Oleh: Yani Astuti
Ibu Rumah Tangga
Kesehatan merupakan hal yang sangat berharga yang diberikan oleh Allah Swt. atas nikmat-Nya. Tidak dimungkiri, sakit dan juga ajal merupakan kehendak allah Swt. Namun miris, jika suatu negara abai dan tidak ada upaya menjamin kebutuhan masyarakatnya mengenai pelayanan kesehatan di RS. Akibatnya, nyawa menjadi taruhan. Ironinya, jika ada uang dilayani, tidak ada uang diabaikan.
Di Jayapura tepatnya, ada seorang wanita hamil yang bernama Irene Sokoy, warga kampung Hobong, Distrik Sentani, pada Senin (17-11-2025) hendak melahirkan bayinya. Namun sayangnya, usahanya untuk melahirkan ditolak oleh empat rumah sakit di Kabupaten Jayapura. Setelah lamanya perjalanan yang membuat dirinya harus bolak-balik mencari rumah sakit dan tidak membuahkan hasil, Irene dan bayinya tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Dikutip, DetikSulsel, Minggu (23-11-15).
Setelah kejadian ini, Gebernur Papua, Matius Derek Fukhiri, meminta maaf kepada keluarga korban Irene Sokoy. Dirinya mengatakan kejadian ini sangat menyedihkan. Hal ini terjadi karena buruknya pelayanan kesehatan. Bukan itu saja, minimnya fasilitas kesehatan di rumah sakit tersebut penyebab kurangnya pelayanan terhadap pasien. Perbaikan pelayanan dan fasilitas peralatan medis akan kami upayakan. Dengan begitu, rumah sakit akan mengutamakan keselamatan pasien meskipun terkendala biaya. Ungkap Gubernur Papua. Dilansir Kompas.com (22-11-25).
Kapitalisme Menyengsarakan Rakyat
Miris, kasus meninggalnya ibu dan bayi ini membuktikan lemahnya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Semestinya negara harus menomorsatukan kebutuhan rakyatnya dalam urusan kesehatan. Bukan itu saja, negara juga harus memfasilitasi peralatan medis yang memadai tanpa harus ada pengajuan dari pemerintah daerah karena kurangnya alat-alat medis.
Namun, yang terjadi hari ini ialah jika sudah terjadi korban barulah bergerak. Tapi tidak sedikit kasus seperti ini, langsung mendapatkan tanggapan dengan cepat. Pasalnya, kejadian seperti ini bukan hanya sekali, dua kali terjadi dan yang terhitung karena sempat viral di media sosial. Lalu bagaimana dengan daerah-daerah pelosok? Apakah kesehatan di sana mendapatkan perhatian?
Padahal memberikan pelayanan kesehatan merupakan kewajiban negara, baik di kota maupun di pelosok. Terjadinya penolakan RS terhadap ibu Irene Sokoy di Jayapura, bukti bahwa sistem hari ini tidak menjamin kesehatan untuk rakyatnya. Negara seolah lepas tangan untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Yang terjadi dalam sistem sekuler kapitalis saat ini menjadikan pelayanan kesehatan sebagai praktik bisnis. Mereka yang mempunyai uang dilayani, tidak mempunyai uang ditolak, meskipun nyawa sudah diujung tanduk.
Inilah bobroknya sistem kapitalisme, sistem yang menjadikan tujuannya hanya pada materi. Sungguh, rasa kemanusiaan sesama manusia hari ini hilang demi mencari keuntungan yang hanya menguntungkan segelintir orang elite. Sistem kapitalisme jelas menyengsarakan dan tidak memikirkan nasib rakyat, termasuk rakyat tidak mampu.
Islam Menyejahterakan Rakyat
Berbeda halnya IsIam, ketika dalam sistem kapitalisme tujuannya hanya mengacu pada materi. Islam mempunyai tujuan yakni mendapatkan ridanya Allah Swt. Islam memberikan kebutuhan terhadap rakyat seperti kesehatan adalah bagian penting. Pasalnya, memberikan pelayanan kesehatan terhadap rakyat adalah tanggung jawab negara. Rasulullah saw. bersabda, "Iman/khalifah adalah pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya." (HR. Muslim dan Ahmad)
Ayat di atas menegaskan bahwa negara/pemimpin tidak boleh abai terhadap kesehatan rakyat karena termasuk pada perbuatan zalim. Dalam hal ini negara harus siap siaga dalam memenuhi kebutuhan peralatan medis di rumah-rumah sakit secara memadai. Negara juga bukan hanya memfasilitasi alat-alat medis di perkotaan saja, tetapi juga di pelosok-pelosok desa. Dengan begitu, pasien-pasien tidak lagi ditolak akibat fasilitas yang kurang.
Dalam negara IsIam, pemimpin harus menjamin kesehatan secara gratis, baik kaya maupun miskin tanpa memikirkan biaya. Dengan begitu, pelayanan kesehatan bisa dirasakan oleh siapa saja dengan pelayanan yang mudah tanpa adanya kesulitan seperti yang dirasakan pada sistem kapitalisme hari ini. Sungguh, IsIam adalah sebuah sistem yang mampu menyejahterakan rakyatnya melalui aturan IsIam. Sudah saatnya kita meninggalkan sistem kufur hari ini dan beralih kepada sistem IsIam.
Wallahualam bissawab.

No comments:
Post a Comment