Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Motif dendam, Santri nekat bakar pengurus pondok pesantren, Islam kaffah menjadi solusi.

Sunday, October 13, 2024 | Sunday, October 13, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:36:45Z

Nama : Anissa Pratiwi

Seorang santri berinisial FAZ (17) nekat membakar Adab Auli (19), yang merupakan pengurus pengajar pondok di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Pelaku mengaku dendam karena sering diejek oleh korban.
“(Pelaku) selama ini kerap di-bully oleh korban, sehingga menyimpan dendam,” kata Kanit Reskrim Polsek Hinai Iptu Sukma Atmajaya, Selasa (8/10/2024).

Sukma mengungkapkan peristiwa itu terjadi di Ponpes An Nur Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Sabtu (5/10) sekira pukul 03.00 WIB. Korban dibakar saat tengah berada di salah satu kamar yang berada di dalam masjid ponpes itu.

Sukma mengatakan pelaku dijerat Pasal 187 KUHPidana. Dia menyebut bahwa motif pelaku membakar korban karena dendam sering diejek.

“(Pelaku) selama ini kerap di-bully oleh korban, sehingga menyimpan dendam,” jelasnya.

Dia mengatakan pelaku membakar kamar korban dengan menggunakan pertalite. Bensin itu dibeli oleh adik santri pelaku atas suruhan korban.

“Pelaku di hari sebelumnya sempat meminta tolong kepada adik santri lain untuk membeli BBM jenis pertalite yang kemudian sempat disimpan oleh pelaku beberapa hari sampai akhirnya digunakan untuk membakar korban,” jelasnya.

Sukma mengatakan korban mengalami luka bakar hingga 80 persen. Saat ini, korban dengan menjalani perawatan di RS Adam Malik Medan.

Perwira pertama polri itu mengatakan peristiwa itu terjadi di Ponpes An Nur Desa Batu Melenggang, Kecamatan Hinai, Sabtu (5/10) sekira pukul 03.00 WIB. Korban dibakar saat tengah berada di salah satu kamar yang berada di dalam masjid ponpes itu.

Awalnya, kata Sukma, salah satu santri di pesantren itu melihat seseorang diduga pelaku berlari dari dalam masjid menuju perkebunan kelapa sawit yang berada di sekitar pesantren. Merasa curiga, santri itu lalu masuk ke dalam masjid dan melihat kamar korban telah terbakar.

“Merasa curiga, selanjutnya saksi masuk ke masjid untuk melihat apa yang terjadi, berhubung ada orang yg tidak di kenal melarikan diri. Kemudian, saksi melihat kamar salah satu pengurus atau pengajar ponpes yg berada di dalam mesjid terbakar dan api sudah membesar,” sebutnya.

Sontak santri itu langsung berteriak meminta tolong. Tak lama, ada sejumlah santri yang berdatangan dan langsung berupaya memadamkan api.

Saat proses pemadaman ini, para santri mendengar suara teriakan korban dari dalam kamar. Santri-santri tersebut lalu mendobrak pintu kamar tersebut dan menolong korban.

“Korban berhasil diselamatkan, tetapi korban mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Kemudian, korban langsung dibawa ke RS Tanjung Pura untuk pemberian pertolongan dan saat ini korban telah di rujuk ke RSU Adam Malik Medan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Sukma, pelaku pembakaran itu adalah FAZ, teman dekat korban. Saat ini, Sukma menyebut bahwa pelaku telah diamankan.

“Ternyata dari hasil penyelidikan anggota satreskrim polres dan polsek di lapangan, diperoleh informasi bahwa pelaku ternyata adalah FAZ yg merupakan teman dekat korban,” pungkasnya.

Kehidupan sekular kapitalisme yang diterapkan dinegeri ini adalah akar dari semua permasalahan kehidupan termasuk kasus bullying. Untuk menyelesaikan bullying secara tuntas membutuhkan peran serta semua pihak dan juga solusi komprehensif. Sekularisme tidak akan mampu memberikan solusi komprehensif.

Di lihat dari kasus yang terjadi, berawal dari dendam oleh si pelaku FAZ yang mengaku sering di bully mengakibatkan pelaku mampu melakukan tindakan yang di luar akal sehat.
Pondok pesantren yang seharusnya menjadi tempat untuk menuntut ilmu dan mampu mencetak anak-anak yang berakhlak Sholeh dan Sholehah pun tidak dapat terealisasikan dengan baik ,
Perundungan yang sering di alami oleh santri ataupun santriwati membuat mereka mampu melakukan hal kekerasan karna timbul nya perasaan ingin melawan dan membalas apa yang telah mereka dapat kan dari pelaku bullying.

Menerapkan Islam secara kaffah adalah solusi dari semua permasalahan yang terjadi di dunia ini, penerapan Islam secara kaffah mampu melahirkan generasi muda yang cerdas,
Pemahaman aqidah Islam secara menyeluruh mampu Manahan orang dari perbuatan yang melanggar di dalam Islam ,
Terlebih penerapan Islam secara kaffah menjadikan Al-Qur’an dan As-sunah menjadi landasan dalam setiap tindakan dan menjadi arturan kehidupan .

Namun, apakah yang menjadi titik permasalah yang terjadi di pondok pesantren tersebut?
Sejumlah kekerasan terjadi dan pelakunya adalah anak santri, padahal notabene nya ponpes tempat menuntut ilmu agama,

Ini dapat dilihat tidak ada nya peran negara dalam mengawasi setiap kegiatan dan aktivitas yang di lakukan oleh masyarakat,
Untuk menghapus segala kasus2 yang terjadi dengan menjadi Islam sebagai pedoman hidup tentunya juga memerlukan negara yang menerapkan seluruh hukum hukum Allah yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-sunah,
Negara tersebut adalah khilafah, khilafah akan objektif dalam menindak setiap permasalah yang sedang terjadi , bahkan khilafah akan senantiasa memberikan pencegahan2 dan edukasi Islam terhadap masyarakatnya.
Sanksi sanksi yang tegas di dalam islam juga senantiasa di berlakukan bagi para pelaku kejahatan,
Sanksi tersebut akan menjadi efek jera bagi siapapun yang akan berniat atau bahkan yang telah melakukan tindakan kriminal tersebut

Islam mendekat kita kepada taqwa nya Allah, dan khilafah juga mampu menjadikan masyarakatnya untuk selalu berada di jalan-Nya.
Kembali kepada sistem Islam dan di bawah naungan khilafah adalah solusi untuk menghentikan segala permasalahan kehidupan, bahkan dengan kesempurnaan Islam yang berjaya selama 1400 tahun seharusnya menjadi acuan untuk kita berusaha menerapkan dan mengembalikan kembali kepada kehidupan sekarang ini.

Wallahu’alam bishawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update