Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sistem Pemerintahan Lemah, Bukti Merajalelanya Narkoba Di Kalangan Remaja

Wednesday, November 26, 2025 | Wednesday, November 26, 2025 WIB Last Updated 2025-11-25T20:18:19Z

 


Oleh: Suryani


Di kutip dari kumparan.com—terbaru, dimana Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) jatim melakukan ter urine terhadap puluhan pelajar di wilayah jalan kunti dan hasilnya ada 15 siswa SMP yang positif narkoba. Minggu (7/11).


Jalan kunti, memang sudah dijuluki sebagai kampung narkoba di Surabaya. Di sana berjejer bedeng-bedeng kecil yang terbuat dari kayu beratapkan terpal. Tempat itu diduga kerap digunakan orang untuk transaksi narkoba hingga pesta sabu. Jika memang ini telah diketahui seharusnya perlu tindakan tegas karena akibatnya bisa kita lihat yang sudah menyasar anak sekolah usia remaja, ini bukan hanya merusak mental seorang anak tetapi juga merusak generasi yang seharusnya di persiapkan untuk kemajuan bangsa.


Hakikatnya orang akan berfikir bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan bentuk kenakalan remaja yang salah satunya karena kesalahan pola asuh orang tua, yang tentu mungkin itu salah satu dari alasan kerna lalainya orang tua. Namun yang mesti di garis bawahi adalah bagaimana seorang anak SMP atau anak usia remaja dengan mudah mendapatkan benda tersebut dan bahkan mampu untuk membelinya, ini tidak luput dari peran negara, bagaimana lemahnya sistem pemerintahan sehingga pengedaran narkoba sudah tidak terkontrol yang bahkan sudah menyasar para remaja yang bersekolah.


Beberapa upaya pemerintah yang dilakukan hanya sekedar menekankan pada orang untuk meminta orang tua sadar akan peran pengasuhan, dan tidak menyerahkan anaknya hanya kepada guru sekolah. Sementara di kutip dari suarasurabaya.net upaya yang di lakukan dalam mencegah kasus serupa yaitu adanya koordinasi yang intens antara pengurus tingkat RW dan tokoh masyarakat untuk mengamankan jalan kunti dan untuk mencegah pelajar yang menyalahgunakan narkoba pemkot akan bekerja sama dengan BNN menggelar uji sampling acak ke siswa.


Yang perlu menjadi pertanyaan adalah berapa lama upaya itu bisa di jalankan, dan apakah efektif, dan bisa diterapkan di wilayah-wilayah yang mudah akan narkotika. Ini bisa saja menjadi solusi yang sementara jika hanya menangkap pelaku narkotika dan tidak memberikan efek jera akan masih banyak hal serupa akan terjadi dan orang merasa takut untuk melakukannya, jadi perlu di perhatikan yaitu akar permasalahannya bagaimana menekan itu agar narkotika tidak dapat diedarkan dalam bentuk apa pun dan di wilayah mana pun.


Akar masalah tampa di sadari:


Pertama bernaung di bawah sistem kapitalisme, sistem kapitalisme sangat mengutamakan keuntungan, tidak heran bahwa secara tidak langsung mendukung atau menciptakan lingkungan yang subur bagi perdagangan narkotika. Dalam konteks ini narkotika di lihat bukan sebagai masalah sosial atau kriminal semata, tetapi sebagai komoditas yang sangat menguntungkan. Logika pasar membuat barang haram ini terus diproduksi dan didistribusikan selama ada permintaan dan potensi keuntungan.


Dan ketika keuntungan menjadi nilai tertinggi, maka seseorang tidak segan-segan menggunakan eksistensi mereka untuk menyewa dan membeli sistem hukum dan penegakan, termasuk oknum aparat, untuk melancarkan berbagai bentuk operasi mereka bahkan dalam bentuk yang haram dan merugikan.


Kedua, hal itu terjadi tidak luput dari manusia yang bebas untuk mengurus dan mengatur diri mereka sendiri yang dasarnya merujuk pada sekulerisme yaitu pemisahan urusan agama dari urusan negara dan kehidupan sehingga terjadi pelemahan nilai moral. Sekulerisme menyebabkan krisis moral dan etika karena agama tidak lagi menjadi panduan utama dalam hidup bermasyarakat dan bernegara hal ini mendorong masyarakat ke gaya hidup materialistik dan hedonis, di mana kesenangan duniawi yang bersifat sesaat dan menciptakan kebebasan individu yang berlebihan, sekulerisme dikaitkan dengan paham liberalisme yang menjunjung tinggi kebebasan individu tanpa batas, hal ini dapat menjadi pembenaran untuk melakukan tindakan yang merusak diri sendiri seperti penyalahgunaan narkoba.


Sistem islam:


Pencegahan berbasis iman dan moralitas, penanaman ketakwaan individu, inti dari sistem ini adalah meningkatkan keimanan (aqidah) dan ketakwaan individu (taqwa)kepada allah SWT. Dengan kesadaran bahwa segala tindakan di awasi dan akan mempertanggungjawabkan di akhirat, individu secara mandiri akan menjauhi segala bentuk kejahatan, termasuk narkotika.


Solusi ekonomi mengatasi akar kapitalisme, larangan transaksi barang haram, prinsip dasar ekonomi islam adalah larangan mutlak untuk memperjualbelikan barang atau jasa yang di haramkan (seperti narkotika, khamar, atau judi). Hal ini secara fundamental menghilangkan legalitas ekonomi dari bisnis narkotika, tidak peduli seberapa besar keuntungannya.


Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update