Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Angka Stunting Naik di Kota?

Friday, July 26, 2024 | Friday, July 26, 2024 WIB Last Updated 2025-01-21T06:41:27Z

Oleh : Siti Rukayah

Kasus Stunting di Kota Balikpapan didapati mengalami kenaikan sebesar 2 persen, hal itu diutarakan oleh Alwiati selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Berdasarkan data penimbangan, terdapat 2500 anak di Balikpapan dinyatakan memiliki permasalahan dari segi gizi. Sedangkan terdapat pula lebih dari 680 ribu yang terserang anemia dan mengalami kekurangan energi kronis.
“Ini adalah rapot merah kita. Stunting di perkotaan tidak selamanya identik dengan kemiskinan. Tapi lebih kepada perilaku. Sehingga, itu yang menyebabkan Stunting,” kata Alwiati saat menghadiri Jambore Kader Posyandu di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Minggu (14/7/2024).
Menurutnya, hal tersebut terjadi disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk datang dan melakukan pengecekan ke posyandu. Ditambah lagi, para calon pengantin semestinya harus dipersiapkan sebelum menjadi seorang ibu untuk menjaga dan memperhatikan asupan gizi anaknya kelak.
Penanganan kasus Stunting disebutkan untuk konsen sejak mulai dari 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Namun faktanya kebanyakan anak sekarang berkeinginan memiliki tubuh yang langsing sebelum menikah, dan remaja putri didapati enggan meminum tablet tambah darah sehingga kerap kali pingsan di kala sedang haid, dan lain-lain.
“Lebih mementingkan hal seperti ini, padahal catin (calon pengantin) harus siap menjadi ibu. Begitu dia dinyatakan hamil, harus diperbaiki gizinya,” ujarnya.
Sehingga untuk itu, dirinya senantiasa menghimbau kepada masyarakat untuk datang ke posyandu dan melakukan pemeriksaan. Baik bagi para calon pengantin, remaja, ibu hamil, hingga ibu menyusui. Dp3KB kemarin melakukan pemeriksaan audit kasus Stunting, tapi tidak semua yang mau di audit datang.
Permasalahan Stunting kerap kali terjadi di desa maupun daerah pedalaman. Namun kali ini terdapat permasalahan yang malah terjadi di kota, sehingga disebut-sebut sebagai raport merah bagi pemerintahan. Hal tersebut dikarenakan diterapkannya gaya kehidupan ala kapitalisme sekulerisme.
Penerapan kapitalisme menghadirkan keadaan makmur atau kekayaan hanya berputar di kalangan para kapital (pemilik modal), sehingga yang terjadi adalah orang kaya semakin kaya, sedangkan yang miskin semakin miskin. Sehingga masyarakat dengan perekonomian menengah ke bawah akan menjumpai kondisi tidak mampu memberikan asupan yang bergizi dan layak untuk keluarganya.
Ditambah lagi adanya paham sekuler, yakni memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga apa yang dilakukan kerap kali merujuk pada hawa nafsu, dan jauh daripada syariat. Sehingga para kapital akan bebas melanglang buana di perekonomian, tidak peduli jika hal tersebut mendzolimi banyak pihak.
Selain itu, tingginya angka Stunting disebabkan oleh banyak faktor. Diantaranya adalah kebijakan yang diterapkan masih ibarat tambal sulam. Masyarakat yang dirutinkan untuk menghadiri pemeriksaan agar teredukasi, tentu hal tersebut tidaklah cukup. Masyarakat perlu memenuhi asupan sehari-harinya dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang termasuk pemenuhan protein yang memadai. Sehingga tidak hanya sekedar pil penambah darah, namun juga diperlukan vitamin yang turut diperhatikan.
Terkait problem tersebut, Islam juga turut punya solusi tersendiri. Dalam sistem tatanan kehidupan akan memungkinkan persoalan Stunting dapat terselesaikan. Karena hal itu didukung dengan adanya jaminan kebutuhan hidup terpenuhi oleh negara. Selain itu, seorang pemimpin akan berperan sebagai support sistem bagi para ayah untuk mencari nafkah bagi keluarganya dan sang ibu akan terfokus pada perannya sebagai yang memenuhi kebutuhan di rumah atau perannya pada perkara domestik dan mendidik anaknya. Sehingga generasi akan dalam keadaan sehat, kuat, dan pada akhirnya bebas dari stunting. Dan tentunya hal tersebut hanya dapat terealisasikan pada penerapan sistem Islam secara Kaffah (keseluruhan).
[Wallahu a’lam bisshowab]

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update