Ayo Amalkan Semua Isi Al-Qur’an!


Oleh : Rosyidah Muslimah, S.Kom.I

(Pemerhati Sosial)

 

Rasulullah Saw. bersabda:

“Aku telah meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara, kalian tak akan pernah tersesat selama-lamanya jika berpegang teguh pada keduanya, yakni: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik)

 

Al-Quran adalah petunjuk dan pedoman hidup umat Islam di sepanjang zaman. Berarti aktivitas seorang muslim harus selalu sesuai dengan isi Al-Quran. Begitupun sunnah Nabi, baik perkataan, perbuatan dan ketetapannya harus kita ikuti.

 

Pada bulan Ramadhan ini diturunkannya Al-Quran, momen yang tepat untuk kita mempelajari dan memahami isi Al-Quran lebih baik lagi. Membacanya saja sudah mendapatkan pahala, apalagi jika kita mengamalkan dan mengajarkannya bertambahlah pahala kita berkali lipat.

 

Al-Quran berisi aturan yang lengkap, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, dari bayi dalam kandungan lahir ke dunia hingga meninggal, dari urusan keluarga hingga bernegara. Ketika Allah memberikan aturan yang komprehensif sudah pasti jelas untuk kebaikan seluruh manusia, karena Allah Sang Pencipta dan Maha Mengetahui segala sesuatu yang terbaik untuk ciptaan-Nya. Tugas kita sebagai manusia cukup menaatinya, maka hidup selamat dunia dan akhirat.

 

Beribadah sesuai tuntunan Rasulullah adalah hal yang harus kita lakukan bukan pilihan untuk mengambil sebagian yang kita sukai dan meninggalkan yang tidak kita sukai. Patokan hidup seorang muslim ialah beramal sesuai syariah: halal, haram, mubah, sunnah dan makruh.

 

Allah SWT berfirman:

“Andai Al-Quran ini Kami turunkan di atas gunung, kamu (Muhammad) pasti menyaksikan gunung itu tunduk dan terbelah karena takut kepada Allah. Perumpamaan itu kami buat untuk manusia agar mereka mau berpikir.” (QS. Al-Hasyr:21)

 

Imam al-Baidhawi menafsirkan ayat ini, “Andai Kami (Allah SWT) menciptakan akal dan perasaan pada gunung, sebagaimana yang telah Kami ciptakan pada diri manusia, kemudian Kami menurunkan al-Quran di atasnya, dengan konsekuensi pahala dan siksa, sungguh gunung itu akan tunduk, patuh dan hancur berkeping-keping karena takut kepada Allah SWT. Ayat ini merupakan gambaran betapa besarnya kehebatan dan pengaruh al-Quran.” 

 

Menurut Abu Hayan al-Andalusi, ayat ini adalah celaan kepada manusia yang telah keras hatinya dan tidak terpengaruh perasaannya oleh al-Quran. Padahal jika gunung yang tegak dan kokoh saja pasti tunduk dan patuh pada al-Quran, seharusnya manusia lebih tunduk dan patuh pada al-Quran. Tafsir ayat di atas seharusnya menjadi pengingat bagi kita untuk tunduk dan patuh pada semua isi al-Quran.

 

Memang di sistem saat ini mengamalkan dan menerapkan isi al-Quran hanya bisa dilakukan perindividu saja karena bukan sistem Islam yang diterapkan. Sedangkan dalam al-Quran ayat mengenai penerapan hukum Islam hanya bisa dilakukan oleh negara belum bisa diterapkan menyeluruh jika sistemnya belum diganti. Seperti hukum-hukum yang berkaitan dengan pemerintahan dan kekuasaan, ekonomi, sosial, pendidikan dan politik luar negeri. Termasuk hukum-hukum yang mengatur pemberian sanksi terhadap pelaku pelanggaran hukum syariah, seperti hudud, qishash, dan lain-lain.

 

Oleh karena itu, keberadaan Negara Islam merupakan sesuatu yang sangat penting. Karena tanpa Negara Islam mustahil semua ayat al-Quran dapat diterapkan. Inilah yang terjadi saat ini, khususnya di Dunia Islam, termasuk negeri ini. Wallahua’lam bi ash-shawab

Post a Comment

Previous Post Next Post