SOLUSI ISLAM DALAM MENGATASI KRISIS PANGAN.


Oleh: Emy
 (Ibu rumah tangga).



Selama tahun 2024, Bupati Bandung Dr.H.M Dadang Supriatna S.IP.M.SI telah mengeluarkan sebanyak 207.2 ton beras,10.881 liter minyak goreng dan 153 ton daging sapi kepada masyarakat Kabupaten Bandung yang membutuhkan.


Penyaluran bantuan yang dilakukan oleh orang nomer satu di Kabupaten Bandung ini, dalam rangka penyaluran bahan pangan bagi masyarakat Kabupaten Bandung, yang membutuhkan demi meringankan beban hidup warga disaat naiknya harga bahan pangan atau sembako.


Dirumah jabatan Bupati Bandung, Dadang Supriatna menyatakan bantuan bahan pangan telah disalurkan diantaranya kepada 1.881 orang pengendara Ojeg pangkalan, masing-masing mendapatkan beras dan minyak goreng, selain itu kepada Budayawan dan juga guru ngaji yang berada diwilayah Kabupaten Bandung, ini bukti kepedulian kepada masyarakat yang tengah membutuhkan bahan pangan ungkap Dadang Supriatna.


Krisis pangan merupakan ancaman bagi setiap negara termasuk Indonesia, sudah lama kita merasakan kelangkaan dan kenaikan harga pangan yang semakin meroket, sehingga rakyat menengah kebawah merasakan dampak dari kenaikan harga ini semakin merasa tercekik, dengan keadaan ekonomi yang tidak stabil pada masa ini.


Belum lama ini Bupati Bandung Dadang Supriatna menyalurkan bahan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi tentunya itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan dalam jangka waktu panjang, walaupun pada saat itu merasa terbantu.


Dengan kelangkaan dan kenaikan bahan pangan tentunya ada sebab dan akibatnya, dan hal ini terjadi karena kondisi kesulitan kontribusi pangan, dampak perubahan iklim dan bencana alam, padahal seharusnya peran pemimpin yang utama dalam mengatasi masalah pangan ini, karena peran pemimpin dalam mewujudkan ketahanan pangan sangatlah menentukan bagi keberlanjutan kehidupan masyarakatnya.


Memang pada saat ini bansos dan bantuan dari pemerintah ada untuk masyarakat tertentu, tetapi bantuan itu kadang tidak tersalurkan secara merata dan tidak tepat sasaran, padahal dalam Islam bantuan sosial untuk masyarakat Dhuafa sebagai kewajiban utama, apalagi jika bantuan itu berbentuk kebutuhan pokok, uang tunai, bahan pangan dan lain-lain.


Walaupun pemerintah saat ini memberikan Bansos dan bantuan lainnya, tetapi hal itu tidak menjadikan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan karena bantuan itu tidak dibagikan secara merata, dalam Islam bantuan sosial hanya diberikan kepada orang yang berhak menerimanya, dan bila orang mampu secara ekonomi menerima bantuan tersebut, maka hukumnya menjadi haram, karena yang berhak menerima bantuan tersebut adalah benar-benar orang yang tidak mampu atau membutuhkan.


Sungguh miris masyarakat yang hidup dinegeri 'Gemah ripah loh jinawi ' merasakan krisis masalah pangan, tradisi tahunan kenaikan harga pangan terutama menjelang Ramadhan dan Idul fitri secara berulang, membuktikan bahwa sistem yang diterapkan tidak sesuai dengan mayoritas masyarakat muslim dinegeri ini, sehingga sudah saatnya dan wajib kita beralih pada sistem yang benar-benar memberikan solusi dari berbagai permasalahan umat yaitu solusi Islam.


Wallahu alam Bisshowab.

Post a Comment

Previous Post Next Post