Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MEMBACA MUSIBAH AKHIR TAHUN DALAM AL- QUR'AN.

Monday, December 29, 2025 | Monday, December 29, 2025 WIB Last Updated 2025-12-29T12:26:53Z


 



Oleh :Yani Riyani

Status :Ibu Rumah Tangga


Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurzal Menyampaikan arahan keras kepada seluruh perangkat pemerintahan di Kabupaten Bandung agar segera menggerakkan Nusantara Menanam pohon secara luas dan berkelanjutan,mulai dari level kecamatan hingga desa. Dorongan tersebut muncul sebagai langkah cepat untuk memulihkan kembali keseimbangan ekosistem,khususnya diarea-area yang kini mengalami kerusakan parah akibat hilangnya tutupan hijau.


Ia menjelaskan bahwa perubahan fungsi lahan dikawasan perbukitan dan pegunungan Kabupaten Bandung sudah berada dititik yang mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan segera.

( Dikutip dari Tribun Jabar 26/12/2025)


Bukan saja di Kabupaten Bandung musibah banjir diberbagai wilayah di Indonesia musibah banjir kembali terjadi pada akhir- akhir ini.

Ini bukan hanya persoalan alam dan teknis melainkan karena sistem sekuler dan kapitalisme yang diterapkan di Indonesia yang hanya mementingkan semata untuk para individu dan kaum oligarki sehingga ilegal dan legal logging yang menyebabkan kerusakan alam hingga terjadinya banjir yang tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh mereka, para pelaku yang terkesan saling tuduh.


Dalam pandangan Islam banjir yang terjadi bukan hanya persoalan teknis melainkan juga peristiwa sosial dan spiritual yang perlu dibaca secara lebih mendalam.

Dalam Al- Quran bencana alam tak selalu dimaknai sebagai hukuman Tuhan,tetapi sebagai ujian,peringatan,dan sarana refleksi agar manusia memperbaiki relasinya dengan Allah,sesama manusia dan alam semesta.


Pembacaan semacam ini menjadi penting agar musibah tidak melahirkan sifat fatalistik,melainkan kesadaran etis dan tanggung jawab kolektip.

Adapun penyebab musibah banjir bisa terjadi karena berbagai faktor:

Pertama karena Alam yaitu karena curah hujan sangat tinggi,topografi cekungan,kemiringan lereng curam.

Kedua karena ulah manusia,membuang sampah sembarangan disungai,penebangan pohon( deforestasi) dihulu sungai menyebabkan mengurangi resapan air,pembangunan pemukiman dibantaran sungai,kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.


Dampaknya pun banyak merugikan diberbagai faktor

Pertama faktor ekonomi: kerusakan rumah,harta benda dan terhambatnya aktifitas ekonomi.

Kedua faktor kesehatan: penyebaran penyakit dan tercemarnya air.

Ketiga faktor korban jiwa: terseret air dan luapan air yang datang tiba-tiba tiba.


Al- Qur'an menegaskan "Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan tangan manusia,( melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari( akibat )perbuatan mereka agar mereka kembali ( kejalan yang benar)

( TQS ar-Rum(30)ayat(41)

Kata lain cara pencegahan banjir dapat dilakukan dengan melestarikan hutan dan vegetasi sebagai penyerap alami air hujan,menerapkan reboisasi untuk memperkuat ekosistim yang dapat meredam aliran air,membangun tanggul dan bendungan yang kokoh untuk mengendalikan air sungai,menerapkan pengelolaan limbah yang baik untuk mengendalikan penyumbatan saluran air,mengurangi penggunaan limbah plastik dan bahan lain yang sulit terurai dan banyak lagi cara lain.


Semua yang demikian hanya akan terlaksana apabila Khilafah tegak kembali yang akan diterapkan oleh seorang Khalifah yang menerapkan etika merawat bumi,karena Al- Qur'an menempatkan manusia sebagai Khalifah ( pemimpin sekaligus pengelola di bumi " Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat " Aku hendak menjadikan Khalifah di bumi" Mereka berkata," Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana,sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu? " Dia berfirman" Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" ( TQS Albaqoroh (2) ayat 30)


Dalam Al-Quran manusia diposisikan bukan sebagai pemilik mutlak alam,tetapi pengelola dan penanggung jawabnya.Ayat ini menjadi fondasi teologi bahwa manusia adalah penjaga amanah bumi.Tanggung jawab Kekhalifahan ini semata-mata mata berkaitan dengan pemanfaatan dan konsumsi sumber daya alam,tetapi mencakup etika lingkungan yang menegaskan prinsip keseimbangan Mizan.

Wallahu'alam bhishoab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update