Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kemuliaan Umat Hanya Terwujud dengan Tegaknya Khilafah

Tuesday, June 03, 2025 | Tuesday, June 03, 2025 WIB Last Updated 2025-06-03T04:42:52Z
Kemuliaan Umat Hanya Terwujud dengan Tegaknya Khilafah


Oleh Fina Fadilah Siregar 

(Aktivis Muslimah) 


Hamas yang merupakan gerakan perlawanan Palestina menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan Randy Fine, anggota Kongres Amerika Serikat (AS), yang menyarankan penggunaan bom nuklir terhadap wilayah Jalur Gaza. Hamas menilai seruan dari politikus Partai Republik itu merupakan bentuk hasutan genosida terhadap rakyat Palestina.


"Seruan ekstremis ini adalah kejahatan besar dan memperlihatkan mentalitas fasis rasis yang menguasai pikiran politisi Amerika,” ungkap Hamas, seperti dikutip Antara dari Anadolu. (24/5/2025). 


Kelompok tersebut menyebut bahwa pernyataan Fine merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa. Menurut Hamas, saran untuk menjatuhkan bom nuklir ke Gaza adalah tindakan yang mendorong penggunaan senjata pemusnah massal terhadap lebih dari 2 juta warga sipil yang tinggal di wilayah itu.


Pernyataan ini, menurut Hamas, justru memperlihatkan sisi gelap dari para pendukung Israel, dan menegaskan bahwa meski dihadapkan pada retorika brutal semacam ini, perjuangan Palestina tidak akan goyah.


“Lagi-lagi mengungkap wajah asli Israel dan para pendukungnya,” kata Hamas dalam pernyataan tersebut. (Berita Satu, 25/5/2025).


Komentar kontroversial yang dikeluarkan Randy Fine disampaikan dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis (23/5/2025). Seruan menggunakan bom nuklir di Gaza tersebut memicu kritik luas, baik dari komunitas internasional maupun pegiat HAM, yang menyebutnya sebagai ujaran kebencian dan pelanggaran atas norma-norma kemanusiaan global.


Pernyataan anggota Kongres Amerika Serikat, Randy Fine yang menyerukan penggunaan bom nuklir di Jalur Gaza adalah pernyataan yang tidak etis, tidak sah secara hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan dan agama.


Pernyataan itu menjadi bukti nyata bahwa umat Islam mendapatkan penghinaan luar biasa ini. Mirisnya, pemimpin negeri muslim tak terdorong untuk menunjukkan pembelaan atas agamanya ini. Mereka tetap bergeming demi menjaga kekuasaannya, padahal Gaza sungguh telah dihancurkan sedemikian rupa. Mereka makin kuat pengkhianatannya di dunia.


Gambaran kerusakan dan kekejaman di Gaza menunjukkan buruknya sistem hidup hari ini yang tak memuliakan manusia sebagai makhluk terbaik ciptaan Allah. Sistem yang tega membunuh bayi-bayi yang tak berdosa ini jelas tidak layak memimpin dunia dan mengatur hidup manusia. Inilah fakta yang terjadi dalam sistem kapitalisme saat ini. Dunia begitu kejam terhadap umat Islam, namun para pemimpin negeri muslim tak bisa berbuat apa-apa. Hanya tunduk pada keinginan penjajah. 


Berbeda halnya dengan Islam. Islam menghormati nyawa manusia. Bahkan dalam peperangan sekalipun, Islam memerintahkan untuk berlaku baik dan menjaga nyawa penduduk sipil serta fasilitas umum. Islam memlilki aturan perang yang sangat luar biasa indahnya. Sebelum berperang, pasukan perang Islam terlebih dahulu mendakwahkan Islam dihadapan para musuh-musuhnya. Penerapan Islam jelas akan menjaga kemuliaan manusia dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. 


Umat Islam harus berjuang untuk menegakkan aturan Islam secara kaffah di muka bumi. Perjuangan tersebut membutuhkan upaya besar umat yang harus bergerak bersama, demi terwujudnya kedamaian di Palestina. 


Umat membutuhkan adanya kepemimpinan jamaah dakwah yang tulus dan berpegang pada metode dakwah Rasulullah SAW. Umat harus menyambut seruan jamaah dakwah ini untuk mewujudkan kemuliaan agama Islam. Sesungguhnya memang telah ada jamaah dakwah yang berjuang demi tegaknya syariat Islam dimuka bumi, yakni berdirinya sistem pemerintahan Khilafah Islamiyyah. Sebab, kemuliaan umat hanya akan terwujud dengan Islam. Aturan Islam tidak akan tegak kecuali dengan penerapan aturan secara kaffah oleh Khilafah Rasyidah.


Wallahu a'lam bishshowaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update