Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Program Guru Penggerak Tidak Adil Bagi Guru Madrasah

Wednesday, November 19, 2025 | Wednesday, November 19, 2025 WIB Last Updated 2025-11-19T00:29:05Z



Oleh : Iin Parlina (Ibu Rumah Tangga) 



  Guru Penggerak yang diperuntukkan bagi guru TK, SD, SMA dan SMK yang merupakan program Kementerian Pendidikan Nasional Riset dan Teknologi sudah memasuki angkatan ke-9, berjalan dengan baik dan memuaskan bagi para guru yang mengikuti program untuk mengsukseskan kurikurum merdeka. Namun dalam pelaksanaannya terasa pilih kasih dan tidak adil bagi guru dilingkungan Kementerian Agama, karena dalam setiap perekrutnya hanya guru yang berada dilingkungan pendidikan umum dibawah naungan Kemendikbud Ristek yang bisa mendaftar dan mengikuti program yang biayanya mencapai triliunan rupiah ini. 

Guru Madrasah yang mengajar ditingkat Raudhatul Athfal setara dengan TK, guru Madrasah ibtidaiyah yang setara dengan SD, guru Madrasah Tsanawiyah yang setara dengan SMP dan guru Madrasah Aliyah yang setara dengan SMA dan SMK, baik yang berstatus sebagai guru negeri, guru pppk, dan guru swasta, sampai saat ini belum tersentuh dengan program guru penggerak yang digagas oleh Mas Menteri Nadiem Anwar Makarim ini sampai saat ini kami program guru penggerak menimbulkan rasa tidak adil bagi guru di Madrasah. Apa hanya guru dilingkungan Kementeriaan Pendidikan dan Kebudayaan saja yang dianggap sebagai pendidik yang bisa mengantarkan anak bangsa menuju kesuksesan? Apakah program guru penggerak tidak layak untuk guru Madrasah? Bukankah pendidikan itu tidak hanya milik guru TK, SD, SMP, SMA, dan SMK saja? Tapi guru RA, MI, MTS MA juga perlu merasakan program yang katanya bagus itu? Dimana letak keadilan pendidikan? 


  Posisi guru dan guru dimadrasah didalam Sistem Kapitalisme Demokrasi Sekuler hari ini tidak lain untuk mencari keuntungan semata. Konsep utama yang digunakan untuk membuat segala aturan pendidikan saat ini berlandaskan pada Sekularisme, yakni tidak ada campur tangan Allah Ta'ala/ sang pencipta dalam kehidupan diluar ritual agama, termasuk pendidikan sekularisme telah menyebabkan pendidikan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan ilmu ataupun materi, sehingga kurikulum yang dihasilkan jauh dari islam, hanya berfokus pada keuntungan semata. Berujung pada tidak adanya keberkahan ilmu yang diperoleh baik oleh para guru maupun siswa, seperti pada penggalan hadits berikut:

Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah Saw bersabda, "siapa menuntut ilmu yang seharusnya ditujukan hanya mengharap wajah Allah Azza Wa jalla, namun ternyata ia tidak menuntut ilmu kecuali untuk mendapatkan sedikit dari kenikmatan dunia, maka ia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat." (HR Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban).


  Oleh karena itu, Sistem Pendidikan Islam adalah satu-satunya sistem yang mampu menopang antusiasme dan semangat para guru umum ataupun guru madrasah dalam perjuangan mencerdaskan umat, kurikulum shahih yang diselenggarakan oleh sistem islam akan mampu mengarahkan siswa kepada jalan takwa yang senantiasa mendekatkan diri mereka kepada Allah SWT. Karena Negara apabila hukum islam diterapkan dan akan bersikap adil bagi guru umum maupun guru madrasah tidak akan membeda-bedakan apakah ini guru umum atau guru madrasah, karena negara takut akan dipertanggung jawabkan diakhirat nanti. Guru umum maupun guru Madrasah akan mampu menunjukkan performa terbaiknya sebagai pendididk generasi. Sebab seluruh jerih payah dan perjuangan mereka telah dijanjikan bayaran langsung diakhirat oleh Allah SWT. Dengan sistem ini pulalah guru tak perlu merasa berjuang sendirian, sebab segala stres yang mereka derita telah diringankan oleh negara islam secara langsung. Namun sistem pendidikan maupun program guru supaya adil bagi guru madrasah maupun guru umum hanya akan terlaksana dibawah Institusi Negara Khilafah Islamiyah dan tidak akan terlaksana dibawah sistem kapitalisme sekuler demokrasi seperti saat ini.


wallahu'alam bisshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update