Oleh : Zahrah (Pegiat Literasi)
Waspada, Indonesia darurat narkoba. Penyalahgunaan narkoba semakin mengkhawatirkan. Penyebarannya semakin massif di berbagai daerah di Indonesia. Sulawesi Tenggara menjadi salah satu provinsi dengan peredaran narkoba terbesar di Indonesia. Dikutip dari Kendari Pos (15/07/2025) Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko dalam kegiatan pemusnahan barang bukti Narkoba serta Deklarasi Anti Narkoba di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara mengatakan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan suatu tindakan kejahatan luar biasa yang bisa mengancam masa depan generasi bangsa. Ia juga menyampaikan data dari Indonesia Drug Report tahun 2025, dimana Sulawesi Tenggara menjadi salah satu provinsi rawan narkoba terbanyak, bersama Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Banten.
Narkoba menjadi salah satu kejahatan luar biasa yang semakin menggurita dan merajalela. Penggunanya pun semakin bervariasi, mulai dari anak sekolah, pegawai kantoran, mahasiswa, pejabat publik hingga artis. Bahkan tak jarang pihak kepolisian juga ikut terlibat dalam peredaran narkoba baik dalam jaringan nasional maupun internasional.
Bisnis jual beli barang haram ini memang sangat menggiurkan. jika satu paket saja terjual mereka bisa mendapatkan puluhan hingga ratusan juta dengan mudah dan cepat. Direktur Narkoba Polda Sultra Komisaris Besar Bambang Sukmo Wibowo menjelaskan kasus besar jaringan Internasional dari Malaysia yang berinisial RBG (40) menjadi kuri narkoba di wilayah Tambang Nikel. Sekali pengiriman pelaku bisa mendapatkan upah hingga 10 juta dan bonus 1 juta perkilogram sabu yang dibawah. (Kompas, 19/05/2015)
Mengapa Narkoba Terus Merajalela?
Narkoba menjadi salah satu kejahatan luar biasa yang semakin menggurita dan merajalela. Penggunanya pun semakin bervariasi, mulai dari anak sekolah, pegawai kantoran, mahasiswa, pejabat publik hingga artis. Bahkan tak jarang pihak kepolisian juga ikut terlibat dalam peredaran narkoba baik dalam jaringan nasional maupun internasional.
Indonesia termasuk dalam sigitiga emas perdagangan narkoba dunia karena tingginya permintaan terhadapa barang haram tersebut. Hingga November 2023, jumlah pemakai narkoba di Indonesia mencapai 3,3 juta orang. Angka ini menurun 0,22% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, peredaran narkoba masih menjadi momok menakutkan bagi bangsa sebab daya rusaknya bagi generasi bangsa. sangat dahsyat. Pasalnya serangan narkoba banyak menyasar generasi muda dan itu sangat berbahaya bagi kelangsungan bangsa.
Berbagai cara telah dilakukan oleh pemerintah dalam memberangus narkoba. Berbagai pihak telah dilibatkan dalam menangani penyalahgunaan dan juga peredaran narkoba oleh pemerintah, namun usaha tersebut nyatanya belum membuahkan hasil yang begitu signifikkan. Bahkan semakin hari peredaran narkoba semakin massif.
Pertama, penerapan system kehidupan sekuler yang ,memisahkan agama dari kehidupan. Menjadikan materi sebagai tolak ukur kebahagian. narkoba dijadikan sebagai sumber kebahagiaan, penghilang rasa stress hingga kecanduan. Sehingga mereka menghalalkan berbagai cara untuk memperoleh kebahagian termasuk mengonsumsi narkoba atau menjadi pengedar narkoba karena tergiur dengan hasil yang didapatkan.
Kedua, Sistem Pendidikan yang menihilkan penguatan akidah menjasdikn generasi muda terjebak dengan kepintaran semu yang membuatnya menjadi budak korporasi. Selain itu, Pendidikan hari ini telah menjadikan pekerjaan sebagai tujuan utama dari pendidikan. Sehingga banyak generasi muda terjebak dalam dunia narkoba. Sebab tidak tertanamnya pondasi akidah dalam dirinya
Ketiga, sistem ekonomi yang kapitalistik. System ini telah menciptakan jurang kesenjangan yang sangat lebar. Membuat yang miskin semakin miskin sehingga narkoba jadi pilihan karena suliytnya lapangan pekerjaan. Hasil dari peredaran narkoba yang sangat menggiurkan membuat banyak orang memilih jadi pengedar narkoba. Maka tak jarang didapati banyak ibu rumah tangga yang jadi kurir narkoba.
Keempat, sistem sanksi yang lemah dan tidak menjerakan. System sanksi yang lemah membuat para pengedardan pemakai narkoba berulang kali melakukan aktivitas haram itu. Keluar masuk penjara bagi pengedar narkoba sudah jadi hal biasa. Bahkan sudah rahasia umum, peredaran narkoba juga terjadi di lapas.
Selain itu, hukum yang bisa dibeli membuat bandar mafia sulit untuk ditangkap. Mereka bebas berkeliaran mengedarkan narkoba di Indonesia. Karena dengan uang yang mereka punya mereka bisa menyuap kepolisisan bahkan pemerintah sendiri bisa disuap karena itu.
Lalu apa yang bisa dijadikan solusi dari maraknya peredaran narkoba saat ini?
Islam Kaffah Menawarkan Jalan Keluar yang Hakiki
Islam Adalah agama yang yang mengatur segala aspek kehidupan termasuk dalam meberantas narkoba. Islam memiliki system kehidupan yang sempurna baik dari sisi ekonomi, Pendidikan, pergaulan, politik dan pemerintahan. Dalam islam terdapat tiga pilar penting dalam kehidupan yang bisa memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya.
Pertama, keluarga. Keluarga merupakan pondasi awal dan utama dalam membentuk karakter anak. Dengan pendidikan islam dan pemberian tsaqofah islam anak tidak akan mudah terjerumus dalam pergaulan bebas. Keluarga juga menjadi benteng pertama agar anak tidak terjerumus narkoba.
Kedua, Masyarakat. Masyarakat islam punya kewajiban untuk melakukan amar makruf nahi mungkar. Ketika ada didapati kondisi seseorang melakukan maksiat maka Masyarakat akan otomatis menghidupkan sinyal untuk mencegah kemungkaran itu terjadi. Selain itu, Masyarakat juga akan saling mengingatkan dalam kebaikan, saling tolong menolong dalam berkehidupan social.
Ketiga. Negara sebagai institusi yang akan menerapkan islam dalam kehidupan bernegara, mulai dari system, pemerintahan, politik, ekonomi, Pendidikan islam dan jyga menegakkan sanksi yang tegas dan menjerakkan. Hanya saja ketiga pilar ini akan berjalan Ketika islam itu diterapkan secara kaffah oleh negara. Oleh karena itu, keberadaan khilafah menjadi sangat penting dan urgen. Sebab hanya khilafah yang bisa menerapkan islam secara kaffah. Wallahui a’lam bishowwab.

No comments:
Post a Comment