Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pembenaran Genosida Dilakukan Israel: Keuntungan Diatas Nilai Kemanusiaan

Wednesday, December 10, 2025 | Wednesday, December 10, 2025 WIB Last Updated 2025-12-10T00:21:27Z

 


Oleh: suryani


Kairo (ANTARA) – Hamas mengecam upaya kazakhstan memulihkan hubungan dengan israel dengan bergabung dalam perjanjian abraham (Abraham Accords).


Presiden AS Donald Trump kemudian secara resmi mengumumkan bahwa kazakhstan akan bergabung dengan negara-negara yang telah menormalisasi hubungan dengan israel. Pada tahun 2020, AS meluncurkan proses untuk memulihkan hubungan israel-arab dan menandatangani serangkaian dokumen yang di kenal sebagai Abraham Accords. Unit emirat arab, bahrin, dan maroko bergabung dalam perjanjian itu. 


Sementara itu gedung putih sendiri talah mengungkapkan keinginan agar lebih banyak negara arab yang menormalisasi hubungan dengan israel selama masa jabatan kedua Trump sebagai presiden. Bukan tampa sebab, itu dilakukan adalah sebagai salah satu bentuk upaya untuk menekan bangkitnya Khilafah atau negara islam menekan sistem yang menekankan syariat islam untuk pengaturan kehidupan, sehingga tidak heran yang menjadi sasaran adalah negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim. Terlebih lagi AS saat ini menjadi negara yang disebut sebagai pemimpin dunai sehingga dengan mudah mengikat negara-negara lain melalui hubungan diplomatik dan ekonomi. akibat dari hubungan ini banyak negara termasuk negara muslim itu sendiri hanya bisa diam melihat genosida yang dilakukan oleh israel, dan secara tidak langsung menormalisasi hal tersebut.


Memahami dasar masalah:


Pertama, adanya hubungan geopolitik atau aliansi tertentu, terutama untuk Amerika Serikat, memiliki aliansi strategis dan hubungan militer maupun ekonomi terhadap israel, dukungan ini seringkali di wujudkan melalui hak veto di dewan keamanan PBB, yang secara efektif dapat melumpuhkan upaya resolusi internasional untuk gencatan senjata atau tindakan tegas terhadap israel. Kedua, keuntungan ekonomi, negara-negara lain bisa diam karena ketergantungan mereka terhadap bantuan, investasi, atau kerjasama militer. Ketiga, kekhawatiran akan dampak ekonomi , seperti potensi sanksi, pembatasan perdagangan, atau hilangnya investasi dari negara-negara pendukung israel, yang membuat banyak negara ragu untuk mengambil sikap tegas. 


Normalisasi hubungan, termasuk beberapa negara arab telah memulai proses normalisasi hubungan dengan israel (kesepakatan abraham). Hal ini menciptakan perpecahan dan melemahkan front persatuan yang bisa melemahkan israel itu disebabkan karena memprioritaskan stabilitas domestik dan hubungan dengan negara-negara barat daripada mengambil risiko konflik terbuka dengan israel atau pendukungnya.


Itu semua terjadi karena setiap negara sangat mementingkan keuntungan atau upaya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi, tidak salah karena memang saat ini kita hidup di bawah sistem kapitalisme yang mengutamakan keuntungan diatas nilai kemanusiaan. Sistem kapitalisme hadir akibat dari sekulerisme adanya dasar pemisahan agama dari kehidupan. Sehingga manusia merasa mampu mengurus hidup mereka sendiri bahkan dalam skala negara dalam pengaturan kehidupan. Padahal nyata mereka tidak mampu dan akibat dari tidak menerapkan nya hukum allah SWT yang elah di tetapkannya sehingga terjadi pengrusakan di mana-mana. Jadi, akar masalah terletak pada sistem yang diterapkan bagaimanapun bentuk solusi yang tawarkan selagi akar masalahnya tetap sama makan solusi itu hanya solusi sementara.


Pandangan dan solusi islam:


Islam memandang keheningan terhadap kezaliman dan penindasan sebuah dosa besar. Seperti firman allah dalam (Qs. AL-Ma’idah [5]:8) yang berbunyi “hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang menegakkan kebenaran karena allah, menjadi saksi yang adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adil lah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Larangan mendukung penindas (Al-wala): diharamkan bagi seseorang muslim untuk bersekutu atau tunduk pada kekuatan yang secara terang-terangan mendukung penindasan (kezaliman) dan melanggar hak-hak asasi manusia.


Islam menawarkan solusi sistemik: pertama, menggantikan sistem PBB yang timpang dari sistem yang didasarkan pada musyawarah dan kedaulatan hukum yang universal (syariat) yang menjamin hak semua individu. Kedua, membangun kembali kesatuan politik (wahdatul ummah) dibawah satu payung kepemimpinan yang kuat untuk menciptakan kekuatan penyeimbang baru dapat menentang hegemoni yang tidak adil. Ketiga, jihad di jalan allah, menegakkan kebenaran dan menghilangkan kezaliman, yang mencakup upaya diplomatik, politik, ekonomi, hingga pertahanan diri. Sehingga satu-satunya solusi mengenai kebebasan Palestina adalah jihad dan khilafah yaitu kebangkitan islam dan berperang di jalan allah demi kebenaran dan kebebasan


Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update