KEMISKINAN DI NEGERI YANG KAYA AKAN PERTAMBANGAN


Oleh: Aminah N. Hamka


Indonesia merupakan sebuah Negara dengan pulau terbanyak di dunia yang menyimpan sumber daya alam yang sangat melimpah di setiap wilayahnya. Salah satu wilayah tersebut adalah pulau Taliabu, sebuah daerah di Maluku Utara yang terkenal dengan surganya perusahaan tambang. Dikutip dari Tanda seru, pulau Taliabu dikenal sebagai surganya perusahaan pertambangan. Pulau ini menampung 90 izin usaha pertambangan (IUP) terbanyak dari total 125 IUP di Maluku utara. Pulau ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar mencakup sejumlah komoditas strategis seperti, batu bara, batu, pasir, bahan galian non logam, pasir kwarsa, andesit, skist, kaolin, minyak dan gas bumi. Wah amazing banget ya gess.


Ketika kita mendengar di sebuah negeri memiliki sumber daya alam yang begitu melimpah, maka yang terlintas dibenak kita rasanya sangat tidak mungkin jika penduduk di negeri tersebut jauh dari kata sejahtera dan rasanya sangat mustahil jika mereka hidup dalam kemiskinan. Namun pada kenyataannya hal tersebut berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di wilayah tersebut. Pemkab pulau Taliabu mengakui jika angka kemiskinan di pulau Taliabu terus mengalami peningkatan dari tahun 2020 sebesar 7,30 persen di tahun 2021 naik menjadi 7,49 persen.  Selain itu, angka pengangguran di pulau ini juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2020 sebesar 4,75 persen naik signifikan pada 2021 menjadi 6,10 persen (antaranews).



Hal tersebut menunjukkan bahwa seberapa besarpun sumber daya alam di sebuah negeri tidak menjamin bahwa negeri tersebut dapat memberikan kesejahteraan pada rakyatnya jika tanpa didukung oleh sebuah system yang baik dan pengelolaan sumber daya alam yang baik dan sesuai peruntukannya. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa system ekonomi yang dipakai oleh Negara kita saat ini adalah system kapitalisme, dimana pengelolaan sumber daya alam diserahkan kepada para kapitalis (pemilik modal) yang berinvestasi di wilayah-wilayah tersebut. Maka sudah tentu bahwa para kapitalis akan menentukan perekrutan para pekerja sesuai dengan kualifikasi yang dapat menguntungkan mereka, sehingga tidak heran jika pengangguran semakin meningkat disebabkan masuknya tenaga kerja asing yang berdatangan ke wilayah-wilayah pertambangan yang dikelola oleh investor asing di Negara kita. 


Pertanyannya, sudahkah system kapitalisme di negeri ini mampu memberikan kesejahteraan? Jika jawabannya tidak, lalu apakah ada system lain yang mampu menyejahterakan rakyat? Jreng jeng jeng…!!! Mempersembahkan sebuah system dengan pengelolaan sumber daya alam terbaik di dunia, yang pernah menguasai 2/3 dunia dengan kegemilangannya. System ini berasal langsung dari sang pencipta manusia, kehidupan dan alam semesta, langsung nih dari ahlinya. System apakah itu? Ya, system islam. System ini merupakan sebuah agama, ideology yang dapat menuntaskan berbagai problematika kehidupan termasuk masalah pengelolaan sumber daya alam tadi sob.


Dalam system ekonomi islam, sumber daya alam merupakan harta kepemilikan umum yang tidak boleh dikuasai oleh individu, kelompok atau koorporasi tetapi dikelola oleh Negara untuk kepentingan rakyat bukan diserahkan kepada para kapitalis atau investor asing maupun aseng.

Sistem Islam mampu mensejahterakan rakyat dan mengurangi kemiskinan dengan pengelolaan sumberdaya Alam terbaik didunia.  Sistem ini adalah sistem pemerintahan islam yang pernah mengusai 2/3 dunia hal ini disebabkan karena sistem ekonomi yang dipakai oleh pemerintahan islam pada saat itu adalah sistem ekonomi islam bukan sistem ekonomi kapitalisme atau sistem buatan manusia yang lainnya, sehingga sumberdaya alam yang dimiliki oleh negara dikelola sendiri oleh negara hanya untuk kepentingan ummat atau rakyat bukan diserahkan kepada para kapitalis atau investor apalagi asing dan aseng.


Pada hakikatnya sumberdaya alam adalah harta kepemilikan umum yang tidak boleh dikuasai oleh individu, kelompok atau koorporasi namun harus dikelola oleh negara untuk kemaslahatan ummat.


