Mengapa Banjir Terjadi Lagi?


Luthfia 'Indana Zulfa


Belakangan ini fenomena banjir banyak melanda beberapa wilayah di Indonesia. Pada 7- 8 Maret 2024 telah terjadi banjir serta tanah longsor di sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Pariaman, Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Kota Sawahlunto. Akibatnya 30 orang tewas dan sebagian masih dalam pencarian.


Dikutip dari kompas (15/3), selain curah hujan ekstrem, bencana tersebut juga dipicu deforestasi. Berkurangnya tutupan hutan membuat daya dukung lingkungan menurun sehingga rawan terjadi bencana.


Di Jawa Tengah, diantaranya Semarang, Demak, Grobogan juga turut dilanda banjir yang mengakibatkan rusaknya properti dan mengancam keselamatan masyarakat.


Curah hujan yang tinggi sering dituding menjadi penyebab tunggal dari banjir-banjir tersebut. Padahal, banyak aktivitas manusia yang justru menjadi penyebab utamanya; berubahnya tanah resapan banyak menjadi bangunan elite dan tempat wisata, pengelolaan sampah yang buruk dll.  Maka dari itu upaya mitigasi yang baik diperlukan agar  dapat mengantisipasi dampak yang lebih besar. Karena kebijakan pembangunan  yang tidak tepat akan menyebabkan kerusakan. Ditengah sistem kapitalisme, keuntungan materi seringkali mengabaikan resiko yang terjadi pada rakyat dan lingkungan.


Islam menjadikan negara sebagai rain yang bertanggungjawab atas kondisi rakyat, dan menjamin pemenuhan kebutuhan hidupnya dengan berbagai kebijakan, termasuk melakukan mitigaasi yang cermat dan menyeluruh.


Dalam Islam, negara tidak boleh mengalih fungsikan lahan hanya karena memenuhi permintaan segelintir orang pemilik modal. Dalam membangun, negara wajib mempertimbangkan prinsip pengelolaan lahan yang bersifat universal. Negara juga wajib memperhatikan pembangunan infrastruktur yang bisa menampung curah hujan dalam jumlah besar seperti bendungan. Serta memetakan daerah daerah rendah yang rawan terdampak banjir rob ataupun kapasitas serapan tanah yang minim. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya banjir.

Post a Comment

Previous Post Next Post