Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mabuk Kecubung, Akibat Gaya Hidup Hedonis Membawa Petaka

Wednesday, July 24, 2024 | Wednesday, July 24, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:41:42Z

By : Nur Inayah

Miris dan memprihatinkan melihat berita yang tengah viral di media sosial akhir-akhir ini. Berita tersebut telah menghebohkan masyarakat di media sosial dengan kasus warga di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang dilarikan ke rumah sakit jiwa (RSJ) usai di duga mabuk kecubung.

Diketahui ada sekitar 49 pasien yang diduga masuk secara bertahap dan mendapatkan perawatan di RSJ Sambang Lihum Banjarmasin sejak Jumat (5/7/2024). Kemudian terdapat dua orang di antarannya dilaporkan meninggal dunia. Pasien yang mendapatkan perawatan mengalami keluhan yang mirip mulai dari mabuk hingga mengalami halusinasi berat . Kasus tersebut juga menjadi sorotan warganet karena munculnya video viral yang menampilkan warga sempoyongan di jalan raya.

Hal ini pun dikuatkan dan telah dibenarkan oleh Kasi Humas dan informasi RSJ Sambang Lihum, Budi Harmanto melaporkan ada sekitar 49 pasien yang di duga mabuk kecubung . Dua diantaranya meninggal dunia dan merupakan warga asal Banjarmasin.
(“Korban meninggal masing-masing) Usia 22 sama 44 tahun, dua-duannya laki-laki warga Banjarmasin”, ucapnya kepada media Kamis (11/7/2024).

Seperti kita ketahui, kecubung dikenal sebagai salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai pengobatan alami. Namun yang perlu di waspadai bahwa dibalik khasiatnya, kecubung juga mempunyai kandungan senyawa aktif yang memberikan efek racun bagi yang mengonsumsinya, yang kandungan senyawa aktif ini dapat menimbulkan halusinasi. Zat aktif ini juga terkadung pada tanaman seperti ganja dan katinon, yang sudah jelas sekali membahayakan. Namun hal ini telah diabaikan oleh masyarakat saat ini, terlebih di kalangan para remaja, pemuda dan pemudi yang telah menjadikan mabuk-mabukan menjadi kebiasaaan hidup sebagian dari mereka saat ini. Mereka menempuh berbagai cara agar dapat merasakan sensasi mabuk yang mereka inginkan. Mulai dari mengkonsumsi minuman beralkohol ataupun miras oplosan, mencampur miras dengan obat-obatan tertentu hingga mencampurkannya dengan tumbuhan kecubung yang dapat memberikan efek halusinasi.

Hal tersebut menunjukan salah satu potret buram betapa rusaknya model pergaulan generasi muda saat ini. Banyak sekali hal yang membuat para pemuda terjerat oleh prilaku gaya hidup bebas dan hedonis, termasuk dalam mengkonsumsi miras (alkohol) dengan berbagai alasan, mulai dari ingin menghilangkan stres dari tuntutan hidup yang semakin tinggi, perihal asmara, faktor pergaulan, kurangnya edukasi, dan masih banyak faktor lainnya. Gaya hidup hedonis yang mengagungkan kesenangan jasadiah (jasmaninya), telah mendorong mereka untuk melakukan berbagai cara, walaupun hal tersebut dapat membayakan dirinya. Dan ini diperparah dengan masyarakat sekuler materialistis yang standar kebahagiaan hanya seputar mendapat materi sebanyak-banyaknya, mulai dari banyaknya harta, kesuksesan, jabatan, dan kesenangan dunia yang lainnya, dan ketika hal itu tidak dapat diraih, mereka melampiaskan kekecewaannya dengan mengkonsumsi miras dan dengan hal-hal yang mendatangkan kerugian bagi mereka, bahkan mendatangkan dosa karena melanggar hukum agama.

Begitulah sistem sekuler-kapitalis melahirkan generasi yang memiliki kelemahan mental bahkan krisis keimanan hingga tidak mengindahkan lagi halal dan haramnya perbuatan yang mereka lakukan.

Berbeda halnya dengan Islam, sebagai agama yang paripurna dari Sang Khalik memiliki seperangkat peraturan yang di dalamnya mampu mengatasi berbagai masalah kehidupan manusia. Islam pun dengan tegas mengharamkan minuman keras karna telah jelas mendatangkan kemudaratan bagi manusia.

Sebagaimana firman Allah SWT : ” Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk berhala) dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” Surah Al-Maidah ayat 60.

Maka dapat dipastikan di dalam Islam melalui mekanisme pendidikan Islam nya akan mampu mencetak individu-individu yang nantinya akan dibentuk menjadi individu yang memiliki kepribadian Islam yakni pola pikir dan pola sikapnya Islam, dan akan mampu mengetahui tujuan hidup yang sesungguhnya, dan tentunya akan mampu melahirkan para pemuda yang menjadi peradaban Islam yang gemilang. Dan semua itu tentunya diperlukan peran negara dalam meriayah rakyatnya dalam segala aspek kehidupan, mulai dari bidang pendidikan , kesehatan, ekonomi, dan lain-lain. Dan dalam Islam negara nantinya akan memberikan pengawasan dan edukasi terkait bahayannya tumbuhan liar seperti kecubung dan negara pun akan dengan tegas memberikan sanski kepada para pelaku kemaksiatan contohnya saja dalam hal penggunaan minuman keras dan peredarannya , baik itu produsen, distributor, bahkan konsumennya bila terbukti terlibat negara akan tegas memberikan sanksi yang tentunya mampu memberikan efek jera. Ini merupakan salah satu bentuk penjagaan negara kepada rakyatnya yakni penjagaan jiwa di dalam sistem Islam. Hal ini hanya akan terwujud ketika syariat Islam dapat di terapkan secara kaffah.

WalLhu a’Lam bish Shawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update