Oleh: Fatimatuzzahro
(Pengamat Politik)
Penggalian terowongan di sekitar Masjid Al Aqsho dilakukan Israel sejak pendudukan 1967. Lebih dari 100 penggalian dan sudah mencapai bawah masjid Al Aqsa. Terowongan-terowongan ini menghubungkan 'Kota Daud', melewati lorong jalur air bersejarah yang dikeringkan dan diubah menjadi terowongan, museum, dan sinagoge.
Profesor Arkeologi Jamal Amro mengatakan penggalian telah menyebabkan retakan di kapel wanita dan bangunan Departemen Awqaf serta tembok selatan dan barat kompleks Al-Aqsa, termasuk tembok sekolah Al-Ashrafieh yang ada di dalam kompleks suci Al Aqsa. Ahmad Siam penduduk Silwan, mengatakan bisa mendengar suara penggalian di bawah rumahnya. Dinding rumahnya pun terdampak, mulai retak dari dalam dan luar akibat penggalian yang dilakukan Israel. (detik.com)
Syaikh Sabri salah satu imam masjid Al aqsa menyatakan, Israel menggali tanpa henti di bawah fondasi Masjid, menimbulkan retakan yang terlihat jelas di dinding dan halamannya. ini adalah bagian dari aksi terencana untuk me-Yahudi-kan situs tersebut, merusak strukturnya, dan menghapus karakter Islam, sementara komunitas internasional tetap diam tanpa malu-malu. Minggu (25/10) (cnnindonesia.com)
Aktivitas ini menimbulkan kekhawatiran akan runtuhnya sebagian bangunan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Menurut Marouf Rifa’I kepala kegubenuran Yerussalem ini merupakan bagian dari rencana untuk merusak landmark bersejarah Islam dan menimbulkan kekhawatiran akan masa depan Kota Suci dan identitas Palestina-nya (cnnindonesia.com).
Selain itu proyek pembangunan terowongan ini sebagai rencana politik sistematis untuk meyahudisasikan Kota Tua dan mengubah identitas historis serta geografisnya (detik.com). Menurut syaikh Sabri Bahaya itu nyata dan mendesak. Jika penggalian terus berlanjut, suatu hari kita mungkin terbangun dan mendapati sebagian Al Aqsa telah runtuh dan kewajiban setiap Muslim yang merdeka untuk bertindak sebelum terlambat.
Israel sengaja membangun lorong di bawah Masjid Al Aqsho untuk meruntuhkan bangunan masjid. Runtuhnya bangunan masjid Al Aqsha akan memuluskan kendali sepenuhnya Israel terhadap Al Aqsha. Kejahatan Israel terbukti sangat keji dalam memusuhi Islam (menentang agama Allah) dan umat Islam (melakukan genosida), maka solusi 2 negara tak akan bisa menghentikan kejahatan mereka hingga akhir jaman.
Rasulullah saw menyampaikan keutamaan masjid Al Aqsha dan bumi Syam yang diberkati dalam berbagai hadits. Masjid Al-Aqsha di Palestina adalah kiblat pertama umat Islam, sebelum Allah memerintahkan mengubah arah qiblat dari Masjid Al-Aqsha di Palestina ke Masjid Al-Haram di Mekkah.
عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا حَتَّى نَزَلَتْ الْآيَةُ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ…
Artinya : Dari Al-Bara bin ‘Azib berkata, “Saya shalat bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menghadap ke arah Baitul Maqdis selama enam belas bulan, sampai turun ayat di dalam Surah Al-Baqarah WAHAITSU MA KUNTUM FAWALLAU WUJUHAKUM SYATROH…” (H.R. Bukhari).
