Oleh; Ummu Aisyah
Outing Class MPU
Bismillahirrahmanirrahim, ayah bunda, izinkan saya mengurai perjalanan ananda dalam acara outting class bersama kami, melalui sedikit karya jemari di tengah perjalanan hingga pulang. Agenda outing ini merupakan pembelajaran penting untuk ananda untuk mengekspresikan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, dengan menjelajah alam ciptaan-Nya.
Ayah bunda, outing kali ini dilaksanakan pada hari Jumat-ahad, tanggal 02 Mei - 04 Mei 2025, yang diselenggarakan di Kota Tasikmalaya. Tepatnya di Kampung Cigaleuh, Desa Indrajaya Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Sebuah kampung yang masih asri, udaranya masih segar, penduduknya masih ramah dan menyenangkan. Pekerjaan mayoritas penduduknya adalah petani sayur-sayuran.
Ayah bunda, alhamdulillah salah satu guru di MPU merupakan warga asli Cigaleuh yang telah lama merantau di Bandung, sehingga kami seluruh guru memutuskan tempat outing class diadakan di Cigaleuh, setelah melalui banyak proses berkomunikasi dengan keluarga beliau, dari perizinan hingga segala sesuatunya untuk menunjang perjalanan outing class ini.
Ananda begitu menikmati perjalanan yang singkat dan padat, dari awal telatnya kedatangan bus yang awalnya harus tiba di lokasi pemberangkatan pukul 13.00, dan ternyata tiba pukul 14.30. Qadarullah merupakan ujian kesabaran untuk semua, namun ketika bus tiba semua alhamdulillah bahagia, hingga perjalanan di bus yang menyenangkan dan akhirnya tiba di Cigaleuh Tasikmalaya pukul 18.30, semua di sambut oleh keluarga beliau dan dilanjutkan shalat berjama'ah di Mushala keluarga.
Setelah shalat isya, dilanjutkan dengan berbenah tempat tidur, akhwat dan Ustadzah di rumah peninggalan orang tua salah satu asatidzah, sedangkan yang ikhwan dan Ustadz di Mushala keluarga. Waktu begitu cepat berlalu, malam dilalui dengan istirahat yang nikmat, dilanjut pukul 03.00 bangun untuk shalat tahajjud dilanjutkan muraja'ah, shalat subuh, muraja'ah kembali, bersih diri dan lingkungan, kemudian sarapan pagi.
Setelah itu, tibalah pada waktunya untuk menjelajah alam Gunung Galunggung, kami seluruhnya diangkut oleh dua mobil pick-up, setelah melewati perjalanan yang begitu indah, dengan tanjakan yang cukup memacu adrenalin selama kurang lebih tiga puluh menit, kemudian tibalah di kaki tangga kuning yang hendak didaki. Tangga yang berjumlah 620 tangga pun kami lewati, dengan berbagai ekspresi. Yang pasti untuk seluruh siswa-siswi tentu sangat mudah dan mereka happy, untuk para guru, terlebih yang sudah usia 40 tahun ke atas cukup berat, walau pun pada akhirnya dapat dilalui dengan senang hati. Alhamdulillah.
Keindahan Gunung Galunggung telah mengobati lelahnya perjalanan. Keindahan ciptaan sang Maha Pencipta telah menjadi obat lelah fisik dan lelah jiwa, semoga ketika ananda kembali pulang dan beraktivitas kembali sekolah, sudah fresh kembali, semangat kembali, iman pun kokoh kembali. InsyaAllah awal yang baik kembali jika sebelumnya telah lelah dalam setiap fase belajar di sekolah. Untuk seluruh ananda semoga bisa mengambil ibrah perjalanan ini, barakallahu fiikum jamii'an.
*Sekilas tentang Tasikmalaya*
Tasikmalaya dijuluki sebagai "Kota Santri" atau "Kota Mutiara dari Priangan Timur". Julukan "Kota Santri" diberikan karena banyaknya pesantren dan lembaga pendidikan Islam di kota ini. Sementara "Kota Mutiara dari Priangan Timur" menggambarkan perannya yang penting di wilayah Priangan Timur, Jawa Barat. Selain itu, Tasikmalaya juga dikenal sebagai "Kota Citanduy" karena Sungai Citanduy yang mengalir di kota Tasikmalaya.
