Oleh Erni Apriani
Aktivis
Muslimah
BANGKAPOS.COM,
BELITUNG mengenai insiden tragis di Desa Membalong, Kabupaten Belitung, di mana
seorang ibu rumah tangga berusia 38 tahun diduga telah membunuh dan membuang
bayi yang dilahirkannya secara normal di kamar mandi. Kejadian itu terjadi pada
Kamis, 18 Januari 2024, sekitar pukul 21.00 WIB. Diduga motif dari tindakan
mengerikan ini terkait dengan faktor ekonomi, yaitu ibu tiga anak tersebut
merasa terdesak secara finansial dan tidak sanggup membiayai anak yang baru
dilahirkannya tersebut.
Kasus memilukan
diatas merupakan salah satu dari ribuan permasalahan yang berasal dari
kerusakan sistem sekuler demokrasi yang diterapkan di negeri dengan mayoritas
penduduknya beragamakan Islam.
Demokrasi
merupakan sistem pemerintahan yang telah menjadikan hawa nafsu manusia penentu
di dalam membuat sebuah kebijakan. Alhasil seluruh kebijakan sangat berbau kepentingan para pemilik modal,
sebab demokrasi lahir dari rahim ideologi kapitalisme. Dampaknya problematika
kehidupan pun seiring berjalnnya waktu terus meningkat, diantaranya:
meningkatnya angka kemiskinan, meningkatnya angka pengangguran, pemerintah
tidak mampu menjamin ketercukupan pemuas kebutuhan ekonomi, kesehatan,
pendidikan dll, sehingga menjadi beban yang sangat berat.
Akhirnya, tak
sedikit para ibu harus rela bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dengan
konsekuensi harus membatasi bahkan meninggalkan fungsunya sebagai ummu warabtul
bait terutama untuk anak-anaknya.
Naluri berkasih
sayang adalah fitrah, dan sistem demokrasi telah berhasil mematikan fitrah
tersebut. Padahal anak merupakan amanah yang dititipkan Allah Swt untuk
selanjutnya dididik, dibina dan dibesarkan sesuai dengan fitrahnya seorang
muslim. Selain dari pada itu, faktor penyebab kasus keji diatas adalah
kurangnya ketahanan iman yang kuat. Sistem sekuler yang memisahkan agama dari
kehidupan mengakibatkan individu menjadi lemah akan pemahaman terhadap
agamanya, yang mereka junjung tinggi hanyalah memperoleh kebahagiaan dunia
semata.
Berbeda hal nya
dengan Sistem Islam dalam Khilafah menjaga dan merawat fitrah keibuan. Ibu akan
melaksanakan peran keibuan dengan dorongan ruhiyah dan mendapat dukungan dari
keluarga dan masyarakat. Apalagi setiap perbuatan yang buruk dan baik akan ada
balasannya. Seperti firman Allah Swt. yang Artinya: Tiap-tiap diri bertanggung
jawab atas apa yang telah diperbuatnya. (QS. Al- Mudatsir: 38).
Maka dari itu kita
membutuhkan institusi yang benar-benar mengurus rakyat. Bukan hanya sekadar
pemenuhan kebutuhan pokok tetapi juga segi pendidikan dan politik. Penerapan
syariat Islam sebagai solusi seluruh problematika di dunia. Dengan Islam maka
ketakwaan individu akan tercipta, salah satunya akidah Islam yang menjadi
landasan setiap perbuatan seseorang dalam menyikapi ujian hidup. Serta sistem
pemerintahan yang sesuai syariat akan menciptakan lingkungan Islam yang saling
peduli satu sama lain sebab Allah Swt. dan tolong-menolong karena Allah Swt.

No comments:
Post a Comment