Tarif TOL Naik, bukti komersialisasi layanan publik oleh negara kapitalisme


Oleh : InnAyra


Seperti yang kita lihat seiring bergantinya tahun Tarif TOL bukannya menurun malah makin meningkat setiap tahunya, bahkan pada tahun 2023 tarif TOL mencapai Rp. 500.000 setiap golongan kendaraan.Sungguh luar biasa bisa mempertahankan hidup di Indonesia, hampir semua kebutuhan hidup melonjak tajam. Harga kebutuhan pokok terus melambung pasca tahun baru, hingga saat ini belum terjadi penurunan harga yang signifikan, pemerintah pun telah merencanakan kenaikan tarif tol sejumlah ruas di Indonesia, yaitu adanya penyesuaian dalam waktu dekat. Setidaknya, terdapat 13 ruas tol yang akan mengalami kenaikan pada awal tahun ini.


Kepala Bidang Sistem Informasi Layanan Jalan Tol Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ali Rachmadi Nasution menuturkan, Jalan Tol Cikampek Palimanan (Cipali) menjadi salah satu contoh yang bakal naik tarifnya pada kuartal I/2024. “Untuk tahun 2024, terdapat beberapa ruas yang rencana akan dilakukan penyesuaian tarif di kuartal I/2024,” jelasnya kepada Bisnis (dot) com pada Jumat (12/1/2024). Kenaikan tarif tol tentu akan menambah beban rakyat yang semakin terjepit kebutuhan. 


Informasi di atas dapat kita simpulkan bahwa negara saat ini tidak maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, masyarakat justru di buat kesulitan dengan adanya sistem-sistem Yang semestinya tidak pantas berlaku di negara ini. Yang di mana kita tau bahwa negara dan pemerintah punya kewajiban dalam memenuhi hak-hak rakyat, kini malah sebaliknya, rakyat malah di profokasi agar bisa menghasilkan uang untuk negara dengan melalui tarif  TOL yang terus terjadi sampai saat ini. 


Dalam pembangunan TOL pun katanya ada dampak positif dan negatifnya dalam membangun jalan TOL tersebut, Dampak positif yaitu membuka peluang bagi pelaku usaha untuk membuka usaha sekitar pembangunan jalan tol, sedangkan dampak negatifnya pembangunan jalan tol menyebabkan pendapatan petani menurun karena lahan pertanian berkurang. Namun faktanya begitu banyak dapat negatif yang di terima masyarakat dibandingkan dampak positifnya, negara menyediakan fasilitas namun rakyat yang harus menanggung pajakny, inilah salah satu buah dari sistem kapitalisme yang hanya mementingkan kepentingan oligarki negara bahkan abai terhadapat masyarakat yang tidak punya modal, mereka justru di nomor duakan bahkan di anggap tidak penting  oleh pemerintah,sungguh miris negara kita ini. 


Sangat berbeda dengan islam,hanya islam yang bisa melahirkan pemimpin yang amanah.

Dapat di pastikan dengan banyaknya fakta yang di paparkan, sistem kapitalisme menyengsarakan rakyat melahirkan sistem perpajakan dan pemalakan terhadap rakyat hal ini sangat bertentang dengan islam. Dalam sistem ekonomi Islam, pajak bukanlah sumber pemasukan utama negara, melainkan sumber daya alam yang akan dikelola oleh negara untuk kesejahteraan umatnya. Haram hukum negara menjalin kerjasama dengan swasta untuk membangun infrastruktur, sehingga menyiksa rakyat untuk membayarnya. Di dalam sistem islam pemimpin adalah perisai bagi masyarakat yang harus melindungi rakyatnya. Setiap kepemimpinan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah. Dengan demikian Islam melahirkan pemimpin yang amanah, karena dorongan keimanan, takut dihisab oleh Allah. Namun pemimpin yang seperti ini hanya ada dalam khilafah, sebuah negara yang menerapkan sistem islam secara kaffah dalam naungan khilafah dan akan melahirkan pemimpin yang amanah dunia dan akhirat, oleh karena itu marilah kita sama-sama berjuang untuk menegakkan khilafah. 


WaAllahu'alam bi sawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post