Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bersatu, Wujudkan Ukhuwah

Friday, January 23, 2026 | Friday, January 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T08:12:06Z

 


Oleh: Izzah Saifanah


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan pemimpin baru Venezuela, Delcy Rodríguez, bahwa ia dapat "membayar harga yang sangat mahal, mungkin lebih mahal daripada Maduro" jika ia "tidak melakukan apa yang benar". Dalam sebuah wawancara dengan The Atlantic pada Minggu (04/01), Trump menyebut bahwa bagi Venezuela, "Perubahan rezim, apa pun sebutannya, lebih baik daripada yang ada sekarang. Tidak mungkin menjadi lebih buruk." (BBC, 5/1)


Hingga saat ini Amerika Serikat (AS) masih memegang posisi sebagai negara adidaya. Sekaligus sebagai jantung utama peradaban Kapitalisme. Namun, berbagai gejolak politik, militer, ekonomi dan sosial yang menerpa AS semakin menunjukkan bahwa negara tersebut sebenarnya sedang sempoyongan meski sekadar mempertahankan eksistensinya.


Instabilitas kondisi dunia saat ini tidak terlepas dari kepemimpinan Amerika Serikat (AS) yang amoral dan arogan. Berbagai macam cara dilakukan AS untuk menghegemoni dan mengeksploitasi negara lain. AS dengan ideologi kapitalis paganismenya senantiasa berusaha mempertahankan status quo sebagai satu-satunya negara yang mengendalikan percaturan politik global.


Istilah “the sick man” mengacu ketika Barat (Eropa) menjuluki Khilafah Islam Utsmani mulai kehilangan pengaruh karena kelemahan yang dimiliki. Amerika, mewakili Dunia Barat (West), sebagaimana Eropa, saat ini dianggap sebagai pengendali dunia. Namun, Amerika dengan ideologi kapitalisme sekularnya ternyata tidak pantas secara moral mewakili klaim ideologis kedigdayaan nilai-nilai demokrasi Barat. Sikap pecundang yang diperlihatkan oleh “Trump and his gangs” membuat dunia secara umum dan Barat sendiri muak. Mereka tidak mau lagi menjadikan Amerika sebagai rujukan untuk praktik pemerintahan demokrasi.


Fakta ini adalah puncak gunung es dari berbagai kebobrokan yang lainnya akibat penerapan kapitalisme Barat. Masih banyak keburukan lainnya dalam berbagai bidang kehidupan.Tentu merupakan kejahilan jika kaum muslim menaruh harapan dan kepercayaan kepada negara-negara Barat kafir penjajah seperti AS yang begitu vulgar memusuhi umat Islam. 


Mereka telah banyak menyebabkan penderitaan yang luar biasa bagi kaum muslim. AS, misalnya, mendukung penuh negara Zion*s dalam genosida di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 43.000 warga sipil, yang mayoritasnya adalah wanita dan anak-anak. Dengan dukungan AS, Zion*s Yahudi menjatuhkan 85.000 ton bom di Gaza sejak Oktober 2023. Ini setara dengan 5,6 kali lipat bom atom yang dijatuhkan oleh AS di Hiroshima.


Oleh karena itu, umat Islam sedunia harus menempatkan negara-negara kafir penjajah, seperti Amerika Serikat, sebagai negara yang tidak akan berhenti menimpakan derita kepada umat. Maha Benar Allah yang berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan teman kepercayaan kalian dari kalangan orang-orang selain kalian. Mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudaratan bagi kalian. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, sementara apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepada kalian ayat-ayat (Kami) jika saja kalian berpikir.”


Kaum muslim semestinya membangun kekuatan sendiri untuk menyelesaikan urusan mereka. Tidak bergantung pada negara-negara kafir penjajah, seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, Rusia, ataupun RRC. Umat Islam sedunia akan menjadi kekuatan adidaya jika bersatu dan menyatukan seluruh potensi yang mereka miliki. Jumlah mereka hampir dua miliar. Sumber daya alam mereka luar biasa berlimpah. Potensi geopolitik dan geostrategis mereka sangat menguntungkan. Kekuatan militer mereka juga sangat besar.


Namun demikian, semua potensi dan kekuatan itu tidak ada artinya saat umat tidak memiliki political will untuk bersatu dan membangun kekuatan adidaya. Potensi dan kekuatan yang luar biasa itu hanya akan seperti buih-buih di lautan yang segera lenyap ditelan gelombang. Juga tidak ada artinya potensi dan kekuatan dunia Islam yang sangat besar itu jika kaum muslim masih dipimpin oleh para penguasa yang masih mau menjadi budak negara-negara kafir penjajah.


Oleh karena itu, umat Islam sedunia harus sudah mulai bergerak untuk bersatu dalam ukhuwah islamiah. Mereka harus segera menghapuskan sekat kebangsaan, tapal batas, dan kepentingan sektoral. Semuanya wajib disatukan dalam ukhuah islamiah dalam naungan sistem pemerintahan Islam global, yakni Islam kaffah. Inilah satu-satunya institusi yang sah menurut syariat sebagai wadah persatuan umat Islam sedunia. Institusi ini pula yang akan menjadi adidaya pelindung umat dari berbagai tikaman negara-negara kafir penjajah Barat maupun Timur. Hanya dengan itulah umat Islam akan meraih kembali posisinya sebagai umat terbaik (Khairu Ummah).

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update