Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketika Banjir Mengalirkan Fakta Kebobrokan Sistem Kapitalis

Saturday, November 29, 2025 | Saturday, November 29, 2025 WIB Last Updated 2025-11-29T02:43:39Z
Ketika Banjir Mengalirkan Fakta Kebobrokan Sistem Kapitalis

Oleh Yuli Ummu Raihan 

Muslimah Peduli Generasi 


Innailaihi wainnailaihi rojiun, Indonesia kembali berduka. Sejumlah wilayah khususnya di Pulau Sumatera dilanda bencana banjir dan tanah longsor. Viral di dunia maya video kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di sejumlah daerah di Sumatera Utara. (Detik..com,  27/11/2025).


Menurut Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, penyebab bencana kali ini bukan semata karena curah hujan yang tinggi, melainkan adanya kerusakan hutan yang semakin parah. Fakta di lapangan menunjukkan adanya campur tangan manusia yang signifikan. Buktinya banyak kayu  gelondongan yang terbawa arus, serta dilihat dari citra satelit tampak kondisi hutan yang gundul di sekitar lokasi bencana. (Kompas..com, 27/11/2025).


Sebelumnya Walhi sudah sering mengingatkan pentingnya menjaga kawasan hutan tropis Batang Toru yang merupakan berbagai spesies langka salah satunya Orangutan Tapanuli. Semua ini akibat kebijakan pemerintah yang memberikan izin kepada perusahaan untuk membuka usahanya di area hutan. Mereka melakukan penebangan pohon secara masif. Tercatat per tanggal 26/11/2025 jumlah korban jiwa sebanyak 24 orang. Angka ini mungkin akan terus bertambah karena proses evakuasi masih berjalan.


Air banjir telah mengalirkan fakta kebobrokan sistem kapitalis hari ini. Banjir mungkin disebabkan karena curah hujan yang tinggi, akan tetapi gelondongan kayu yang terbawa arus tidak mungkin jatuh dari langit. Kayu-kayu yang besar tersebut tidak mungkin ada jika tidak ada yang memotongnya. Begitupun lubang-lubang tambang liar tanpa izin dan tidak memperhatikan SOP serta AMDAL telah membuat air tidak punya resapan, mengalir menyapa pemukiman manusia. Saat ini mungkin air tengah jujur membuka kebobrokan sistem yang terjadi selama ini. Membuka Kebohongan dan kecurangan yang dilakukan penguasa. Jangan jadikan hujan sebagai kambing hitam atas kesalahan dan kerakusan manusia. Jangan berlindung dibalik kalimat "ini ujian dari Tuhan". Seolah tidak ada andil perbuatan manusia. Semua ini akibat sistem kapitalis yang berasaskan sekuler yaitu pemisahan agama dari kehidupan. Standar perbuatan adalah keuntungan materi, bukan lagi halal dan haram. Manusia melakukan apa pun untuk mendapatkan keuntungan materi sebanyak-banyaknya sekali pun hal itu menimbulkan kerugian bagi orang lain. Pemerintah pun hanya sebagai regulator sekaligus kaki tangan para oligarki, mereka membuat kebijakan sesuai pesanan oligarki, sebagai balas budi karena sistem demokrasi yang transaksional.


Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyatakan bahwa data Global membuktikan perubahan iklim adalah realitas nyata, bukan sekadar isu. Kenaikan suhu udara global telah mencapai level kritis, dan menimbulkan ancaman serius terhadap ketahanan pangan dan infrastruktur di Indonesia. Hal ini juga berpengaruh pada kerawanan pangan secara global. Beliau mengatakan data-data yang diberikan BMKG seharusnya menjadi acuan dasar bagi pemerintah untuk membuat kebijakan untuk mengantisipasi ancaman bahaya pada masa yang akan datang. (BMKG.go.id, 28/11/2025).


Pemerintah telah melakukan pengiriman bantuan  kebutuhan darurat melalui udara ke tiga provinsi terdampak banjir yaitu Sumbar, Sumut dan Aceh. Tentu butuh dana yang besar untuk menangani bencana ini dan membangun kembali infrastruktur dan sarana yang telah rusak bahkan hancur akibat bencana.


*Muhasabah  Ketika ditimpa Musibah*


Musibah yang terjadi saat ini harus jadi muhasabah bagi kita semua. Sebagai seorang Muslim kita meyakini bawah dosa-dosa kita akan mendatangkan konsekuensi yang membahayakan baik dalam kehidupan di dunia maupun kelak di akhirat. Allah berfirman  dalam QS. As-Syuura ayat 30:

" Dan apa saja musibah yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu."

Kita harus bersabar ketika menghadapi musibah, tidak boleh mengeluh berlebihan apalagi sampai menyalahkan takdir. Lebih dari itu kita harus mengambil pelajaran dan mencari solusi terbaik agar musibah segera teratasi dan tidak terulang kembali. Kita harus rida dengan ujian dari Allah, karena ini adalah bagian dari ujian iman. Meyakini bahwa ketika kita ikhlas dengan semua musibah ini, Allah sedang menyiapkan sesuatu yang lebih baik untuk kita. Tidak semua musibah hukuman, bisa juga cara Allah membersihkan dosa kita dan mengangkat derajat kita. Dalam setiap kesulitan selalu ada kemudahan.


Lebih dari itu kita butuh sebuah sistem hidup yang mengatur kehidupan kita agar mendapatkan keberkahan dari Allah. Sistem yang sempurna mengatur semua aspek kehidupan manusia termasuk tentang lingkungan. Penghijauan memiliki fungsi ekologis yang sangat penting karena dapat mengembalikan fungsi tanah sebagai resapan air.  Pohon juga dapat menyimpan cadangan air yang cukup ketika terjadi krisis air di kemudian hari. Dari anak bin Malik ra Rasulullah saw pernah bersabda: "Apabila kiamat tiba terhadap salah satu diantara kamu dan ditangannya ada benih tumbuhan, maka tanamlah!"


Islam juga melarang segala sesuatu yang dapat merusak lingkungan baik dalam skala kecil dan besar. Rasulullah saw pernah melarang sahabat kencing di air yang tergenang karena khawatir ada yang mandi di dalam air tersebut. Melarang buang air kecil dan besar di bawah pohon karena khawatir menganggu kenyamanan orang yang berteduh di bawah pohon tersebut.  Rasulullah saw juga mengenalkan konsep Hima yaitu, kawasan yang dilindungi untuk konservasi alam.  Kawasan ini tidak boleh dikelola apalagi dimiliki oleh individu. Pentingnya konsep Hima ini dijelaskan dalam hadits nabi: " Dari Jabir berkata, nabi Muhammad saw bersabda: "Sesungguhnya Ibrahim memaklumkan Mekah sebagai tempat suci dan sekarang memaklumkan Madinah yang terletak di antara dua lava yang mengalir (lembah) sebagai tempat suci. Pohon-pohonnya tidak boleh ditebang dan binatangnya tidak boleh diburu." (HR Muslim).


Islam juga mengatur tentang sumber daya alam sebagai kepemilikan umum. Masyarakat berserikat pada tiga hal yaitu air, Padang rumput dan api. Padang rumput di sini termasuk hutan, maka tidak boleh dikuasai oleh individu atau sekelompok orang. Apalagi sampai digunduli atau dirusak oleh aktivitas tambang yang mengakibatkan bencana bagi banyak orang. Negara Islam akan melarang segala aktivitas yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan memberikan sanksi tegas kepada semua pelakunya. 

Wallahua'lam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update