Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengaktivasi Peran Gen Z dalam Perjuangan Menegakkan Islam Kaaffah

Saturday, November 02, 2024 | Saturday, November 02, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:35:36Z

Mengaktivasi Peran Gen Z dalam Perjuangan Menegakkan Islam Kaaffah

Oleh : Neni Resmi

Generasi Z (Gen Z) saat ini menghadapi berbagai tantangan yang mengancam kesehatan mental dan kesejahteraan mereka. Dari beban biaya pendidikan yang tinggi hingga masalah pengangguran, serta meningkatnya gangguan kesehatan mental. Gen Z di Indonesia mengalami dampak dari sistem demokrasi kapitalisme yang mendorong lahirnya aturan yang kurang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Di sisi lain, mereka juga terjebak dalam gaya hidup serba cepat dan konsumtif seperti FOMO (fear of missing out), konsumerisme, dan hedonisme yang semakin menambah tekanan psikologis.

Krisis kesehatan mental Gen Z
Penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental Gen Z di Indonesia berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Data yang dikutip oleh Kompas menyebutkan bahwa bunuh diri di kalangan remaja meningkat dan menjadi gambaran jelas tentang rapuhnya mental generasi muda hari ini. Tekanan yang dihadapi seringkali bersumber dari ketidakmampuan dalam mengatasi beban pendidikan dan ekspektasi sosial, serta gaya hidup konsumtif yang semakin merambah akibat perkembangan teknologi.

Teknologi, yang awalnya diharapkan menjadi alat bantu bagi kehidupan sehari-hari, justru membawa dampak buruk terhadap kesehatan mental. Gen Z terus-menerus terpapar citra kehidupan sempurna melalui media sosial, yang memperkuat rasa tidak aman dan ketidakpuasan pada diri sendiri. Menurut penelitian yang dilansir oleh Kumparan, peningkatan interaksi melalui media sosial memperburuk kondisi kecemasan, depresi, dan bahkan isolasi sosial di kalangan generasi muda.

Permasalahan yang dihadapi Gen Z hari ini tak lepas dari sistem demokrasi kapitalisme yang melandasi berbagai kebijakan ekonomi, sosial, dan budaya. Sistem ini, yang menempatkan keuntungan materi sebagai tujuan utama, mendorong lahirnya aturan-aturan yang seringkali mengorbankan kesejahteraan rakyat. Akibatnya, generasi muda lebih rentan terhadap tekanan ekonomi dan psikologis, sehingga rentan terhadap gangguan kesehatan mental.9

Di sisi lain, sistem kapitalisme juga mendorong gaya hidup konsumtif dan individualistik yang memperparah kondisi mental Gen Z. Konsumerisme, hedonisme, dan budaya FOMO yang menjadi tren justru membuat mereka semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang sebenarnya, serta mengabaikan aspek spiritualitas yang bisa menjadi landasan ketenangan batin.

Namun, di balik segala tantangan tersebut, Gen Z memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Mereka dikenal sebagai generasi yang kritis dan adaptif dengan teknologi, serta memiliki modal besar dalam hal akses informasi dan pengetahuan. Potensi ini, jika dibina dengan baik, dapat menjadi kekuatan untuk mendorong perubahan dalam tatanan sosial yang lebih baik.

Gen Z membutuhkan pembinaan yang shahih agar dapat menjadi pribadi yang kuat secara mental, fisik, dan spiritual. Melalui adanya partai Islam yang berkomitmen untuk membina generasi muda dengan nilai-nilai Islam, Gen Z diharapkan bisa menjadi generasi berkepribadian Islam yang siap membela agama dan membangun peradaban yang lebih baik.

Wallahu’alam bishowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update