palestina sepenuhnya. Tidak terkecuali solusi negara ini yang belum di terapkan namun sudah mendapat banyak respon bahwa bisa saja solusi tersebut justru membuat israel lebih longgar dalam menguasai palestina karena sudah dapat menguasai separuh tanah palestina.
Bukan rahasia umum lagi bahwa israel tidak dapat memenuhi perjanjian gencatan senjata, meskipun gencatan senjata telah di umumkan gerakan genosida yang di lakukan tidak di hentikan. Ini menjadi bukti nyata bagi kita bahwa gencatan senjata bukanlah solusi untuk membebaskan Gaza,palestina dari penjajahan dan penderitaan. Khusu bagi orang-orang muslim tentu ini bisa membuka mata kita bahwa dalam membela tanah dan agama kita perlu persatuan dari kita dan pengorbanan dan itu hanya dapat di wujudkan dengan jihad dan khilafah.
Dengan kebisuan negara lain terutama bagi negara muslim sebagai bukti bahwa rasa empati dan kemanusiaan kini telah memudar, sekaligus juga menjadi tanda bahwa ada pengaruh signifikan yang membekap perilaku dan moralitas individu.
Analisis:
Pertama, adanya nasionalisme modern yang menekankan kepentingan nasional diatas nilai universal seperti keadilan atau solidaritas dan juga kemanusiaan, negara cenderung lebih peduli terhadap keamanan dan kepentingan nasional sendiri dibandingkan memperjuangkan hak asasi rakyat palestina. Kedua, banyak negara terutama negara muslim secara otoritas mendukung palestina tetapi tidak mengambil langkah konkret karena takut merusak hubungan diplomatik, menempatkan stabilitas nasionalnya dan juga internalnya diatas solidaritas internasional ataupun kepedulian terhadap sesama ummat muslim. Ketiga, adanya pengaruh geopolitik terutama dari negara amerika serikat, mendorong negara arab ataupun negara lainya untuk mengutamakan kerjasama politik maupun ekonomi yang menguntungkan. Keempat, keinginan negara tidak ingin terganggu dan mendapatkan ancaman dari luar meskipun tidak memiliki keterikatan terhadap negara-negara besar yang memberikan pengaruh terhadap negaranya, lebih memilih diam tidak melakukan apapun agara negara nya aman dan baik-baik saja.
Itu semua terjadi karena setiap negara sangat mementingkan keuntungan atau upaya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi serta menjaga eksistensi negaranya, tidak salah karena memang saat ini kita hidup di bawah sistem kapitalisme yang mengutamakan keuntungan diatas nilai kemanusiaan. Sistem kapitalisme hadir akibat dari sekulerisme adanya dasar pemisahan agama dari kehidupan akibatnya tidak ada standar dalam berperilaku dan kebebasan sangat di tekankan sehingga manusia bebas mengatur diri mereka sendiri mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dengan mengabaikan segala sesuatunya.
Kontruksi islam:
Satu-satunya solusi hakiki untuk membebaskan palestina yaitu jihad dan khilafah. Jihad berarti memperjuangkan atau bersungguh-sungguh untuk menegakkan kebenaran, ini merujuk pada perjuangan untuk membela diri, membebaskan tanah yang diduduki dan melawan bentuk kekerasan kemanusiaan, perlawanan ini adalah kewajiban untuk mempertahankan hak-hak umat islam dan kedaulatan atas tanah palestina.
Khilafah merujuk pada sistem pemerintahan islam global yang di pimpin oleh seorang khilafah, yang bertujuan untuk memelihara agama dan mengatur urusan dunia berdasarkan syariat. Bahwasanya masalah palestina tidak akan terselesaikan selama umat islam masih terpecah-pecah dalam negara bangsa, umat islam harus bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan dan tanah kaum muslimin oleh karenanya yang menjadi satu-satunya solusi dalam membebaskan tanah palestina yaitu merampasnya kembali dari tangan penjajah dengan cara jihad atau perang di jalan allah SWT.
Dengan di tegakkan nya Khilafah juga akan memperkuat ukuwah islamiyah dalam diri setiap individu, ukuwah islamiyah adalah ikatan persaudaraan yang di bangun atas dasar iman dan akidah islam dari kecintaan terhadap allah. Dalam islam yang berarti persaudaraan antar sesama muslim, yang mana bukan sekedar hubungan sosial biasa, tetapi ikatan spiritual yang kuat karena didasari keimanan dan ketaatan terhadap ajaran islam. Ukuwah islamiyah menyadarkan kita untuk peduli karena ia membangun ikatan batin dan rasa tanggung jawab terhadap sesama, melenyapkan batas sempit dan mendorong tindakan nyata demi kebaikan bersama.
Ukuwah islamiyah adalah fondasi kuat yang mengikat umat islam sebagai satu kesatuan, umat yang saling mencintai, menolong, dan peduli. Dengan ukuwah ini, umat di ajak untuk tidak egois, menjaga persatuan dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.
Wallahu’alam.

No comments:
Post a Comment