Beberapa bukti sejarah mengukapkan akan luar biasanya sistem ekonomi islam dibawah kepemimpinan seorang khalifah dalam sistem pemerintahan islam yang membuktikan bahwa rakyat bisa hidup sejahtera dan jauh dari yang namanya kemiskinan. Bahkan sampai tidak ditemukan orang-orang yang berhak menerima zakat, diantaranya pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Al-Khattab. Pada tahun pertama umar mengirim muadz untuk memungut jakat diyaman dimasa pemerintahannya. dan pada tahun kedua setelah itu , Muadz mengirimkan separuh hasil zakat yang dipungutnya di Yaman kepada Umar, tetapi Umar mengembalikannya. Dan pada tahun ketiga, Muadz berkata: “Aku tidak menjumpai seorang pun yang berhak menerima bagian zakat yang aku pungut.” Riwayat di atas menunjukkan kesuksesan Umar dalam memerintah, khususnya dalam bidang ekonomi. 


Bukti sejarah berikutnya yaitu pada masa kekhalifah Umar bin Abdul Azis dimana pada masa pemerintahannya seluruh rakyat karena saking sejahteranya hingga tidak ditemukan lagi orang miskin yang berhak menerima zakat. khalifah Umar bin Abdul Aziz, Beliau adalah seorang manusia biasa, bukan nabi maupun rasul, tetapi degan sistem pemerintahan islam maka beliau bisa menerapkan Ekonomi islam secara menyeluruh. Ditambah ia mewarisi sebuah negara yang tidak sempurna dan bahkan dalam beberapa hal jauh dari Islam akibat penyelewengan yang dilakukan Khalifah bani ummayah sebelumnya. Dan kekuasaannya itu setara dengan 39 negara hanya dalam waktu 29 bulan bisa menciptakan 0 penerima zakat. Berikut adalah riwayat yang membuktikan kegemilangan sistem ekonomi islam dalam sistem pemerintahan islam :


"Ibnu Abdil Hakam dalam kitabnya Sirah Umar bin Abdul Aziz hal. 59 meriwayatkan, Yahya bin Said, seorang petugas zakat masa itu berkata,”Saya pernah diutus Umar bin Abdul Aziz untuk memungut zakat ke Afrika. Setelah memungutnya, saya bermaksud memberikannya kepada orang-orang miskin. Namun saya tidak menjumpai seorang pun. Umar bin Abdul Aziz telah menjadikan semua rakyat pada waktu itu berkecukupan. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli budak lalu memerdekakannya.” (Al-Qaradhawi, 1995)."


Abu Ubaid dalam Al-Amwal hal. 256 mengisahkan, Khalifah Umar Abdul mengirim surat kepada Hamid bin Abdurrahman, gubernur Irak, agar membayar semua gaji dan hak rutin di propinsi itu. Dalam surat balasannya, Abdul Hamid berkata,”Saya sudah membayarkan semua gaji dan hak mereka tetapi di Baitul Mal masih terdapat banyak uang.” Umar memerintahkan,”Carilah orang yang dililit utang tapi tidak boros. Berilah dia uang untuk melunasi utangnya.” Abdul Hamid kembali menyurati Umar,”Saya sudah membayarkan utang mereka, tetapi di Baitul Mal masih banyak uang.” Umar memerintahkan lagi, “Kalau ada orang lajang yang tidak memiliki harta lalu dia ingin menikah, nikahkan dia dan bayarlah maharnya.” Abdul Hamid sekali lagi menyurati Umar,”Saya sudah menikahkan semua yang ingin nikah tetapi di Baitul Mal ternyata masih juga banyak uang.” Akhirnya, Umar memberi pengarahan,”Carilah orang yang biasa membayar jizyah dan kharaj. Kalau ada yang kekurangan modal, berilah pinjaman kepada mereka agar mampu mengolah tanahnya. Kita tidak menuntut pengembaliannya kecuali setelah dua tahun atau lebih.” (Al-Qaradhawi, 1995).


Kejayaan Ekonomi Islam pada masa kekhalifah Umar bin Abdul Aziz dapat tercipta bukan hanya karena sistem ekonomi saja yang islami, tetapi juga karena beliau menegakkan syariah degan tegas dan menyeluruh dalam masa kekhalifahannya. Ekonomi Islam hanya akan mungkin berhasil jika diterapkan dalam masyarakat Islam yang menerapkan Islam secara menyeluruh (kaffah), baik di bidang ekonomi itu sendiri maupun di bidang-bidang lainnya seperti politik, sosial, pendidikan, budaya, dan lain-lain (Al-Qaradhawi, 1995).


Maa syaa  Allah banget ya gess sistem Islam itu. So, apabila kita menginginkan negeri kita dan negeri-negeri lainnya itu sejahtera dan jauh dari yang namanya kemiskinan maka tidak ada jalan lain selain kembali kepada sistem pemerintahan islam agar kita bisa merasakan kehidupan yang rahmatan lil alamin. Wallahu a'lam bissyawabb.


Referensi:

https://www.tandaserucom/2022/03/31/tampung-90-izin-tambang-kepulauan-sula-dan-taliabu-diintai-kpk/

https://ambonantaranewscom/amp/berita/124649/pemkab-taliabu-akui-angka-kemiskinan-pengangguran-meningkat

https://m.facebookcom/MALUTvisioner

Post a Comment

Previous Post Next Post