Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Meniscayakan Tidak Berulangnya Tawuran

Thursday, October 10, 2024 | Thursday, October 10, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:37:01Z

Oleh Irma Faryanti
Pegiat Literasi

 

Tawuran seakan menjadi fenomena biasa di negeri ini. Hal itu disebabkan karena seringnya berulang kasus yang sama, korban pun berjatuhan mulai luka-luka hingga kehilangan nyawa. Aksi tidak terpuji tersebut tidak mengenal kalangan, bisa dilakukan oleh pelajar menengah, mahasiswa, warga, bahkan yang terbaru adalah kelompok geng motor.

Sebagaimana yang terjadi pada hari Minggu (22/9) lalu di Jalan Raya cibuntu Desa Cisalak Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur, sekitar pukul 00.15 WIB, masyarakat melaporkan aksi tawuran yang dilakukan oleh kelompok geng motor. Hal ini segera ditindaklanjuti oleh Polsek Cidaun Cianjur yang kemudian mengamankan 15 orang. Dari tangan para pelaku polisi berhasil mengumpulkan barang bukti berupa pisau, golok dan sebuah sepeda motor. (rri.co.id, Ahad 22 September 2024)

Penangkapan dilakukan dalam rangka mewujudkan situasi aman dan kondusif di tengah masyarakat. Untuk itu AKBP Rohman Yongky Dilatha menghimbau warga agar terus melakukan kerjasama dengan pihak keamanan dan tidak segan-segan melaporkan ketika didapati aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang untuk berkembangnya kejahatan, miras, narkoba, geng motor dan knalpot brong di wilayah hukum Kabupaten Cianjur.

Aksi serupa juga terjadi di Sumatera Utara, petugas mengamankan satu orang anggota geng motor ketika akan melakukan tawuran di Jalan Durung, Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan. Pelaku yang masih di bawah umur mengaku bahwa ia dan teman-temannya berencana melakukan aksi tawuran di Hamparan Perak. Hal ini disampaikan oleh AKBP Janton Silaban selaku Kapolres Pelabuhan Belawan. Di lokasi penangkapan, polisi menemukan sejumlah senjata tajam, yaitu: satu buah celurit, sebuah parang berbentuk gergaji dan dua parang panjang. Lebih lanjut Janton menghimbau para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya di luar rumah.

Sementara itu di Boyolali, aksi tawuran juga terjadi dan sempat beredar videonya di media sosial. Para pelaku membawa senjata tajam jenis klewang. Kejadian tersebut sempat direkam salah seorang pengendara, di dalam rekaman nampak jelas dua kubu saling menyerang. Viralnya video tersebut memicu reaksi warganet yang menuntut aparat untuk segera menindaklanjuti.

Maraknya tawuran yang terjadi disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah sistem pendidikan sekuler dan liberal. Di mana pihak sekolah tidak berdaya menghentikan tawuran, dan sering berkelit dengan menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi di luar lingkungannya, sehingga lepas dari tanggung jawab mereka. Merdeka belajar yang saat ini diterapkan membuat para siswa bebas melakukan segala sesuatu, termasuk kekerasan. Kurikulum yang diberlakukan lebih fokus mencetak individu yang siap terjun ke dunia industri.

Selain itu, sistem informasi yang serba bebas (liberal) menjadi penyebab lainnya. Di mana saat ini dunia medsos yang penuh dengan tayangan rusak dan merusak dibiarkan dinikmati oleh kalangan pemuda. Apa yang ditayangkan dijadikan sebagai contoh yang diikuti dan dianggap sebagai tren. Termasuk masalah tawuran yang ternyata banyak dijadikan konten. Ditambah lagi saat ini krisis identitas tengah melanda generasi sehingga mereka merasa kehilangan jati dirinya, tidak memahami tujuan hidupnya, sehingga jiwa muda dengan emosi yang meletup-letup disalurkan dengan melakukan tindak kekerasan.

Energi yang begitu besar seharusnya disalurkan untuk hal positif. Namun dalam naungan kapitalis semua itu urung terwujud. Adanya ide sekularisme yang menjauhkan agama dari kehidupan, telah membentuk mereka mengabaikan tuntunan Tuhannya. Sehingga terombang-ambing dalam hidup karena tidak memiliki pegangan dan tersesat dalam pergaulan. Kontrol diri pun lemah, landasan keimanan yang minim membuat mereka lepas kendali dan mudah tersulut emosi dan terprovokasi untuk melakukan kekerasan.

Di sisi lain, pengawasan dari keluarga pun sangat kurang. Orang tua yang sibuk bekerja membuat anak luput dari perhatian dan tidak terawasi dari sisi pergaulan, mereka hanya dicukupi dari sisi materi tanpa peduli dengan apa yang tengah dialami. Tapi kesibukan itu tidak dilakukan tanpa alasan, karena semua dilakukan demi memenuhi kebutuhan buah hatinya, karena negara yang tidak menjalankan perannya dalam menyejahterakan rakyat.

Inilah buah diterapkannya sistem kapitalis sekuler, yang gagal memanusiakan manusia. Meniscayakan kerusakan pemikiran dan kebudayaan masyarakat. Dan negara yang seharusnya menjadi pengayom rakyat, justru telah abai dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia.

Namun lain halnya dengan Islam, sistem ini mampu memberi solusi terkait maraknya tawuran yang dilakukan generasi. Mulai dari konsep pendidikan yang bertujuan membentuk kepribadian mulia dengan akidah sebagai landasannya. Kaum muda pun akan memahami tujuan hidupnya dan selalu berusaha terikat dengan hukum Allah Swt. Mereka tidak akan melibatkan dirinya dengan pergaulan bebas, melukai orang lain dengan tawuran atau kegiatan negatif lainnya. Karena syariat telah menetapkannya yang tertuang dalam QS. al Maidah ayat 45, yang artinya:
“Kami telah menetapkan. Bagi mereka (Bani Israil) di dalamnya (Taurat), bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya (balasan yang sama).”

Dengan memahami ketentuan ini, para pemuda akan berpikir ribuan kali untuk melukai pihak lain, karena Allah Swt. telah melarangnya. Mereka akan memilih untuk melakukan kegiatan positif, belajar dengan tekun, dan menyibukkan diri dengan kegiatan produktif lainnya. Dari sisi penguasa pun akan berusaha memberikan suasana kondusif baik dalam keluarga, masyarakat terlebih negara. Juga akan merevitalisasi peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Negara juga akan mewujudkan lingkungan yang kondusif dengan menerapkan kewajiban amar makruf nahi munkar agar kontrol masyarakat senantiasa terjaga saat terjadi penyimpangan. Juga akan menetapkan ketegasan sanksi bagi setiap tindak kriminalitas agar tidak terulang dan berkembang luas.

Demikianlah cara syariat menyolusikan permasalahan umat, tuntas hingga ke akar. Namun itu semua baru akan terlaksana sempurna ketika hukum Allah Swt. diterapkan dalam naungan sebuah kepemimpinan Islam.
Wallahu alam Bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update