Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MinyaKita, Milik Kita?

Monday, July 29, 2024 | Monday, July 29, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:41:17Z

Oleh Maya Herlinawati

(Muslimah Rindu Syariat Islam)

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hassan dalam surat edaran Nomor 23 Tahun 2023 tentang Pedoman Penjualan Minyak Goreng Rakyat, mengusulkan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita dari Rp14.000 menjadi Rp15.700 per liter, atau kenaikan sebesar 12,14 persen.

Ketua pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai langkah pemerintah menaikkan harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita tidak masuk akal bahkan kurang tepat mengingat Indonesia adalah negeri penghasil kelapa sawit terbesar di muka bumi. Merujuk laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), stok awal CPO (bahan baku minyak goreng) pada Januari 2024 sebesar 3.146 juta ton. Dari jumlah produksi itu, konsumsi dalam negeri mencapai 1.942 juta ton, sementara jumlah ekspor mencapai 2.802 juta ton.

Penyebab kenaikan HET MinyaKita lebih banyak disebabkan karena distribusi. Hal ini menunjukkan adanya salah kelola akibat penerapan sistem ekonomi kapitalisme, sehingga pengaturan kebutuhan rakyat tidak pro rakyat. Apalagi negara tidak berperan dalam distribusi dan justru dikuasai oleh perusahaan swasta yang memperpanjang rantai distribusi, akibatnya harga makin mahal. Hal ini menambah tekanan pada ekonomi rakyat yang sudah semakin tertekan.

UMKM di sektor kuliner akan terkena dampak, dengan peningkatan biaya operasional yang akan menaikkan harga produk, mengurangi volume penjualan dan mengancam keberlangsungan usaha. Oleh karena itu, kenaikan HET minyak goreng perlu dipertimbangkan kembali untuk mengatasi kelesuan rakyat. Pemerintah jangan abai dengan penderitaan rakyat.

Islam memandang pemenuhan kebutuhan pokok menjadi tanggung jawab negara dengan berbagai mekanisme sesuai syariat Islam.

Penetapan sistem ekonomi dalam pengelolaan sawit akan menjadikan minyak didapat dengan harga murah.

Penerapan sistem Islam secara keseluruhan (kafah) akan mewujudkan kesejahteraan rakyat karena negara Islam (Khilafah) menjadi pihak pengendali distribusi kebutuhan rakyat termasuk minyak.

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update