Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Berharap Hanya Ridho Allah, Dunia dalam Genggaman

Thursday, August 08, 2024 | Thursday, August 08, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:40:31Z

Oleh : Nina Iryani S.Pd

Dunia terlihat indah, seolah menjanjikan bahagia tiada batas. Harta, tahta dan popularitas dikejar habis-habisan. Manusia berlomba-lomba mendapatkan semua itu padahal garis finisnya adalah kematian. Segalanya dilakukan demi uang, ketenaran dan jabatan, hingga terjangkit penyakit yang disebut Al-Wahn (cinta dunia dan takut mati).

Padahal kecintaan terhadap dunia secara berlebihan hanya membuat manusia lelah yang berakibat buruk pada kesehatan kita. Pada akhirnya manusia mengorbankan kesehatan demi uang. Setelah itu manusia mengorbankan uangnya untuk kesehatannya. Ketika sehat mencari uang, setelah uang terkumpul dibayarkan untuk biaya kesehatan.

Terlebih lagi dunia yang serba indah dan menakjubkan belum tentu seperti kelihatannya. Berapa banyak manusia kaya terjerat pidana akibat korupsi. Lalu ada istidraj, yakni kenikmatan materi yang diberikan kepada seseorang yang secara lahir semakin bertambah, tetapi kenikmatan yang bersifat batin semakin dikurangi atau dicabut, sementara ia tidak menyadarinya. Pada suatu titik tiba-tiba dihancurkan sehancur-hancurnya.

Berapa banyak pula manusia mengejar popularitas hingga terkenal, kaya dan punya jabatan, tapi stress hingga bunuh diri akibat kalah saing dengan pendatang.

Betapa banyak pula manusia yang meninggal dunia akibat sakit hasil dari operasi plastik yang tadinya bertujuan mendulang lebih banyak materi, jabatan dan ketenaran.

Kesenangan sesaat seperti judi, mabuk, zina dan sebagainya pun yang begitu digandrungi orang-orang berduit dan yang mengejar hobi tak baik tersebut mengakibatkan hancurnya keluarga, miskin, stress dan sebagainya.

Allah SWT berfirman:

“Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.”
(TQS. Al-Ankabut ayat 79).

Allah SWT pun berfirman:

“Seandainya mereka benar-benar ridho dengan apa yang diberikan kepada mereka Leh Allah dan Rasul-Nya, dan berkata ‘Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian dari karunia-Nya, dan (demikian pula) Rasul-Nya. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang selalu berharap hanya kepada Allah.”
(TQS. At-Taubah ayat 59).

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang mencari Ridha Allah saat manusia tigak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barangsiapa yang mencari Ridha manusia, namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.”
(H.R Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Demikian Islam jelaskan bahwa seyogianya kita hanya perlu mengejar ridha Allah, niscaya tidak kecewa meski banyak rintangannya. Berbeda halnya bila bergantung pada manusia akan banyak kecewanya.

Mengejar ridha manusia, mengejar harta, tahta dan jabatan bukan jaminan bahagia. Tapi mengejar ridha Allah adalah kebahagiaan sejati.

Sistem sekuler kapitalis memang sukses menjerumuskan manusia berlomba-lomba mengejar dunia, berharap pada manusia, tidak patuh aturan Allah hingga hancur dan sengsara dunia akhirat.

Saatnya kembali pada Islam kaffah seperti masa nya Rasulullah SAW niscaya bahagia dunia dan akhirat.

Wallahu’alam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update