Tuduhan Terorisme pada Islam

 


Oleh : Cucu Komariah

Aktivis Dakwah


Terorisme, lagu lama yang sengaja diputar.

Kejadian terorisme tiba-tiba kembali mencuat, menarik perhatian publik dengan penangkapan oleh Densus 88 di Boyolali dan Solo terhadap 10 orang yang diduga sebagai pelaku teror, semuanya diduga terlibat dalam mendukung operasional JL. Ironisnya, pembahasan tentang fenomena terorisme ini telah redup dalam ingatan publik untuk beberapa waktu. Kejadian ini menciptakan pertanyaan yang menggelitik, mengapa peristiwa semacam ini tiba-tiba muncul kembali, begitu saja, tanpa peringatan sebelumnya.


Munculnya istilah "terorisme" juga menjadi sorotan yang menarik. Terorisme didefinisikan sebagai penggunaan kekerasan untuk menciptakan rasa takut guna mencapai tujuan tertentu. Istilah ini meraih popularitas setelah Presiden George W. Bush mengucapkannya pada tahun 2000, terutama setelah peristiwa 9/11. Peristiwa ini memecah dunia menjadi dua kutub, bersama Amerika Serikat atau bersama teroris, dan sejak itu isu terorisme menyebar ke seluruh dunia serta menjadi momok yang menakutkan. Banyak yang meyakini bahwa hal tersebut merupakan upaya hegemoni Amerika terhadap negara-negara Islam, didukung oleh penguasa-penguasa yang dianggap berkhianat terhadap umat Islam. Ironisnya, musuh sejati bagi umat manusia sebenarnya adalah sekularisme, pluralisme, dan liberalisme.


Sejak tragedy World Trade Center WTC, terorisme telah menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Pemerintah pun bereaksi dengan membentuk Densus 88 dan merumuskan undang-undang terorisme yang terus diperbaharui.


Namun, tuduhan yang selalu melekat pada Islam turut menjadi perhatian. Selalu saja tersangka dalam setiap aksi teror berasal dari kalangan Muslim, yang memicu opini umum bahwa Islam adalah sumber dari terorisme. Namun, kenyataannya tidak semua aksi teror dilakukan oleh Muslim bahkan beberapa peristiwa peledakan tidak dianggap sebagai terorisme. Hal ini menggambarkan bagaimana isu terorisme hanya diarahkan pada Islam, sebagai bagian dari agenda Barat untuk memusuhi agama tersebut.


Pandangan Islam terhadap terorisme sangat tegas. Terorisme dianggap sebagai kekerasan yang membahayakan orang lain, menghilangkan nyawa tanpa alasan yang dibenarkan syara, serta menimbulkan ketakutan. Semua ini jelas diharamkan dalam Islam. Sebagai agama yang mengajarkan kedamaian, Islam sangat menentang segala bentuk kekerasan, bahkan lebih dari itu, Islam mengajarkan perlindungan terhadap seluruh umat manusia, baik Muslim maupun non muslim. Dalam visi Islam, pemimpin diamanahkan untuk melindungi dan memenuhi kebutuhan seluruh umat, sehingga dapat membawa kenyamanan, ketentraman, dan kesejahteraan bagi umat manusia dan jika sistem negara khilafah Islamiyah diterapkan di seluruh dunia, maka akan terwujudlah cita-cita tersebut. Allahu Akbar!

Post a Comment

Previous Post Next Post