Tingginya Beban Hidup Mematikan Fitrah Keibuan

 



Oleh : Rianti

Ibu Rumah Tangga / Aktivis Dakwah


Dalam realitas kehidupan saat ini, gambaran yang kita saksikan tidaklah menjanjikan, terutama bagi perempuan. Sistem kapitalis-sekularisme telah menghantarkan kita pada kondisi di mana fitrah seorang wanita tidak lagi dijamin. Ideologi emansipasi wanita dan feminisme telah menciptakan distorsi dalam pemahaman akan peran alami seorang perempuan dalam masyarakat. Ironisnya, hal ini terbukti dari meningkatnya kasus pembunuhan bayi yang baru lahir, yang bisa berakar dari berbagai sumber seperti hubungan gelap, tekanan ekonomi yang berat, atau bahkan gaya hidup bebas di kalangan remaja. 


Kelemahan dalam akidah dan keimanan juga menjadi penyebab tersendiri. Beberapa ibu, dalam situasi keputusasaan ekonomi terpaksa mengambil langkah tragis dengan membunuh bayi mereka, meskipun Allah SWT telah menjanjikan rezeki bagi setiap makhluk hidup-Nya. Terlebih lagi, kurangnya perhatian dari pihak keluarga, terutama suami yang seharusnya bertindak sebagai pelindung dan pemimpin, semakin memperumit situasi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat ikatan keluarga sebagai pondasi utama dalam menghadapi cobaan dan tantangan kehidupan. Dengan memiliki keyakinan yang kuat dan memberikan dukungan serta perlindungan yang memadai, dapat membantu mencegah terjadinya tindakan tragis yang tidak hanya merugikan individu, tetapi juga mencoreng nilai-nilai kemanusiaan dan moralitas yang diajarkan dalam agama.


Peran negara juga menjadi krusial. Seharusnya, negara dapat berperan aktif dalam mengatur perekonomian sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang mengutamakan kesejahteraan umat. Penerapan sistem ekonomi Islam diharapkan dapat memberikan jaminan hidup yang layak bagi seluruh umat, memastikan kecukupan sandang, pangan, dan pekerjaan untuk semua warga negara. Dengan demikian, setiap individu dapat hidup dengan martabat dan kehormatan, sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Namun, realitas yang ada justru menunjukkan keberadaan perempuan yang terpaksa berjuang mencari nafkah di luar rumah, seringkali mengesampingkan peran pentingnya sebagai ibu di rumah tangga. 


Hilangnya figur seorang ibu karena terpaksa bekerja juga berpotensi memberikan dampak negatif yang signifikan pada perkembangan anak-anak di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi negara untuk memperhatikan aspek ini dan menciptakan kebijakan yang mendukung keluarga sehingga perempuan dapat memilih untuk menjalankan peran utamanya sebagai ibu dengan aman dan nyaman, tanpa harus mengorbankan kebutuhan ekonominya. Dengan demikian, generasi mendatang dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang stabil dan penuh kasih sayang, yang akan membentuk masyarakat yang lebih baik dan harmonis secara keseluruhan.


Melalui penerapan syariat Islam secara menyeluruh, kita dapat menemukan solusi untuk semua permasalahan ini. Wanita dapat menjadi raja di dalam rumah mereka, bekerja bersama suami sebagai pemimpin spiritual, sehingga bersama-sama mereka dapat mendidik generasi penerus yang bertakwa dan berbudi luhur. Hanya dengan memperkuat nilai-nilai agama dan menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat memastikan kehidupan umat, terutama peran wanita dan ibu di dalamnya, akan terjamin. Semoga Allah SWT memberikan petunjuk yang benar kepada kita semua. Aamiin.

Post a Comment

Previous Post Next Post