Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dilema Program Magang Berbayar: Membatu Dalam Pengecualian

Monday, October 27, 2025 | Monday, October 27, 2025 WIB Last Updated 2025-10-27T04:50:19Z

 


Oleh: Suryani


Detik.com—JAKARTA, Program Magang Nasional 2025 akan segera di buka pada oktober mendatang. Kali ini, program magang dikhususkan bagi fresh graduate atau mereka yang baru lulus satu tahun. Magang akan berlangsung selama 6 bulan dan bekerjasama dengan perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


Namun seperti biasanya program yang di luncurkan kan selalu menghadapi tanggapan berupa pro maupun kontra di kalangan masyarakat. Tak terkecuali Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Prof Zuly Qadir, memberikan pandangan kritis terkait program ini. Menurutnya program ini menyimpan dilema. Seperti tanggapannya pada minggu (28/9/2025) “anggapan para pemilik usaha bahwa fresh graduate pasti lebih murah dan tidak banyak menuntut kemungkinan eksploitasi tenaga kerja”. Singkatnya program magang nasional dapat menjadi jembatan antara pendidikan dan dunia kerja. namun di sisi lain ada potensi ekploitasi terhadap para fresh graduate yang minim daya tawar.


Alasan terbentuknya program magang berbayar:


Salah satu lasan dibentuknya program ini karena tingginya jumlah pengangguran anak muda di indonesia saat ini yang mana sangat susah untuk mendapatkan pekerjaan—CNN Indonesia. fakta tersebut terungkap dalam laporan world bank east asia and the pacific economic update october 2025: jobs. Laporan tersebut berfokus pada kondisi penciptaan lapangan kerja, termasuk di indonesia. “ sebagian besar orang di kawasan EAP yang mencari pekerjaan mendapatkannya. Tingkat penerapan tenaga kerja tinggi, tapi kaum muda sulit mendapatkan pekerjaan.


Tentu kondisi ini tidak lepas dari peran negara, seharusnya negara dapat bertanggung jawab dalam mengatasi hal ini dan salah satu bentuknya ialah program magang tersebut. Yang di rasa hanya menguntungkan bagi kaum elit dan bisa saja sewaktu waktu seperti yang di katakan prof. zuly Qadir bahwa bisa terjadi eksploitasi di dalamnya. Padahal dasarnya adalah sistem yang di terapkan pemerintahan saat ini, dan seluruh negara pun tanpa dia sadari telah menerapkannya apa itu?.


Sistem kapitalisme berdasar dari pemisahan agama dalam kehidupan yang mana menguntungkan bagi sebagian orang saja yaitu mereka para pemilik modal. Sistem ini selalu mengutamakan pada keuntungan dalam bentuk apa pun itu. 


Pengaruh sistem kapitalisme:


Mendorong komersialisasi pengalaman kerja: kapitalisme dengan fokusnya pada efisiensi, produktivitas, dan akumulasi modal menjadikan pengalaman kerja sebagai komoditas yang harus di miliki calon pekerja agar dapat bersaing. Perusahaan besar sebagai pemilik modal menetapkan standar pengalaman yang tinggi, magang menjadi jembatan wajib bagi fresh graduate untuk memenuhi standar.


Risiko eksploitasi dan upah murah: meskipun program magang tersebut berbayar dalam konteks kapitalisme yang memprioritaskan pengurangan biaya tenaga kerja, praktik ini rentan terhadap eksploitasi. Tingginya angka pengangguran di kalangan anak muda seperti data yang menunjukkan satu dari tujuh anak muda di indonesia menganggur membuat para lulusan baru tidak memiliki daya tawar yang kuat mereka cenderung menerima kondisi magang bahkan yang eksploitatif demi mendapatkan pengalaman dan sertifikat.


Intinya meskipun program magang berbayar menawarkan upah dan pengalaman yang lebih baik daripada magang tak berbayar, pengaruh sistem kapitalisme yang kuat memastikan bahwa program ini berfungsi untuk memasok tenaga kerja terdidik dengan biaya paling efisien kepada pemilik modal, dan bukan sebagai solusi struktural atas masalah pengangguran dan ketidakpastian kerja. Ini menyoroti dilema antara kebutuhan individu untuk mendapatkan pengalaman kerja dan risiko eksploitasi di bawah tekanan pasar bebas.


Penerapan sistem islam:


Jaminan kebutuhan dasar oleh negara: sistem islam mewajibkan negara untuk menjamin kebutuhan dasar setiap individu, sehingga mengurangi tekanan bagi individu untuk menerima pekerjaan yang eksploitatif. Dengan menjamin kebutuhan dasar rakyat, individu yang baru lulus kuliah atau sekolah tidak lagi tertekan untuk menerima program magang yang bisa saja merugikan demi sekedar bertahan hidup. Hal ini secara otomatis akan meningkatkan daya tawar calon pekerja.


Pengolahan sumber daya alam milik umum: sumber daya alam strategis seperti minyak, gas, tambang dikelola oleh negara dan hasilnya diperuntukkan untuk kepentingan publik, termasuk penyediaan lapangan kerja tetap dan peningkatan kesejahteraan. Ini akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja dengan kualitas yang lebih baik sehingga mengurangi ketergantungan pada skema magang.


Pendidikan berorientasi kualitas: pendidikan dan pelatihan gratis, negara menyediakan pendidikan yang berkualitas dan pelatihan keterampilan teknis secara gratis ini memastikan keterampilan yang di cari pasar dapat di peroleh tanpa harus melalui magang yang berbayar. Semua biaya di tanggung oleh negara melalui kas negara yang didapat dari hasil pengolahan sumber daya umum secara mandiri.


Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update