Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kurang Efektifnya Binluh Demi Mencegah Kenakalan Remaja

Friday, July 26, 2024 | Friday, July 26, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:41:29Z

Oleh: Tengku Rahmi

(Mahasiswi Universitas Telkom)

Anggota Polsek Cileunyi jajaran Polresta Bandung Polda Jabar kembali memberikan Pembinaan dan Penyuluhan (Binluh) di lingkungan sekolah terkait kenakalan remaja dengan menemui pelajar di SMA Negeri 1 Cileunyi, Kabupaten Bandung. (https://jurnalpolri..com/). Begitu juga Binluh yang dilakukan kepada siswa/siswi SMK Bandung Timur, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Dalam penyampaiannya, Wakapolsek menjelaskan berbagai macam dan jenis dari kenakalan remaja serta penyebab para remaja melakukan kenakalan remaja. (https://katerciko..com/).

Kenakalan remaja di kalangan anak muda antara lain meliputi hal seperti pergaulan bebas, bullying, penyalahgunaan narkoba, perkelahian atau tawuran antar-geng, pencurian, penipuan, pengrusakan, penganiayaan, pelanggaran susila, pelecehan seksual, dan tindakan kriminal lainnya.

Terdapat banyak penyebab kenakalan remaja di kalangan anak muda sekarang. Beberapa penyebab timbulnya fenomena tersebut dapat berupa faktor lingkungan rumah/keluarga seperti status ekonomi orang tua rendah, rumah kotor, kurangnya kasih sayang yang dialami anak, kematian orang tua, orang tua sakit berat atau cacat, dan hubungan antar anggota keluarga tidak harmonis. Ada juga faktor lingkungan sekolah seperti sekolah yang berusaha memainkan anak-anak yang kurang mampu, guru bersifat menolak, suasana sekolah buruk, atau sekolah yang kaku tanpa menghiraukan perasaan anak. Terdapat juga faktor lingkungan masyarakat, diantaranya tidak menghiraukan kepentingan anak dan tidak melindunginya, tidak memberi kesempatan bagi anak untuk melaksanakan kehidupan sosial dan tidak mampu menyalurkan emosi anak.

Namun demikian, faktor utama penyebab terjadinya kenakalan remaja ini adalah penerapan sistem kapitalisme, sekulerisme, dan liberalisme yang memisahkan agama dari kehidupan. Sedangkan penerapan syariat Islam seharusnya dilakukan secara kaffah atau menyeluruh, yang mencakup seluruh aspek kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Akibat dari belum diterapkannya sistem Islam Kaffah tersebut salah satunya adalah rapuhnya akhlak kalangan generasi muda, dimana ahlak yang rendah membuat para remaja mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif. Hal tersebut sangat berdampak buruk bagi perkembangan mereka secara individu, keluarga, dan masyarakat, seperti menimbulkan anak suka membolos segan, malas belajar, melawan orang tua, guru atau peraturan sekolah, meninggalkan sekolah, dan perkembangan kepribadian dan inteligensi yang terhambat sehingga tidak bisa menghayati norma-norma yang berlaku.

Islam menaruh perhatian lebih dalam pendidikan anak muda sebagai penerus perjuangan. Dalam Islam, masa remaja adalah masa yang istimewa, dimana pada masa ini generasi muda mulai mencari jati dirinya masing-masing dan menentukan perannya di masyarakat. Baik buruknya suatu bangsa yang akan datang sepenuhnya tergantung kepada baik buruknya generasi muda akan datang. Dapat dibayangkan bagaimana masa depan suatu bangsa apabila generasi mudanya mengalami dekadensi moral.

Islam merupakan solusi paripurna untuk menyelesaikan semua masalah remaja. Akidah Islam harus menjadi pondasi bagi kurikulum pendidikan karena ketaatan dan ketundukan manusia sebagai mahluk ciptaan kepada pencipta. Jadi sekolah pun memiliki peran yang sangat penting dalam permasalahan kenakalan remaja. Oleh karena itu memang diperlukan perhatian khusus untuk menangulangi kenakalan remaja untuk menemukan solusi pemecahan masalah yang terbaik, mulai dari akarnya.

Beberapa solusi untuk mengatasi kenakalan remaja menurut Islam adalah sebagai berikut:
1. Pengawasan sejak dini
Mengawasi dan mengajarkan anak dengan baik adalah kunci membentuk generasi yang berkualitas. Islam mengajarkan kita menjaga diri dan keluarga dari api neraka sebagaimana firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At-Tahrim 6). Dengan bekal yang kuat sejak dini, akhlak yang baik membuat anak kebal dengan pengaruh lingkungan modern yang menjerumuskan.
2. Memilih pendidikan Islam untuk anak
Pendidikan Islam merupakan pelindung terbaik dari modernisasi dan globalisasi. Dengan mendidik anak agama Islam, mengajarkan akhlak yang baik, mengajarkan batasan-batasan dalam Islam, dan mengajarkan banyak hal tentang Islam, maka anak secara otomatis akan menjadi pengawas untuk dirinya sendiri. Jika sejak awal para remaja mampu memahami konsep dasar akidah Islam, maka mereka akan menyadari bahwa kehidupan di dunia akan dipertanggung jawabkan di akhirat.
3. Antisipasi
Konsep pengawasan juga wajib dilakukan oleh orang tua. Maka dari itu, orang tua seharusnya mempelajari seluk beluk dan jenis kenakalan remaja yang marak terjadi. Agar saat menyadari ada yang aneh dengan perilaku anak, kita bisa dengan sigap mengantisipasinya agar tidak bertambah parah. Pengawasan pun bukan hanya sekadar tanggung jawab orang tua atau pihak keluarga, kita sebagai muslim juga perlu ikut membantu pengawasan kenakalan yang terjadi di sekitar kita dan berusaha mengatasinya.

Dapat kita lihat bahwa berbagai program sudah dilakukan oleh pihak TNI, Polri, Polsek, dll., baik itu pendidikan, pengawasan, penyuluhan, yang semua dibuat untuk menekan munculnya berbagai aksi kenakalan remaja. Namun sayangnya, hal tersebut masih belum mampu menyelesaikan permasalahan kenakalan remaja.

Sebagai muslim, kita yakin bahwa janji Allah pasti terbukti dan sudah jelas sekali, hanya akidah Islam yang pantas menjadi pondasi dalam mengatur segala urusan manusia. Akidah Islam mampu menjadi solusi dalam semua permasalahan manusia, termasuk menghentikan kenakalan remaja secara permanen.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update