Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jamaah Dakwah Islam Ideologis : Pelita Ibu Dan Generasi Muda Sebagai Pelopor Perubahan

Monday, December 29, 2025 | Monday, December 29, 2025 WIB Last Updated 2025-12-29T00:08:39Z


Oleh : Ummu Fatih (Pemerhati ibu dan anak)

 

Dilansir dari Muslimah News, Di tengah derasnya arus kapitalisme dan sekularisme yang mendominasi tatanan sosial dan digital, umat Islam menghadapi tantangan krusial: generasi muda dan kaum ibu yang semakin kehilangan arah dan peran mereka sebagai pilar kebangkitan peradaban. Kedua kelompok ini, yang seharusnya menjadi motor perubahan, seringkali terjebak dalam jaringan nilai-nilai yang merusak jati diri Muslim. Pada saat inilah, jamaah dakwah Islam ideologis muncul sebagai pelita yang menerangi jalan, membimbing mereka untuk menjadi pelopor perubahan yang berakar pada Islam kaffah.

 

 Keterjebakan Dalam Gelap Hegemoni

 

Kondisi generasi muda hari ini memprihatinkan baik di dunia nyata maupun ruang digital. Sekularisasi yang menyebar cepat telah membuat banyak pemuda lupa akan jati diri mereka sebagai Muslim yang bertugas menjadi pelopor kemajuan. Di platform digital, mereka terlibat dalam aliran informasi yang dipenuhi materialisme dan individualisme, sehingga hilang kesadaran akan peran sosial dan spiritual. Tidak kalah parah, kondisi kaum ibu juga mengalami degradasi. Seharusnya menjadi ummun warobbatul bayt dan pendidik generasi, banyak di antaranya malah menjadi korban sistem kapitalis. Mereka dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak adil untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, sementara peran mereka sebagai pengasuh keluarga dan pendidik spiritual semakin tergeser dan terlupakan.

 

Akar Persoalan:Hegemoni Kapitalis-sekuler

 

Mengapa hal ini terjadi? Intinya terletak pada hegemoni kapitalis yang menyertai digitalisasi. Digitalisasi tidak hanya bertujuan ekonomi (menciptakan konsumen), tetapi juga sebagai alat penyebaran ideologi batil yang menjauhkan umat dari pemikiran Islam ideologis. Setiap konten yang disebarkan di media sosial seringkali mengedepankan nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti kemewahan, kesombongan, dan penyimpangan moral. Selain itu, negara sekuler memandang generasi muda dan kaum ibu sebagai objek komersial — mereka dipromosikan sebagai target penjualan, sementara pembekalan Islam kaffah yang membentuk kepribadian diabaikan. Akar masalah paling mendasar adalah adopsi sekularisme dan kapitalisme sebagai paradigma bernegara, yang membatasi peran agama hanya pada ranah privat. Akibatnya, nilai-nilai Islam tidak lagi menjadi landasan dalam kebijakan negara dan tatanan sosial, membuat umat terjebak dalam sistem yang merusak.

 

Urgensi Jamaah Dakwah Islam Ideologis Sebagai Pelita

Di tengah keterjebakan ini, kehadiran jamaah dakwah Islam ideologis menjadi sangat urgen sebagai pelita. Jamaah ini bertugas membina ibu dan generasi muda agar memiliki kepribadian Islam yang kokoh dan siap menjadi pelopor perubahan. Landasan utama tugas ini terdapat dalam Al-Qur'an Surah Ali ‘Imran ayat 104: “Dan hendaklah ada di antara kamu sekelompok orang yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan melarang dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” Ayat ini menjadi pondasi bagi kewajiban jamaah Islam yang memiliki visi ideologis dan tujuan perubahan sistemik, bukan hanya perbaikan individual.

 

Seperti yang diteladankan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, jamaah dakwah ini tidak hanya memberikan ajaran teologis, tetapi juga membina umat dengan Islam ideologis yang menyentuh semua aspek kehidupan. Bagi generasi muda, jamaah ini membimbing mereka memahami digitalisasi dengan perspektif Islam, sehingga tidak terjebak oleh ideologi batil. Bagi kaum ibu, jamaah ini memulihkan peran mereka sebagai ummun wa rabbatul bayt dan pendidik spiritual, sekaligus membantu mereka menghadapi tekanan kapitalis.

 

Metode dakwah yang digunakan mengikuti langkah-langkah Rasulullah di fase Mekah dan Madinah. Tahapan awal adalah pembinaan (tatsqif), di mana jamaah membangun hubungan dengan individu untuk menanamkan nilai-nilai Islam. Kemudian dilanjutkan dengan interaksi dengan umat secara luas, membentuk komunitas yang berbagi visi. Akhirnya, tahapan istilamul hukmi (penyerahan kekuasaan) menjadi tujuan akhir: menerapkan Islam sebagai sistem kehidupan yang menyeluruh, bukan hanya ajaran yang dijalankan di rumah atau masjid. Dengan cara ini, jamaah dakwah Islam ideologis tidak hanya membina individu, tetapi juga menciptakan kekuatan kolektif yang mampu mengubah tatanan sosial dan politik yang dikuasai kapitalis-sekuler.

 

Penutup: Menjadi Pelopor Perubahan Yang Berakar

 

Generasi muda dan kaum ibu adalah kunci kebangkitan peradaban Islam. Tanpa pembinaan yang tepat, mereka akan terus terjebak dalam gelap hegemoni kapitalis-sekuler. Namun, dengan jamaah dakwah Islam ideologis sebagai pelita, mereka dapat menemukan jalan untuk memulihkan jati diri, memulihkan peran, dan menjadi pelopor perubahan yang berakar pada Islam kaffah. Ini adalah tugas yang berat, tetapi juga peluang emas untuk membangun masa depan umat yang lebih baik, penuh harapan, dan mampu membawa perubahan positif bagi seluruh masyarakat.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update