Oleh: Hideyosi Mori
Setahun lebih telah berlalu, serangan Zionis atas Palestina semakin mengerikan dan dunia masih dengan solusi yang sama “solusi dua negara dan genjatan senjata” yang tidak pernah terbukti menyelesaikan problem besar ini. Hari demi hari Zionis makin menampakan kebrutalannya dalam pembantaian terhadap palestina, tak cukup dengan pemboman, penangkapan, penyiksaan kini mereka pun membakar hidup-hidup saudara kita pada kamp-kamp pengungsian. Zionis tidak pernah puas membantai saudara-saudara kita di Palestina, mereka pun menyerang Lebanon dan Suriah. Namun dunia lagi-lagi hanya bisa mengecam dan memboikot.
Apakah darah, kehormatan dan nyawa saudara-saudari kita di sana begitu tidak berharga?
Apakah sekarang telah menjadi sebuah kenormalan untuk menyaksikan perempuan dan anak- anak dibunuh?
Apakah mereka adalah mereka dan bukan kita?
Sejak 7 oktober 2023 hingga 13 oktober 2024 korban tewas dari penduduk palestina mencapai 42.227 orang dengan sekitar 98.464 orang lain terluka, jumlah ini belum termasuk yang masih tertimbun dalam reruntuhan maupun yang sakit akibat kekurangan makanan dan air bersih. Angka tersebut bukanlah sekadar angka, tetapi angka yang menggambarkan betapa banyak manusia kehilangan nyawanya, orang tua kehilangan anak-anaknya dan anak-anak menjadi yatim piatu.
Tidakkah ini membuat kita sedih sekaligus marah?
Tidakkah ini membuat kita ingin segera menyelamatkan saudara-saudari kita di sana?
Tidakkah ini membuat kita ingin agar para tentara kaum muslim bergerak untuk membebaskan mereka?
*Kaum Muslimin Harus Memahami Apa yang Sebenarnya Terjadi*
Ustadzah Ratu Erma Rahmayanti seorang Aktivis Dakwah Nasional menyampaikan pesan penting tentang masalah Palestina dan solusi hakikinya dalam sebuah video bahwa problem Palestina terjadi begitu lama sebab masalah ini tidak diselesaikan dengan cara yang benar, yaitu jihad fi sabilillah oleh tentara Khilafah, ini adalah hukum syara yang ditetapkan Allah untuk melenyapkan kezaliman di muka bumi.
Beberapa hakikat yang perlu dipahami adalah sebagai berikut:
1. Palestina adalah negeri Muslim milik umat Islam
2. Problem Palestina: Pendudukan dan perampasan. Solusinya dengan merebut kembali
3. Konflik Palestina sesungguhnya adalah konflik umat Islam vs negara kapitalis Barat
4. Tidak ada netralisasi pada negara kapitalis Barat terhadap masalah Palestina
5. Penguasa negeri muslim adalah agen negara kapitalis penjajah tidak akan menyelesaiakan konflik Palestina
6. Bantuan dana dari pendonor adalah uang politik
7. Penguasa ngara Arab dan negara sekitarnya terbukti tidak mampu melumpuhkan tentara Israel yang lemah
8. Fakta tambal sulam arahan Barat terbukti gagal
Dari fakta ini dapat disimpulkan bahwa kunci untuk persoalan ini adalah dengan tegaknya Khilafah kedua berdasarkan metode Rasulullah SAW yang akan memerintahkan tentaranya untuk melenyapkan kezaliman dimanapun karena Khilafah adalah negara adidaya baru yang akan menyejahterakan seluruh umat manusia dengan penerapan syariat Islam dan khilafah pula yang akan membebaskan setiap jengkal negeri manapun yang dizalimi, Khalifah adalah perisai sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدْلٌ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ ، وَإِنْ يَأْمُرُ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ [رواه البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya seorang imam itu [laksana] perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan adil, maka dengannya, dia akan mendapatkan pahala. Tetapi, jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa/adzab karenanya.” [HR. Bukhari dan Muslim]
Tentu tegaknya Khilafah ini tidaklah tiba-tiba tetapi harus diperjuangkan sebagai kewajiban yang dibebankan Allah kepada umat Islam.
Wallahu’alam bish shawab
No comments:
Post a Comment