Masjid al Aqsa adalah masjid yang dianjurkan untuk diziarahi, sebagaimana sabda Rosulullah berikut,
لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِي هَذَا وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَ
Artinya : “Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)”. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).
shalat di Masjid Al-Aqsha lebih utama 1.000 kali dibandingkan shalat di masjid lain, sebagaimana dalam hadist berikut:
أَنَّ مَيْمُونَةَ مَوْلَاةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَقَالَ أَرْضُ الْمَنْشَرِ وَالْمَحْشَرِ ائْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ فَإِنَّ صَلَاةً فِيهِ كَأَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ
Artinya : “Sesunggunya Maimunah pembantu Nabi berkata, “Ya Nabiyallah, berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis”. Maka Rasulullah menjawab, “Bumi tempat bertebaran dan tempat berkumpul. Datangilah ia, maka shalatlah di dalamnya, karena sesungguhnya shalat di dalamnya seperti seribu kali shalat dari shalat di tempat lain”. (HR Ahmad).
Dengan banyaknya keutamaan al Aqsa, umat Islam wajib menjaga masjid Al Aqsha sebagai kota suci ketiga setelah Al Haram dan masjid Nabawi. Adapun penjagaan Al Aqsha sepanjang masa Khilafah Islam sebagai berikut:
1. kekhalifahan umayyah
Pembangunan Kubah Batu: Pada masa pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan (687–691 M), kompleks Al-Aqsa diperluas dan dipercantik. Dinasti Umayyah membangun Kubah Batu (Qubbah Ash-Shakhrah) yang berkubah emas dan menjadi mahakarya arsitektur Islam. Perluasan Masjid: Khalifah Al-Walid I melanjutkan proyek perluasan dan renovasi pada kompleks tersebut, mendirikan masjid pertama yang lebih permanen dan megah.
2. Panglima Salahudin Al ayyubi. Beliau yang tidak mau tersenyum semasa hidupnya, sebelum Baitul Maqdis (Al-Aqsha) dibebaskannya. Salahuddin berhasil merebut kembali Baitul Maqdis pada 2 Oktober 1187. Salahuddin memulihkan kesucian Al-Aqsa dengan membersihkan dan merenovasi kompleks tersebut setelah bertahun-tahun diubah fungsi oleh Tentara Salib.
3. Kekhilafahan usmaniyah: Membangun kembali dan melestarikan selama berabad-abad. Kesultanan Utsmaniyah berperan penting dalam memelihara dan memperbaiki kompleks Al-Aqsa. Perlindungan: Sebagai penguasa Yerusalem, Kesultanan Utsmaniyah memberlakukan kebijakan untuk melindungi tempat-tempat suci, termasuk Al-Aqsa, meskipun di akhir kekuasaannya pengawasan ini mulai melemah.
Dominasi dan tujuan jahat Israel meruntuhkan masjid Al Aqsha dan genosida umat Islam di Palestina akan bisa dibebaskan hanya dengan jihad dan Khilafah. Sejarah membuktikan, sepanjang Khilafah masih ada, wilayah Palestina terlindungi. Ketika Khilafah tidak ada, penjajahan di sana bisa berlangsung. Jangan lagi tidak ada, saat Khilafah lemah saja, Palestina sempat dikuasai hampir 100 tahun oleh tentara salib. Oleh karena itu, tegaknya kembali Khilafah akan memastikan wilayah yang sangat istimewa bagi umat Islam sedunia itu bisa dikuasai kembali.
Mengapa harus jihad? Karena jihad itulah bahasa yang orang-orang Yahudi kenal. Sudah tidak terhitung banyaknya perundingan damai dilakukan, tetapi hasilnya nol besar. Mereka tetap saja merangsek masuk ke wilayah Palestina. Memang mereka tidak ingin berdamai sampai cita-cita Negara Israel Raya terwujud. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mengusir mereka adalah dengan jihad. Ketika Khilafah tegak, jihad bisa dilakukan dengan lebih baik. Dengan potensi tentara dan perlengkapan militer yang dimiliki oleh umat Islam sedunia yang berhasil disatukan oleh khilafah, tidak sulit menyelesaikan persoalan Palestina dengan tuntas.
Wallahu’alam bi showab

No comments:
Post a Comment