Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Maraknya Kasus Bullying, Hingga Memasuki Lingkup Pesantren

Saturday, November 22, 2025 | Saturday, November 22, 2025 WIB Last Updated 2025-11-22T13:20:46Z

 


Oleh: Suryani


beritasatu.com-- Seorang santri di aceh besar ditetapkan sebagai tersangka kasus terbakarnya asrama pondok pesantren tempat dia belajar. Sang santri di sebut sengaja membakar asrama lantaran sakit hati karena kerap menjadi korban bullying oleh rekan-rekannya.


Selain itu di kutip dari kumparan news terdapat kasus bullying lainya dimana seorang siswa SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sena, menceritakan detik-detik ledakan yang terjadi dia menduga bahwa pelaku dari ledakan tersebut merupakan siswa kelas 12 yang juga korban bullying. Sena menambahkan pelaku juga luka-luka karena mencoba bunuh diri, dari kejadian ini sekiranya ada 10 orang yang disebut dilarikan ke RS Islam Cempaka Putih karena luka-luka, termasuk luka bakar.


Memang saat ini kasus bullying masih seringkali terjadi, bahkan tercatat bahwa sebagian kasus bunuh diri di picu oleh bullying. Tentu ini harus menjadi perhatian. Bullying atau sering juga disebut perundungan adalah tindakan mengganggu, mengusik, atau menyakiti orang lain secara fisik atau psikis, yang di lakukan secara berulang-ulang dari waktu ke waktu oleh individu atau kelompok yang merasa lebih kuat atau berkuasa dengan tujuan untuk menyakiti atau mendominasi korban atau bahkan hanya untuk kesenangan pribadi semata.


Bullying memiliki dampak yang luar biasa menyerang mental seseorang sehingga tidak segan-segan untuk para korbannya mengakhiri hidup mereka. Dalam lingkup sekolah memang sudah seringkali terjadi bahkan ke dunia universitas pun tidak luput dari dari kasus bullying. Dan yang lebih mencengangkannya lagi du pesantren pun terjadi bullying padahal pesantren merupakan contoh dan penggambaran karakter yang berasal dari nilai-nilai agama dan tentu menolak keras berbagai bentuk tindakan kekerasan. Bullying terjadi di mana saja dan menjadi catatan jelas bahwa saat ini ancaman sebenarnya berada di tangan manusia sendiri.


Latar belakang yang nyatanya kurang di perhatikan:


Sejatinya kasus bullying merupakan perspektif yang kompleks, di mana sistem saat ini telah menciptakan lingkungan dan nilai-nilai yang tanpa disadari memicu dan memperkuat perundungan, sistem itu yaitu sistem sekuler-kapitalis, di mana sekulerisme memisahkan urusan agama dari kehidupan publik yang berpotensi melonggarkan kendali moral dan etika sedangkan kapitalisme menekankan pada materi, persaingan, dan status yang juga merupakan tuntutan utama menyebabkan bullying.


Kapitalisme memicu persaingan di hampir semua lini kehidupan, termasuk di lingkungan pendidikan, pola pikir untuk selalu menang dan mengalahkan orang lain dapat termanifestasi menjadi perilaku agresif dan perundungan, dimana pelajar atau individu berusaha mencapai dominasi sosial melalui intimidasi.


Sekulerisme sebagai ideologi yang memisahkan agama dari kehidupan sehingga kebebasan terjadi dimana-mana dan dalam bentuk apa saja tidak menjadikan agama sebagai patokan atau standar berperilaku dan menjalankan aktivitas kehidupan sehingga memberikan pengaruh signifikan terhadap etika dan moralitas individu. Sekulerisme mengizinkan adanya kebebasan berperilaku (liberalisme) pada individu karena tidak ada standar moral baku yang jelas dan meningkat di luar hukum positif negara. konsekuensinya seseorang bisa jauh dari nilai-nilai agama dan krisis akhlak.


Peran negara:


Negara memberikan solusi yang bersifat parsial, mengapa di katakan demikian ketika bullying muncul pemerintah cenderung menawarkan program-program temporer atau himbauan tampa menyentuh akar masalah sistemik, yaitu krisis moral dan ketidakadilan sosial-ekonomi yang tercipta oleh ideologi sekuler-kapitalis itu sendiri.


Kontruksi islam:


Dalam sistem islam didasarkan pada solusi sistemik dan komprehensif yang melibatkan individu, keluarga, masyarakat, dan negara. dan para pendukung ini di sebut sebagai khilafah, sistem islam menawarkan solusi yang berlandaskan pada akidah (keimanan) dan syariat (hukum islam).


Masalah bullying berakar dari dari krisis akhlak dan moral yang dipicu oleh sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan). Sehingga di perlukan akidah sebagai standar dan akidah itu adalah akidah islam, dengannya individu di didik untuk memahami bahwa tujuan hidup adalah menggapai ridho allah SWT. Akidah ini menjadi standar baku dalam berfikir dan berperilaku bukan hawa nafsu dan kebebasan mutlak (liberalisme). Intinya adalah islam merupakan pandangan hidup bahkan dalam soal penyelesaian yang menyeluruh dengan membangun benteng moral (akidah) pada individu, mendidik karakter, mengawasi lingkungan masyarakat serta menerapkan keadilan sosial dan hukuman yang tegas dari negara, perlu di ketahui bahwa dalam sistem islam fokus utama hukuman memberikan pengajaran dan pelajaran yang berlandaskan pada al-qur’an.


Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update