Solusi Palestina: Boikot Produk Plus Pemikiran


Oleh Neneng Hermawati

Pendidik Generasi Cemerlang


Marhaban Ya Ramadan. Umat Islam di seluruh dunia menyambut bulan Ramadan dengan penuh suka cita, tak terkecuali di Palestina. Meskipun dengan kondisi yang sangat memprihatikan. Mereka tinggal di tenda-tenda pengungsian, kelaparan melanda karena sulitnya mendapatkan makanan dan minuman, ledakan bom dan tembakan terus terdengar menghantui mereka. 


Mirisnya, sampai saat ini kaum muslim Palestina belum juga mendapat pembelaan dari berbagai negara. Dunia bungkam  menyaksikan kebiadaban zionis yahudi Israel. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun tidak berkutik, berbagai resolusi sudah dikeluarkan tapi tidak ada satu pun yang dipatuhi zionis Israel. 


Penderitaan kaum muslim Palestina sangat dirasakan oleh kaum muslim lainnya di dunia, salah satu bentuk kepedulian yang bisa dilakukan adalah pemboikotan terhadap produk-produk Israel. Aksi boikot produk Israel sudah dilakukan sejak lama, terlebih memasuki bulan suci Ramadan, gerakan boikot kurma produk Israel semakin disuarakan apalagi Israel adalah pengekspor kurma terbesar. Aksi boikot kurma membuat zionis Israel merasa ketar ketir karena takut kurma medjool senilai  USD 550.000 tidak laku di pasaran. (kumparan.com,  3/3/2024) 


Menurut PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf bahwa aksi boikot produk saja tidak cukup. Meskipun berpengaruh pada penghentian ekonomi mereka, tetapi tidak serta merta membuat mereka berhenti menyerang Palestina. Perlu ada upaya yang lebih besar lagi dari Indonesia dan negara-negara dunia untuk memaksa Israel menghentikan serangannya. (tvonenews.com, 9/3/2024) 


Sepakat dengan pernyataan yang dikemukakan K.H.Yahya Cholil Staquf, faktanya zionis Israel tidak pernah sedikit pun mau menghentikan pembantaian kaum muslim Palestina sampai tujuan yang dikehendakinya tercapai yaitu menguasai dan mencaplok negara Palestina. Meskipun, dunia internasional mengecam tindakan brutal mereka. 


Boikot harus terus dilakukan juga pada produk-produk zionis lainnya, yaitu tidak hanya terbatas pada produk kurma atau barang saja. Melainkan seluruh produk pemikiran-pemikiran yang menjadikan negeri muslim di seluruh dunia tidak berdaya melihat Palestina diserang.

Pemikiran-pemikiran tersebut adalah demokrasi, kapitalisme, nasionalisme, liberalisme termasuk akidahnya yaitu sekularisme. Namun sayang, berbagai pemikiran itu sampai saat ini masih diadopsi kaum muslim di seluruh dunia. Fakta inilah yang menyebabkan seluruh negeri-negeri Islam terjajah secara hakiki.


Dahulu, Islam menguasai dua pertiga dunia. Mereka disatukan dalam satu kepemimpinan, wilayahnya luas, tidak tersekat dengan nasionalisme. Kaum muslim saat itu menjadi mercusuar bagi negara-negara lain di dunia. Kondisinya berbanding terbalik saat ini, kaum muslim disekat dengan paham nasionalisme, yang  menjadikan kaum muslim lainnya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong dan menghentikan tindakan brutal Israel tersebut. Padahal, gambaran kaum muslim seluruhnya bagaikan satu tubuh, jika ada bagian tubuhnya sakit maka bagian tubuh lainnya merasakan kesakitan.


Oleh karena itu, harus ada upaya yang terus menerus agar umat ini bisa melepaskan diri dari cengkraman penjajahan orang kafir, termasuk zionis Israel. Aktivitas dakwah adalah salah satu upaya untuk mengembalikan pemahaman umat Islam secara utuh dan menyeluruh terhadap agamanya sendiri, memahami Islam sebagai sebuah ideologi yang mampu memecahkan persoalan kehidupan dan menyatukan mereka dalam sebuah kepemimpinan yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw.


Kaum muslim harus meninggalkan segala bentuk pemikiran yang bukan berasal dari Islam seperti demokrasi, kapitalisme, liberalisme dan nasionalisme yang menyebabkan negeri-negeri muslim tidak bisa bangkit dari keterpurukannya. Selama kaum muslim masih mengadopsi pemikiran tersebut selama itu pula penjajahan terus menerus mencengkram negeri-negeri muslim.


Wallahu a'lam bishshawab

Post a Comment

Previous Post Next Post