Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pluralisme dan Sinktetisme Agama Bertentangan dengan Islam

Monday, December 01, 2025 | Monday, December 01, 2025 WIB Last Updated 2025-12-01T07:32:56Z



Oleh : Sri Nawangsih

(Ibu Rumah Tangga) 


Belakangan ini Kemenag kembali menonjolkan kampanye toleransi, termasuk rencana menggelar Natal Bersama dan peluncuran Kurikulum Cinta. Program ini dikemas sebagai upaya merawat kerukunan, namun di baliknya terdapat kekhawatiran tentang penguatan pluralisme dan sinkretisme agama dua konsep yang menyamakan agama-agama atau mencampurkannya atas nama harmoni. Dalam perspektif Islam, ini jelas berbahaya bagi akidah.


Islam mengakui keberagaman agama di masyarakat, namun menolak pluralisme yang menganggap semua agama sama benarnya. Banyak dalil menegaskan bahwa satu-satunya agama yang diridhai Allah adalah Islam. Karena itu, mencampurkan Islam dengan ajaran agama lain atau menganggap semuanya setara adalah sikap yang bertentangan dengan akidah. Rasulullah ﷺ juga menegur keras upaya membaca Taurat untuk mencari kebenaran setelah turunnya Islam.


Adapun sinkretisme agama, seperti ritual lintas agama atau perayaan bersama, juga bertentangan dengan prinsip Islam. Allah melarang mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan. Karena itu, toleransi tidak boleh diwujudkan dalam bentuk kompromi keyakinan. Sikap toleransi dalam Islam jelas batasnya: tidak memaksa orang lain memeluk Islam, tidak mencela sesembahan mereka, namun tetap menegaskan perbedaan akidah dan menolak penyamaan agama.


Permasalahan umat hari ini bukanlah kurangnya toleransi, tetapi dampak dari sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Sistem inilah yang melahirkan ketidakadilan, kemiskinan, serta maraknya kemaksiatan. Karenanya, konflik yang muncul bukan disebabkan intoleransi, tetapi oleh aturan-aturan yang tidak berlandaskan syariah.


Sejarah menunjukkan bahwa penerapan syariah secara kaffah dalam institusi Khilafah justru menghadirkan toleransi yang nyata. Contohnya ketika Umar bin al-Khaththab ra. menaklukkan Baitul Maqdis dan memberikan jaminan keamanan bagi kaum Nasrani tanpa mencampur keyakinan. Inilah bukti bahwa kerukunan sejati dapat terwujud tanpa pluralisme dan sinkretisme, melainkan dengan tegaknya hukum Allah dalam seluruh aspek kehidupan.


Wallahu'alam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update