Solusi Islam Atas Melambungnya Harga Beras

 


Oleh  Yosi Eka Purwanti

Pegiat Literasi

 

Gejolak harga beras kian lama kian membumbung, Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan, pada Minggu (25/2/2025) harga beras premium turun Rp390 ke Rp15.870 per kg. Meskipun telah meninggalkan titik tertingginya, harga tersebut masih tergolong tinggi. Sementara itu, beras medium naik Rp170 ke Rp14.390 per kg. (media online Cnbc.indonesia)


Harga tersebut sudah jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa menyebut bahwa kondisi ini disebabkan karena El nino yang menyerang cukup lama sehingga berdampak pada tidak menentunya perubahan iklim dan gagal panen.


Selain itu Anggota Komisi VI DPR RI Luluk Nur Hamidah menduga kenaikan harga beras yang tidak terkendali ini merupakan ulah dari permainan pedagang atau kartel. Ia berharap pemerintah mampu membongkar dan menindak hukum para pelaku kartel beras.


Jika dianalisa el nino yang terjadi memang berdampak kepada kenaikan harga beras namun kondisi ini diperparah dengan permainan pelaku kartel beras. Pelaku kartel beras telah bertahun-tahun memainkan perannya dalam mempermainankan harga beras. Akibatnya harga beras melambung tinggi dan masyarakat dibeberapa daerah terpaksa antri untuk mendapatkan beras murah dari operasi pasar yang diadakan pemerintah.


Disamping itu lemah dan lambannya pemerintah dalam menanggulagi permasalahan kartel ini menjadi semakin berlarut-larut dan mau tidak mau rakyatlah yang menjadi korban.


Sistem kapitalisme membuat pemain kartel tumbuh subur karena keberadaan mereka senantiasa dijaga oleh para penguasa yang hanya memperdulikan kepentingan perut daripada rakyat. Demikianlah sistem kapitalis telah membuktikan betapa mereka telah gagal dalam mengatasi berbagai permasalahan umat khususnya kenaikan harga pangan.

 

Hanya sistem Islamlah yang mampu menjadi solusi atas setiap permasalahan umat dalam pasokan pangan.

Khilafah sebagai institusi negara Islam akan mampu mandiri dalam pengelolaan pangan dari hulu hingga hilir, tanpa adanya campur tangan pihak swasta. Negara Islam akan menjamin kelancaran proses produksi ketersediaan stok pangan yang memadai bagi masyarakat. Jika terjadi kelangkaan pangan , maka khilafah akan memenuhinya dengan menyuplai stok pangan dari wilayah lain, seperti yang pernah dilaksanakan oleh Khalifah Umar Bin Khatab pada masa Khulafaur Rasyidin. Ketika itu selama sembilan bulan Madinah tidak diguyur hujan. Akhirnya, Madinah mengalami paceklik, harga pangan pun melejit karena sedikitnya pasokan pangan. Seketika itu Khalifah Umar langsung mengirimkan surat kepada Amir Bin Al-Ash Gubernur Mesir, untuk mengirimkan bantuan stok pangan dalam rangka mengatasi kelangkaan pangan.


Khilafah juga akan menghilangkan segala distorsi pasar yang menyebabkan dinamika harga pangan, seperti penimbunan dan intervensi harga pangan oleh para mafia pangan. Islam mengharamkan adanya monopoli perdagangan dan penimbunan yang meyebabkan kenaikan harga pangan. Dalam HR. Al- Hakim dan Al-Baihaqi, Abu Umamah al –bahili berkata pada Nabi Muhammad saw. bersabda “Rasulullah melarang penimbunan makanan.” Jika terjadi penimbunan oleh pedagang atau siapapun itu, maka dia akan dipaksa mengeluarkan stok pangan tersebut dan memasarkannya. Jika melanggar hukum syarak maka khalifah akan memberikan sanksi ta’zir. Islam juga akan menghilangkan segala bentuk intervensi harga yang dilakukan oleh pihak lain. Hanya khilafah yang akan menguasai rantai pasok pangan sehingga mampu me-riayah dan menyejahterakan seluruhnya rakyatnya.


Dalam Islam, negara juga akan menjamin pembentukan SDM yang berkualitas sehingga mampu mengembangkan kualitas pangan. Negara juga akan memfasilitasi tehnologi yang dibutuhkan guna mengolah lahan yang akan dimanfaatkan untuk mewujudkan kesejahteraan pangan.


Sistem Islam dengan kedigdayaannya terbukti mampu menjamin tersedianya stok pangan yang memadai serta memudahkan penyalurannya hingga keranah masyarakat. Khilafah dengan berbagai kebijakannya juga mampu menahan gejolak harga pangan sehingga kestabilan ekonomi dapat terwujud. Dengan pengelolaan berbasis sistem politik Islam maka khilafah akan menjadi negara yang mandiri serta mampu mewujudkan ketahanan pangan. Kedaulatan pangan akan tercapai tanpa melibatkan pihak swasta. Inilah negara yang kita impikan, yakni negara yang mampu menjamin kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat. 


Waallhualam bissawab

Post a Comment

Previous Post Next Post