Tasikmalaya juga berarti danau yang bertebaran atau danau di gugusan bukit. Namun secara bahasa Sunda, Tasikmalaya mengandung arti Keusik ngalayah, bermakna banyak pasir di mana-mana, yang tersebar di bebagai pelosok Tasikmalaya, terlebih ketika Gunung Galunggung meletus terakhir pada tahun 1982, pasir di Tasikmalaya sudah menjadi bagian hidup masyarakatnya, mengais rezeki dari pasir tumpahan dari Gunung Galunggung ketika meletus.
*Sekilas tentang Gunung Galunggung*
Menurut fragmen Carita Parahiyangan, Galunggung adalah pengukuh (Sunda: pamageuh) Pulau Jawa; frasa ini bisa memiliki lebih dari satu tafsir atau pengertian. Galunggung sebagai gunung yang menjadi pasak pengukuh pulau jawa; serta Galunggung sebagai kabuyutan yang menjadi pengukuh spiritual di pulau Jawa.
Kerajaan ini bernama Kerajaan Galunggung yang berdiri pada tanggal 13 Bhadrapada 1033 Saka atau 21 Agustus 1111 dengan penguasa pertamanya yaitu Batari Hyang, berdasarkan Prasasti Geger Hanjuang yang ditemukan di bukit Geger Hanjuang, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Tasikmalaya.
Betari Hyang Janapati: Nenek Moyang Pemimpin Perempuan Tasikmalaya. Pada 21 Agustus tahun 1111 M, seorang perempuan cerdas juga alim asal Tasikmalaya (sekarang) bernama Betari Hyang Janapati terlantik menjadi penerus tahta suaminya. Sang suami meninggalkan tahta demi memperdalam ilmu agama.
Saat naik ke puncak gunung galunggung ada dua opsi tangga. Yang ke satu ada tangga kuning yang berjumlah 620 tangga, dan ke dua tangga biru berjumlah 510 tangga, namun jika ingin naik ke puncak tidak lelah, ada jasa ojeg dengan tarif 20-25k/jalan, untuk pp 40-50k tergantung bisa nego atau tidaknya.
Ketinggian Galunggung setelah meletus 2.168 pdpl, sedangkan sebelum meletus pada tahun 1982 sekitar 2.500 mdpl. Luas area kawah Gunung Galunggung dan sekitarnya kurang lebih 40 hektar. Kawah Gunung Galunggung memiliki diameter sekitar dua kilometer. Selain itu, area wanawisata di Gunung Galunggung seluas kurang lebih 120 hektar yang dikelola oleh Perhutani.
Ayah bunda, kembali ke agenda siswa-siswi, setelah menikmati keindahan alam Galunggung, seluruhnya sepakat turun di pukul 10.30, istirahat di kaki tangga kuning sekitar tiga puluh menit, dengan berbagai cerita unik ketika muncak, gelak tawa bahagia mereka terukir dengan jelas dari riuhnya suara, terlebih cerita salah satu Ustadz yang menggambarkan betapa gempornya ketika setelah naik dan turun tangga, hingga diperagakan kakinya bergetar, hingga tawa pun lagi-lagi riuh, masyaAllah tabarakallah insyaAllah bahagia semuanya, melepaskan energi negatif yang sering muncul dalam diri setiap orang, insyaAllah perjalanan yang bisa merifresh kembali semangat berjuang, walaupun berjuangnya berbeda dengan warga Palestina, ananda di MPU berjuang dengan menghafal Al-Qur'an dan menyimak setiap pembelajaran dari guru.
