Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Solusi Islam dalam Mengelola Sampah

Tuesday, October 29, 2024 | Tuesday, October 29, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:35:47Z

Oleh Ummu Fauzi
Pegiat Literasi

Permasalahan sampah sampai saat ini masih menjadi PR besar pemerintah yang belum bisa diselesaikan. Hampir disetiap TPA sampah menggunung, bahkan ada yang sampai overload. Seperti yang terjadi di TPA Sarimukti Kabupaten Bandung.TPPA tersebut bisa overload dikarenakan semakin menipisnya lahan. Maka dari itu, Herman Suryatman sebagai Sekertaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, mendorong setiap rumah tangga di Bandung raya bisa mengolah sampah sendiri dengan memanfaatkan teknologi pengolahan sampah seperti insinerasi, composting ataupun tehnik lainnya. (kompas.com, 11/10/2024)

Dalam keterangan resminya Herman menuturkan, banyak teknologi (pengelolaan sampah) sehingga sampah yang dikirim ke TPPAS Sarimukti bisa minimal, Sungai Citarum bersih hingga akhirnya tidak terjadi ledakan sampah di Bandung Raya. Beliau juga menjelaskan, pihaknya telah mendorong pemda di Bandung Raya untuk merealisasikan pengelolaan sampah dari hulu dan mengedukasi warga agar mau melakukan pengelolaan dan pengolahan sampah rumah tangga karena teknologi untuk itu sudah banyak. Gerakan yang sedang dilakukan saat ini adalah pengelolaan sampah yang bijak, mulai dari mengurangi, memanfaatkan hingga mendaur ulang sampah.

Upaya Pemerintah dalam Mengelola Sampah
Persoalan sampah bukan sekedar masalah teknis yang bisa diselesaikan dengan menyerahkan pengelolaan sampah kepada warga atau masyarakat, tetapi butuh peran negara yang serius dalam penanganannya. Ada banyak cara program yang diluncurkan pemerintah dalam penanganan sampah, diantaranaya program Zero Waste. Program ini menyasar masyarakat untuk merubah gaya hidup. Aktivitas mereka dituntut untuk tidak menghasilkan sampah, dengan tujuan untuk meminimalisir jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya (seperti membawa tas belanjaan sendiri, memisahkan sampah, mengurangi penggunaan kantong plastik, mengolah sampah organik dan lain lain). Hal ini diharapkan dapat menjaga dan melestarikan alam. Dalam aktifitasnya menekankan untuk menghindari penggunaan produk sekali pakai.

Selain itu ada juga program Bank Sampah. Bank sampah ini adalah tempat untuk mengumpulkan sampah kering yang sudah dipilah-pilah dengan sistem dan manajemen seperti perbankan. Sampah yang di bawa masyarakat ditimbang oleh petugas dan dicatat serta dihargai dalam bentuk uang, kemudian dimasukan kedalam buku tabungan. Nantinya bank sampah akan menjual sampah tersebut ke pabrik yang sudah melakukan kerja sama dengan bank sampah.

Dua contoh diatas adalah upaya-upaya pemerintah dalam menangani pengolahan sampah. Tapi itu hanya parsial saja, butuh kesadaran dan edukasi kepada masyarakat dalam penerapannya. Butuh peran negara yang maksimal dalam pelaksanaannya agar bisa tercapai tujuan yang dimaksud.

Penyebab Sampah Selalu Menjadi Masalah
Persoalan sampah di negeri ini masih selalu menjadi masalah. Penyebabnya tentu dari berbagai sisi. Dimulai dari individu yang tidak taat peraturan dengan membuang sampah sembarangan, pola kebiasaan masyarakat yang ramai-ramai membuang sampah ke sungai dan tempat yang bukan seharusnya. Begitu juga dengan pemerintah yang belum serius penanganannya bahkan masih membuka pintu impor menampung sampah plastik. Sayangnya semua ini terbentuk dari pola pikir dan sistem kehidupan yang salah. Kapitalisme membuat individu dan masyarakat apatis terhadap lingkungan, negara pun lebih peduli pada keuntungan.

Seandainya saja peran negara dalam penanganan sampah yaitu dengan menyediakan perangkat peraturan tentang pengolahan sampah, pengembangan teknologi pengelolaan sampah, pembiayaan pengelolaan sampah yang diperlukan termasuk pemberian edukasi tentang persampahan bagi setiap lapisan masyarakat dilakukan dengan sungguh-sungguh, tentu semua permasalahan sampah bisa ditangani.

Pengelolaan sampah tidak hanya menyangkut teknis, tetapi menyangkut persoalan ideologis. Butuh aturan yang menyeluruh dari negara, mulai dari konsumerisme yang memproduksi banyak sampah, sampai pembiaran negara pada pabrik-pabrik yang menggunakan kemasan sulit di daur ulang. Penegakan hukum yang tegas harus dilakukan oleh negara. Pelaksanaan oleh level individu berdampak kecil, kebijakan terstruktur yang menyeluruh akan menyelesaikan semua permasalahan yang dialami individu.

Cara Islam Mengelola Sampah
Islam memiliki solusi tuntas pengelolaan sampah. Negara berjalan sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai pengurus rakyat. Negara akan berupaya untuk menangani sampah terutama sampah plastik. Hal yang negara lakukan dalam penangan sampah ini adalah:
Pertama, negara akan melakukan riset terpadu untuk menemukan teknologi mutakhir, baik dalam menyediakan kemasan alternatif yang ramah lingkungan maupun dalam pengolahan sampah yang mumpuni.
Kedua, negara akan memberikan bantuan khusus untuk inovasi alternatif plastik yang didanai negara.
Ketiga, negara akan memperhatikan pendirian pabrik untuk mendaur ulang limbah yang diizinkan. Limbah-limbah yang tidak dapat didaur ulang akan diproses dahulu sebelum dibuang sehingga tidak membahayan manusia, hewan dana alam.
Keempat, negara akan membentuk tim ilmuwan untuk mempelajari dan mengembangkan cara-cara baru guna membersihkan limbah yang tidak dapat didaur ulang guna menghilangkan resiko dan bahaya bagi rakyat.

Keempat poin diatas dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh negara untuk menghindari kerusakan lingkungan dan menjaga keselamatan umatnya agar terbebas dari bahaya sampah. Islam melarang manusia merusak lingkungan karena lingkungan merupakan penyangga kehidupan. Allah Swt mengingatkan dalam Al-Qur’an:
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan manusia, Allah menhendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (QS Ar-Rum:41)

Wallahu ‘alam bisshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update