Oleh: Suryani
Istanbul (ANTARA) – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada sabtu meminta agar israel mengizinkan perlengkapan hunian darurat masuk jalur Gaza karena hujan lebat membanjiri tenda-tenda warga sipil yang terlantar di tengah kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan.
Menurut pertahanan sipil Gaza puluhan tenda yang menampung warga palestina yang terlantar terendam banjir di al-mawasi, kota khan younis, di selatan. Jalur Gaza berada di bawah sistem tekanan rendah yang di sertai massa udara dingin dan hujan lebat, sehingga memperparah penderitaan 1,5 juta warga sipil yang mengungsi di wilayah konflik tersebut. Sementara itu israel terus memblokir masuknya material perlindungan seperti tenda dan rumah mobil, mengingkari kewajiban berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 oktober 2025
Bukan rahasia umum lagi bahwa israel tidak dapat memenuhi perjanjian gencatan senjata, meskipun gencatan senjata telah di umumkan gerakan genosida yang di lakukan tidak di hentikan. Ini menjadi bukti nyata bagi kita bahwa gencatan senjata bukanlah solusi untuk membebaskan Gaza,palestina dari penjajahan dan penderitaan. Khusu bagi orang-orang muslim tentu ini bisa membuka mata kita bahwa dalam membela tanah dan agama kita perlu persatuan dari kita dan pengorbanan dan itu hanya dapat di wujudkan dengan jihad dan khilafah.
Akar Permasalahan:
Permasalahan Gaza, palestina sangatlah kompleks tidak hanya melibatkan agama, tetapi juga dan penguasaan terhadap suatu wilayah yang menekankan pada keuntungan bisnis sehingga tidak heran bahwa israel begitu keras berusaha menguasai tanah palestina, seperti di kutip KOMPAS.com dimana Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan 158 perusahaan yang terlibat dalam pemukiman ilegal israel di wilayah palestina, termasuk yerusalem timur. Kantor komisaris tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyatakan perusahaan tersebut berasal dari 11 negara berbeda. Perusahaan-perusahaan tersebut berfokus pada kegiatan bisnis yang berkaitan dengan kontruksi, real state, pertambangan, dan penggalian tentu ini menguntungkan pihak isreal. Dan merugikan kaum muslim.
Sehingga Israel tidak segan-segan memberikan penderitaan bagi rakyat Palestina agar rakyat palestina menyerah dan meninggalkan wilayah mereka.
Solusi islam:
Satu-satunya solusi hakiki yang dapat membebaskan tanah Palestina adalah jihad dan khilafah. Jihad adalah melakukan perang di jalan allah dengan tujuan merampas atau mengambil kembali apa yang menjadi hak kaum Muslim termasuk tanah sedangkan Khilafah ialah merujuk pada sistem pemerintahan islam global yang di pimpin oleh seorang khilafah, yang bertujuan untuk memelihara agama dan mengatur urusan dunia berdasarkan syariat.
Bahwasanya masalah palestina tidak akan terselesaikan selama umat islam masih terpecah-pecah dalam negara bangsa, umat islam harus bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaannya dan tanah kaum muslimin oleh karenanya yang menjadi satu-satunya solusi dalam membebaskan tanah pelestiana yaitu merampasnya kembali dari tangan penjajah dengan cara jihad atau perang di jalan allah SWT.
Itu dapat dilakukan jika khilafah bisa ditegakkan seluruh umat muslim bersatu memilih pemimpin dikuatkan oleh akidah islam membangkitkan islam kaffah dan menerapkan aturan islam bisa terlaksana. Namun saat ini kita masih dibawah sistem kapitalisme yang mendorong kemerosotan berfikir bagi umat, sehingga tidak memikirkan untuk bangkit membawa perubahan ke yang lebih baik. Sistem islam pernah diterapkan hanya saja telah runtuh, dan saat itu negara islam menjadi negara yang terdepan jauh dari kata tertinggal dan mampu menaklukkan negara besar pada saat itu, sekarang kebutuhan akan khilafah sangat mendesak untuk membebaskan palestina.
Wallahu’alam.

No comments:
Post a Comment