Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Normalisasi dengan Zion*s: Agenda Penjajahan AS dan Pengkhianatan atas Palestina

Wednesday, November 19, 2025 | Wednesday, November 19, 2025 WIB Last Updated 2025-11-19T12:15:09Z


Oleh. Ummu Aura

(Muslimah Peduli Umat)


Normalisasi beberapa negara muslim dengan Zion*s kembali menunjukkan sikap pengabaian terhadap penderitaan Palestina. Saat Gaza masih dibombardir dan Masjidilaqsa terancam roboh, sejumlah negara justru menandatangani Abraham Accords. Kazakhstan menjadi yang terbaru, mengikuti UEA, Bahrain, Sudan, dan Maroko.


Tunduk kepada AS


Kazakhstan telah menjalin hubungan diplomatik dengan entitas Zions sejak 1992. Kini negara tersebut semakin mendekat ke AS melalui kerja sama strategis, termasuk sektor mineral penting. Negara-negara Arab yang sebelumnya mendukung Prakarsa Perdamaian Arab 2002 pun kini ikut menundukkan diri pada AS dan merapat ke Zions.


Turki memang mengeluarkan surat penangkapan terhadap pejabat Zion*s, tetapi tidak dibarengi tindakan militer. Sikap “keras” itu sebatas retorika tanpa pengiriman pasukan untuk membela Gaza.


Jebakan Perjanjian AS


Normalisasi melalui Abraham Accords merupakan strategi AS untuk melegalkan dominasi Zions dan memperkuat pengaruhnya di Timur Tengah. Perjanjian-perjanjian semacam ini merupakan alat penjajahan modern. AS menggunakan iming-iming kerja sama ekonomi, pencabutan sanksi, hingga tekanan politik agar negara-negara muslim membuka pintu perundingan dengan Zions.


Belenggu Nasionalisme


Penguasa negeri-negeri muslim terjebak dalam nasionalisme sempit. Mereka mengutamakan kepentingan kekuasaan dan ekonomi, bukan nasib rakyat Palestina. Militer mereka tetap disimpan di barak, sementara penjajahan dan genosida terus berlangsung. Padahal umat Islam memiliki sejarah jihad yang gemilang dan potensi militer besar jika bersatu.


Selama dunia Islam tunduk pada kapitalisme dan hegemoni AS, pembebasan Palestina hanya menjadi mimpi. Dibutuhkan kekuatan politik besar yang mampu mengakhiri dominasi AS dan Zion*s, yakni Khilafah.


Umat Islam Bersaudara


Islam mengharamkan darah seorang muslim tumpah tanpa hak. Umat Islam ibarat satu tubuh; penderitaan Palestina adalah penderitaan seluruh umat. Karena itu kaum muslim wajib menyiapkan segala kekuatan untuk membela saudaranya, sebagaimana perintah Allah dalam QS Al-Anfal ayat 60.


Khilafah Sebagai Pelindung


Khilafah akan menggerakkan jihad, menyatukan kekuatan militer negeri-negeri muslim, serta menolak seluruh perjanjian yang merugikan umat, termasuk Abraham Accords. Negara ini adalah perisai umat, sebagaimana ditegaskan dalam hadis Nabi. Dengan kekuatan militer dan diplomasi terpadu, Khilafah mampu meruntuhkan dominasi AS dan menghentikan pendudukan Zion*s.


Seruan Persatuan


Pembebasan Palestina mensyaratkan tegaknya Khilafah. Karena itu umat Islam harus bersatu, mengikuti metode dakwah Rasulullah saw. melalui pembinaan, interaksi politik, dan perubahan kekuasaan secara nonkekerasan. Khilafah harus menjadi agenda utama umat agar kemenangan atas Zion*s dan para pendukungnya dapat terwujud.


Wallahu a‘lam bishshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update