KEJAHATAN TEKNOLOGI SATU KENISCAYAAN DALAM SISTEM KAPITALISME



Oleh: Noor Annisa J.B


Ragam kejahatan saat ini kian subur, apalagi seiring dengan system Digital era yang semakin berkembang, dimana manusia mempunyai konektivitas yang tinggi dengan internet. Banyak penipuan atau modus yang diberlakukan pelaku kejahatan menggunakan Teknologi. Sebagaimana yang baru-baru ini yakni kejahatan berupa kejahatan siber (cybercrime).

hal ini diungkapkan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri bahwa kejahatan berupa ‘’love scaming’’. Para pelaku dengan modus menipu korban melalui aplikasi Tinder,Okcupid, Bumble, Tantan, dengan menggunakan karakter seorang laki-laki atau perempuan yang bukan dirinya. kejahatan ‘’ love scaming’’  jaringan internasional yang beroperasi di Indonesia dan menyasar korban dari berbagai negara. (republika (dot) com).

Ketika sudah berhasil mengelabui korban, para pelaku berpura-berpura mencari pasangan, setelah itu, para pelaku tersebut meminta nomor ponsel lalu melakukan komunikasi percintaan maupun mengirim foto-foto seksi untuk meyakinkan korban tersebut. Para korban . di bujuk  rayu untuk deposit  sebesar Rp.20 juta dengan modus membuka akun toko daring.

Para tersangka kemudian dijerat pasal 45 ayat (1) juncto pasal 27 ayat (1) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi Elektronik (ITE) juncto pasal 55 atau pasa 378 KUHP. Dari pasal tersebut, para pelaku terancam hukuman 6 (enam) tahun penjara.
Tak disangka pula, kejahatan teknologi ini pun kian memarak menjalang pemilu. sebagaimana di lansir dalam tirta (dot).id Kapolres Jakarta Pusat bahwa kejahatan teknologi saat ini kian marak menjelang pemilu. Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa kejahatan masa kini sudah bergeser dari serangan psikologis ke teknologi.

Teknologi dalam Kapitalisme
Teknologi merupakan satu hal yang mempunyai peranan penting dan sangat dibutuhkan oleh manusia. Banyak manfaat dari teknologi untuk mempermudah kehidupan manusia saat ini.  Sebagaimana Internet, internet telah membantu manusia  dalam memperoleh informasi, memudahkan segala bentuk transaksi, dan memudahkan  komunikasi antar manusia bisa lebih cepat. Perlu diketahui bahwa, penguasaan teknologi tanpa pijakan yang sahih akan membawa penggunanya pada kejahatan. Wal hasil adanya teknologi yang harusnya memberikan  banyak manfaat bagi umat, kini kian lebih banyak membawa mudarat bagi umat manusia.

Kian subur kejatahan dalam teknologi merupakan efek dari penerapan sistem kapitalisme sekulerisme. Efek dari sukulerisme (pemisahan agama dari kehidupan) ini telah melahirkan manusia yang materialistis, dimana orang –orang ini akan melakukan apapun, menghalalkan segala cara demi mendapatkan harta atau apapun yang mereka inginkan. Orang-orang yang lahir dari rahim kapitalisme-sekulerisme ini tidak peduli apa yang dilakukan itu apakah merugikan orang atau tidak, hal ini dikarenakan standar dalam kapitalisme adalah meraih kepuasan jasmani bagi dirinya sendiri.

Makin maraknya kejahatan tanpa penyelesaian yang fundamental, disebabkan lemahnya sistem sanksi serta kegagalan negara terhadap urusan umat, sehingga kejahatan teknologi semakin meresahkan.  Disisi lain juga, kejahatan ini menunjukkan ketidakseriusan  negara dalam menghadapi kejahatan ini. Walhasil, Meskipun telah dikenakan sanksi berupa ancaman perjara, namun tak dijamin kejahatan teknologi dan sebagainya tidak akan terjadi lagi. Dengan demikian  mengharapkan kehidupan yang lebih aman dan jauh dari kejahatan teknologi dan lain-lain dalam kapitalisme adalah hanya sebuah utopis.

*Teknologi dalam islam*
 
Pemanfaatan teknologi dalam islam tentunya berbeda dengan kapitalisme-sekulerisme. Teknologi dalam sistem islam akan melahirkan kebermanfaatan yang besar bagi umat manusia. Terkait hal itu ada  tiga hal yang perlu diketahui :

_pertama_, dalam kehidupan islam orang-orang didalamnya berasaskan akidah islam. Keyakinan merekalah yang melahirkan ketakwaan kepada Allah. Ketakwaan ini membawa para pemeluknya untuk senantiasa melakukan apa-apa yang di perintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Hal ini dikarenakan Para pemeluknya menyadari bahwa mereka senantiasa diawasi oleh Allah SWT.  Disisi lain mereka pun memahami kebahagiaan adalah meraih ridha Allah SWT bukan materi semata.
Disamping itu, orang-orang dalam kehidupan islam akan senantiasa menstandarkan perbuatannya pada halal dan haram. Mereka akan memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan cara yang benar, mereka takut dzalim terhadap sesamanya dan mereka pun akan terlahir menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Sebab hal inilah yang akan mendatangkan Ridla Allah SWT.

_Kedua_, adanya fungsi negara sebagi pengurus umat sekaligus pelindung. Negara akan senantiasa  melindungi umat dari segala macam bentuk kejahatan baik fisik,maupun non fisik yakni pemahaman kufur. Perlindungan ini dilakukan dengan menciptakan kepribadian islam yang kuat pada setiap warganya. Sehingga orang-orang tadi akan menjelma menjadi orang-orang yang pintar lagi bertakwa. Mereka akan memfungsikan sebaik-baik teknologi untuk mencari solusi, memudahkan urusan manusia. Dengan demikian teknologi tadi akan menghadirkan manfaat bagi kehidupan umat.
Negara juga akan mengurusi rakyat dengan sebaik-baiknya pengurusan, memperhatikan kesejahteraan rakyatnya, sehingga tidak adanya kejahatan teknologi dengan motif ekonomi.

Berikutnya, Negara akan  menjaga agar penggunaan teknologi tidak salah arah dan membahayakan rakyat. Negara juga membangun sytem perlindungan yang kuat baik untuk keamanan data maupun keselamatan rakyat. Negara pun akan mengarahkan dana yang cukup besar untuk kemajuan  teknologi. Disamping itu pun negara memberlakukan hokum sanksi yang bersifat pencegah (jawazir) dan penebus (jawabir) sehingga jika terdapat kasus kejahatan siber atau teknologi maka negara dengan mudah dan cepat menangani kejahatan tersebut. Walhasil negara akan melindungi rakyatnya dari  ancaman kejahatan teknologi internasional.
So, tunggu apalagi ayo berjuang mengembalikan sistem kehidupan islam. Sebab islamlah satu-satunya solusi untuk menyelesaikan segala problematika secara fundamental.  

Wallahu’alam bishawab.

Post a Comment

Previous Post Next Post