Harga Beras Kian Melangit

 


Oleh Lina Sri Rosalina


Harga beras di  Ramadhan kali ini mengalami kenaikan sejak beberapa bulan sebelumnya. Bahkan kenaikan harga beras, ini jauh melampaui  harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Menurut Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategi Nasional (PIHPS), harga beras kualitas medium per Jumat (23/2) dipatok di Rp. 15.500 - Rp. 15.650 per Kg. Sementara beras kualitas super dikisaran Rp. 16.500 – Rp. 17.000 per Kg. Peneliti Forum Analisis dan Kajian Kebijakan untuk Transparansi Anggaran (FAKTA) Muhammad Ishak mengatakan, kenaikan beras menjelang Ramadhan tahun ini terjadi karena stok beras di pasar cenderung menipis. Menurutnya, stok yang menipis ini yang mendorong produsen dan pedagang menaikkan harga. Disamping itu ada kecenderungan masyarakat meningkatkan konsumsinya di bulan Ramadhan sehingga secara umum harga-harga barang  cenderung meningkat, termasuk beras, terang Ishak. Adapun beberapa komoditas yang berpotensi naik diantaranya daging ayam, minyak goreng, gula pasir. Harga cabai pun makin pedas.

Kondisi seperti ini faktanya selalu berulang. Tidak pelak, Ramadhan ke Ramadhan selalu saja kondisinya menyedihkan. Sebabnya, Ramadhan yang semestinya menjadi momen khusyuk kaum muslim dalam beribadah, ternyata harus membuat fokus mereka teralihkan pada gejolak kenaikan harga bahan pangan yang sangat memberatkan rakyat. Di sisi lain, terdapat kesalahpahaman bagaimana seharusnya beribadah dan beramal shalih selama bulan Ramadhan sehingga berimbas pada naiknya permintaan. Ramadhan sebetulnya bukan sekedar puasa, sholat tarawih, tilawah al-Quran, atau sedekah belaka. Pada Ramadhan, semua amal shaleh dilipatgandakan pahalanya. Agar dapat memanfaatkan keberkahan Ramadhan nanti maka sepatutnya seorang muslim menyiapkan sebagian hartanya untuk diinfakkan dan disedekahkan pada bulan tersebut. Muslim dianjurkan untuk memperbanyak berbagi, terlebih lagi pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. 

Negara juga seharusnya memudahkan rakyatnya dalam menjalani ibadah Ramadhan, mempersiapkan segala sesuatunya demi kenyamanan menjalankan ibadah puasa. Negara juga memberikan pendidikan terbaik sehingga umat memiliki pemahaman yang benar atas ibadah Ramadhan, termasuk dalam pola konsumsinya, Negara mendorong umatnya untuk bersegera dalam kebaikan sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Wallahu'alam 

Post a Comment

Previous Post Next Post