Tepat di pukul 11.00 semua kembali melanjutkan perjalanan menuju pemandian air panas. Namun sebelumnya mengikuti dulu edukasi dari Petugas Perhutani perihal Gunung Galunggung, satwa-satwanya, tumbuhan-tumbuhannya, dan lain sebagainya, insyaAllah menjadi ilmu bagi ananda, banyak pelajaran geografi dan matematika di dalamnya, beberapa siswa-siswi pun cukup banyak bertanya kepada beliau. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, jam sudah menunjukkan pukul 12.00 azan sudah lewat berkumandang. Kami pun shalat terlebih dahulu, dilanjutkan makan bersama.
Kemudian setelah pukul 13.00 kami pun melanjutkan perjalanan ke kolam renang air panas, merifresh tubuh yang lelah dengan direndam di air panas, agar semua lelah kembali hilang untuk melanjutkan agenda berikutnya. Setelah selesai semuanya kembali ke mobil dan meluncur menuju kampung Cigaleuh tempat istirahat dan melanjutkan roundwon outing class. Tiba di rumah pukul 16.00, shalat asyar, istirahat sejenak, dilanjutkan dengan berkunjung ke KH. Edi Junaedi Pimpinan Pondok Pesantren Asy-Sya'raniyatul Huda, cabang Miftahul Huda pusat di Manonjaya Tasikmalaya yang ke 555.
Alhamdulillah kami disambut dengan sangat baik oleh KH. Edi Junaedi, langsung dipersilahkan duduk dan beliau langsung membuka acara, penerimaan, nasihat dan do'a mengalir di lisan beliau, kami pun alhamdulillah bahagia, semoga shilah ukhuwah ini barakah, pesantren Asy-Sya'raniyatul Huda juga semakin maju, semakin banyak yang berminat untuk mondok dan semakin barakah untuk seluruh masyarakat Cimala, tempat pondok ini berdiri. Setelah selesai kami pun ikut shalat berjama'ah shalat maghrib dan berpamitan kepada Kiyai kemudian kembali ke rumah singgah di Cigaleuh.
Alhamdulillah, shilah ukhuwah berjalan lancar. Kemudian kembali dari pondok lanjut istirahat menjelang tidur. Di dini hari ahadnya seperti biasa siswa-siswi dibangunkan pukul 03.00 untuk tahajjud, dilanjut muraja'ah dan shalat subuh, setelahnya kembali muraja'ah, bersih diri dan lingkungan, kemudian sarapan pagi. Setelah sarapan dilanjutkan ke sesi berikutnya yaitu memanen sayuran di kebun, di temani oleh pemilik kebunnya, diajarkan bagaimana memotong sayuran dari batang yang masuk ke tanah dan memetik cabainya, bahkan diberikan pemahaman terkait menanam tumpang sari, yang pasti ini ilmu baru untuk siswa-siswi. MasyaAllah pengalaman yang begitu berharga untuk seluruh siswa.
Bukan hanya itu, kami pun dipersilahkan untuk memetik jeruk manis, dilanjut memancing ikan di kolam walau pun sebelumnya sudah disiapkan ikan mas sembilan ekor dengan berat sepuluh kilogram. MasyaAllah rangkaian acara yang pastinya membahagiakan bagi siswa-siswi, banyak pelajaran yang diambil, ilmu yang bermanfa'at, kesan yang tak dapat dilupakan, intinya semua siswa-siswi senang sekali, rasa syukur yang tiada henti, kepada orang tua yang memfasilitasi, mengizinkan, guru yang mendampingi, fasilitas tempat outing yang nyaman, penyambutan warga kampung yang hangat, semua menjadi satu dalam satu kalimat alhamdulillah wasyukurillah Allah Swt. Maha baik.
Semoga acara outing kali ini bisa menjadi pemicu semangat belajar tinggi, tunduk kepada Allah Swt. tanpa nanti apalagi tapi, insyaAllah sami'na wa atha'na, bismillah. Hamasahhh!
*Bandung, 05 Mei 2025*
*Sekolah Mutiara Peradaban Umat*

Terimakasih ustadzah sudah membuat cerita nya
ReplyDeleteMaa Syaa Allah rihlah bahagiaaa...bertambah taqwa
ReplyDelete