Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Solusi Atasi Tingginya Angka Pengangguran

Monday, August 05, 2024 | Monday, August 05, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:40:51Z

Oleh: Cucu Juariah
(Pegiat Literasi)

Di tahun 2024, Indonesia kembali mendapatkan prestasi yang buruk. Indonesia berhasil mempertahankan posisinya sebagai negara di Asean yang memiliki jumlah angka pengangguran tertinggi yaitu mencapai 5,2 persen.

Dana Moneter Internasional (IMF) pada World Economic Outlook April 2024 menyatakan posisi ini tak berubah dari tahun lalu, namun angkanya lebih rendah yakni 5,3 persen.

Kemudian Filipina berada di posisi kedua yakni 5,1%, disusul Brunei Darussalam yakni 4,9%, Malaysia 3,52%, Vietnam 2,1%, Singapura 1,9% dan Thailand 1,1%.
( infografis.okezone.com, 21 Juli 2024 )

Bagaimana hal ini bisa terjadi dan apakah hal ini bisa ditanggulangi di Indonesia?.

Tingginya angka pengangguran sebenarnya adalah masalah klasik yang tidak bisa dijawab oleh sistem ekonomi kapitalisme. Persoalan ini bukan hanya dialami oleh negara berkembang, tetapi juga oleh negara-negara maju seperti di Amerika mencapai angka 3,9%, dan di China yang mencapai 5,1%.

Seharusnya, negara adalah pihak yang bertanggung jawab dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Negara harus memastikan para laki-laki mampu melaksanakan kewajibannya dalam memberikan nafkah, yang salah satunya adalah dengan tersedianya lapangan pekerjaan.

Disamping itu perkara yang mendasari keterbutuhan masyarakat akan pekerjaan pun harus menjadi poin yang lebih utama untuk diperhatikan oleh negara. Yaitu perkara pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat.

Hanya saja penerapan sistem ekonomi kapitalis telah menghilangkan fungsi utama negara, yaitu untuk merawat rakyatnya.

Dalam sistem ekonomi kapitalis, negara malah memalak rakyatnya dengan berbagai jenis pajak dan iuran-iuran. Selain itu hubungan antara negara dan rakyat ibarat hubungan antara penjual dan pembeli. Di mana negara menjual barang-barang pokok yang dibutuhkan masyarakat, bahkan untuk barang-barang yang sebenarnya milik masyarakat seperti minyak dan listrik. Negara tetap menjualnya dengan harga yang memberatkan dan tidak semestinya.

Sementara mengenai permasalahan kemampuan masyarakat dalam memiliki pendapatan, seperti mendapatkan pekerjaan, negara seakan tutup mata dan cuci tangan. Negara menyerahkan warganya untuk diatur oleh pihak swasta dan menyerahkan warganya menjadi budak korporasi.

Sebenarnya Indonesia adalah wilayah yang kaya. Jika saja pengelolaan sumber daya alam yang melimpah dilakukan oleh negara dan tidak diserahkan ke pihak swasta, maka hal ini akan mampu untuk menyerap lapangan pekerjaan. Dari mulai pengambilan bahan mentah sampai pengolahan yang tentunya membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar.

Disamping itu jika negara menjalankan perannya dalam mensejahterakan warganya, tentu akan banyak bermunculan warga negara yang mampu menjadi pengusaha dan membuka banyak lapangan kerja. Hingga persaingan dalam mencari tenaga kerja ini akan berakibat pada semakin tingginya upah yang ditawarkan, yang membuat daya beli masyarakat pun akan semakin membaik.

Hanya saja hal itu tidak mungkin terjadi didalam sistem ekonomi kapitalisme, seperti yang di terapkan di Indonesia saat ini.

Hal tersebut hanya bisa terjadi di sistem pemerintahan Islam dengan sistem ekonomi Islamnya.

Maka hal penting yang harus kita lakukan saat ini, adalah merubah sistem pemerintahan yang diterapkan di Indonesia saat ini yaitu sistem demokrasi-kapitalisme menjadi sistem pemerintahan dan sistem ekonomi Islam.

Wallahualam Bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update