Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sistem Kapitalis Merusak Moral

Sunday, December 07, 2025 | Sunday, December 07, 2025 WIB Last Updated 2025-12-07T14:27:43Z

 


Penulis: Teh nea (Komunitas Ibu Peduli Generasi)


Dilansir dari pemberitaan di televisi dan media sosial, setiap hari selalu ada berita kriminal, baik berupa pembunuhan, perzinahan, pencurian, perselingkuhan, dan lain-lain. Yang paling miris, ada seorang anak yang tega membunuh orang tuanya hanya karena keinginannya tidak terpenuhi, dan sebaliknya bahkan anak SD pun sudah tega membunuh temannya sendiri.


Kenapa hal ini terjadi? Karena manusia telah jauh dari Allah Swt, akibat sistem yang menjauhkan agama dari kehidupan.


Sistem kapitalis melahirkan demokrasi, dan buah dari demokrasi adalah lahirnya 4F (Food, Fun, Fashion, dan Film) serta kebebasan seperti kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, kebebasan bertingkah laku, dan kebebasan kepemilikan.


Karena sistem yang diemban sekarang adalah sistem kapitalis sekuler, atau memisahkan agama dari kehidupan, maka seluruh aspek kehidupan pun rusak.


Sebagai contoh, dalam pergaulan atau berperilaku di dalam sistem sekarang, tidak ada batasan antara laki-laki dan perempuan. Mereka bebas bergaul dan bebas berpacaran, padahal dalam Islam pergaulan ada batasannya dan pacaran itu diharamkan karena mendekati zina.


Dalam berpakaian dapat kita lihat sekarang, banyak perempuan yang berani mengumbar aurat dengan pakaian terbuka walaupun di tempat umum. Padahal Allah Swt  telah memerintahkan dalam QS. Al-Ahzab ayat 59 bahwa perempuan harus menutup aurat. Menutup aurat adalah kewajiban bagi kaum muslimah. Karena adanya kebebasan berpakaian, maka banyak terjadi pelecehan seksual sehingga mengundang kejahatan. Mereka justru mengikuti tren, mengidolakan artis atau budaya barat, dan tidak mengindahkan aturan Allah.


Sudah jelas dalam QS. Al-Ahzab ayat 59, Allah telah mewajibkan kaum muslimah untuk menutup auratnya.


Dalam pendidikan, sistem sekuler mencetak generasi yang hanya berorientasi pada pekerjaan dan materi semata, sedangkan akidah dan akhlak tidak disirami dengan agama. Berbeda dengan Islam, pendidikan diprioritaskan pada akhlak dan akidah. Jiwa dan raga disirami dengan ajaran agama sehingga dapat melahirkan ilmuwan-ilmuwan cemerlang seperti Ibnu Sina, Imam Malik, Imam Hanafi, dan Imam Hambali, yang ilmunya bermanfaat hingga kini. Bahkan Muhammad Al-Fatih, di usia yang masih sangat muda, sudah mampu menaklukkan Konstantinopel.


Di dalam sistem kapitalis terdapat kebebasan kepemilikan, semua orang bebas memiliki apa yang dikehendakinya asalkan ia mempunyai modal. Ia bebas memiliki perusahaan, memiliki rumah yang banyak, ataupun bisa juga membeli pulau dan mengumpulkan aset sebanyak-banyaknya, asalkan memiliki modal. Seperti yang terjadi sekarang ini, banyak orang yang bisa memiliki pulau, membeli pulau, dan lain-lain. Akibatnya, manusia menjadi serakah dan mempunyai ego yang sangat tinggi.


Sudah jelas bahwa sistem kapitalis dan pemahaman barat telah merusak segala aspek kehidupan. Hendaklah kita meninggalkannya dan kembali kepada sistem Islam yang benar, yang aturannya dibuat oleh Allah Swt. bersumber pada Al-Qur’an dan hadis, bukan aturan buatan manusia seperti saat ini. Hanya dengan Islam, hidup akan menjadi tenang, damai, dan tentram. Karena sejatinya, Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update