Sulitnya Ekonomi, Menjadi Pemicu Hilangnya Fitrah Seorang Ibu


Oleh: Leni Ariyana


Sering sekali kita seorang ibu mengalami susahnya mengatur ekonomi dalam keluarga, karena harga  bahan-bahan pokok saat ini sangatlah mahal, kekawatiran tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari seorang ibu sering sekali terjadi hingga memicu tekad yang terkadang diluar jangkauan.


Seperti yang terjadi saat ini seorang ibu tega membunuh bayinya hanya karena kawatir tidak bisa mencukupi biaya hidup bila ia merawat bayinya tersebut,  sangat disayangkan hanya karena kekawatiran sang ibu melenyapkan anaknya.

 

Rohwana alias wana (38 tahun), seorang ibu di Kabupaten Balitung, Bangka belitung, ditangkap polisi karena terlibat pembunuhan


Perempuan yang kesehariannya bekarja sebagai buruh itu membunuh bayinya sendiri dengan cara menenggelamkan ke ember berisi air setelah dilahirkan.


Bayi itu kemudian dibuang ke semak-semak dalam kebun milik warga sekitar.


"Pelaku bunuh anaknya sendiri lalu membuangnya ke kebun warga " kata kasat Reskrim Polres Belitung, AKP Deki Marizaldi, kepada Kumparan Rabu (Rabu 24/1).


Kepada polisi Rohwana mengaku tega membunuh bayinya itu karena tidak menginginkan kelahirannya. Alasannya, karena tidak cukup biaya untuk membesarkan. Rohwana memiliki suami yang bekerja sebagai buruh.


Miris seorang ibu sampai menghilangkan nyawa bayinya hanya karena kawatir tidak bisa mencukupi biaya hidup anaknya, ini menjadi kaca besar bagi seorang ibu yang  saat ini memanglah masa-masa sulit bagi seorang ibu rumah tangga, mulai dari bahan pokok sampai kebiaya pendidikan dan juga kesehatan semua naik harganya,  kenapa ini bisa terjadi bukankah semua kebutuhan seharusnya ditanggung pemenuhannya oleh negara, tapi tak heran bila masyarakat semakin tercekik,  ini disebabkan negara menerapkan sistem kapitalisme dimana yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.


Bagaimana bisa negara mengurangi kemiskinan extrem saat ini bila semua harga dinaikkan malah menambah parah keadaan rakyat hingga memicu tindakkan diluar jangkauan seperti yang terjadi saat ini seorang ibu tega membunuh bayinya yang baru ia lahirkan karena sebab kemiskinan yang dia alami, di mana peran negara sampai hal ini terjadi, ini bukti negara abai dalam pemenuhan kebutuhan masyarakatnya. Tingginya beban hidup telah mematikan fitrah seorang ibu, seorang ibu yang seharusnya adalah wanita tangguh kini lemah hingga imanpun ikut lemah, tidak berfungsinya keluarga sehingga ibu juga terbebani pemenuhan ekonomi, lemahnya kepedulian Masyarakat, dan tidak adanya jaminan kesejahteraan negara atas rakyat individu per individu. Semua berkaitan erat dengan sistem yang diterapkan negara.

 

Islam 

Islam mewajibkan negara menjamin kesejahteraan ibu dan anak melalui berbagai mekanisme, bak jalur nafkah,  dukungan masyarakat dan santunan negara.


Islam memiliki sistem ekonomi dan politik yang mampu mewujudkan kesejahteraan individu per individu, yang meniscayakan ketersediaan dana untuk mewujudkannya.

Wallahu a'lam bisowab

Post a Comment

Previous Post Next Post