Berantas Bullying dengan Islam

 



Oleh Shofi Lidinilah

Pendidik Generasi dan Aktivis Dakwah


Dari tahun ke tahun, kasus bullying kian bertambah. Akhir-akhir ini ramai di sosial media mengenai aksi bullying yang dilakukan oleh anak-anak perempuan di Batam. Motif perundungannya kerena saling mengejek, korban di tuding mengambil barang pelaku serta merebut pacar pelaku. Pelaku mengajak 3 teman lainnya dan korban mengajak kakak kandungnya. Usia mereka di bawah 18 tahun, kecuali 1 pelaku yang usia nya 18 tahun (media online Tribuntrends.com, 13/03/24)


Latar belakang mereka adalah seorang teman. Mereka semua putus sekolah karena alasan ekonomi. Bahkan di antara mereka sudah mencoba open BO demi memenuhi keinginannya. Kata “di bawah umur” menjadi tameng bagi mereka saat bertindak karena hukuman yang diberikan akan dipersingkat atau dipermudah.


Wakil Ketua Divisi Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABH) dan Pengasuhan Komisi Pengawasan Perlindungan Anak Kota Batam menjelaskan bahwa kasus ini bisa terjadi karena kurangnya pengawasan dan perhatian kepada anak, dan tingginya angka anak yang putus sekolah (media online batamnews.com, 03/03/24)


Beginilah potret generasi saat ini yang diatur oleh sistem sekuler. sistem yang menunjukan jauh dari agama.

Akibat kurangnya peranan orang tua dalam mendidik dan membimbing karena tersibukan ekonomi keluarga sehingga lalai dalam menjaga anak. Ekonomi, karena biaya hidup serta gaya hidup yang hedonis, akhirnya remeja saat ini tidak sedikit yang memutuskan untuk mencari uang mandiri secara instan dengan cara open BO sehingga mereka dapat memenuhi keinginannya. Faktor sistem pendidikan, pendidikan yang seharusnya gratis dan mudah didapatkan, faktanya sulit untuk diraih. Sehingga mereka tidak mendapatkan pendidikan terkait baik dan buruknya tingkah laku.


Berbeda halnya jika aturan atau sistem Islam yang diterapkan di tengah-tengah kehidupan. para orang tua tidak perlu bersusah payah mencari nafkah karena harga pangan akan mudah dibeli, pendidikan mudah diraih, jaminan kesehatan akan didapatkan serta orangtua akan mendidik anaknya sesuai tuntunan Rasulullah saw..


Dalam Islam, standar dewasa bukan usia namun baligh. Ketika seorang anak sudah baligh maka anak tersbut sudah bisa dikatakan dewasa walaupun masih berumur 8 tahun. Selain itu, negera akan menerapkan sistem sanksi yang menjerakan sesuai dengan kejahatan yang dia lakukan. Terkait dengan penganiayaan, berlaku hukum kisas, yaitu balasan yang setimpal.


“Kami telah menetapkan bagi mereka di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qisas-nya (balasan yang sama).”(QS Al-Maidah: 45).


Penerapan sistem Islam dalam kehidupan ini adalah kunci untuk mencegah bullying. Sistem Islam justru menghasilkan anak-anak saleh yang taat pada Rabb-nya dan bersikap penuh kasih sayang pada sesama. Wallahualam bissawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post